Keisya Levronka Tuangkan Luka Keluarga Lewat Sebuah Lagu, Terinspirasi Perjuangan Sang Adik
Jakarta – Penyanyi Keisya Levronka mengungkapkan bahwa pengalaman pahit yang dialami keluarganya menjadi inspirasi lahirnya sebuah lagu yang ia ciptakan khusus untuk sang adik, Lexi Valleno Havlenda. Karya tersebut dibuat sebagai bentuk ungkapan perasaan sekaligus cara Keisya menghadapi masa-masa sulit setelah sang adik mengalami kecelakaan serius pada 2024.
Keisya menjelaskan, kondisi sang adik saat menjalani proses pemulihan memberikan tekanan emosional yang cukup besar bagi dirinya. Untuk menyalurkan perasaan tersebut, ia memilih menuangkannya ke dalam sebuah karya musik.
Menurut Keisya, lagu tersebut lahir bukan sekadar sebagai bentuk kreativitas, tetapi juga menjadi media untuk menyampaikan dukungan dan harapan kepada adiknya yang tengah berjuang memulihkan kondisi fisik.
Kedekatan hubungan mereka sebagai saudara membuat Keisya ikut merasakan beratnya cobaan yang dihadapi Lexi. Ia mengatakan, sejak kecil mereka bertiga bersama seorang kakak lainnya memiliki hubungan yang sangat erat sehingga seluruh keluarga saling menguatkan selama proses pemulihan berlangsung.
Tidak hanya memberikan dukungan moral, Keisya juga ikut mendampingi kebutuhan sehari-hari sang adik.
Pada masa-masa awal pemulihan, Lexi disebut belum dapat beraktivitas secara mandiri sehingga membutuhkan bantuan keluarga, mulai dari makan hingga kebutuhan pribadi lainnya.
Di sisi lain, keluarga Keisya kini masih berupaya mencari kejelasan atas insiden yang menimpa Lexi. Melalui jalur hukum, ibunda Keisya, Levi Leonita Davies, mengajukan gugatan terhadap Universitas Tarumanagara terkait peristiwa tersebut. Sidang perdana telah digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, namun proses hukum masih terus berjalan.
Bagi Keisya, lagu yang diciptakannya menjadi simbol ketegaran keluarga dalam menghadapi cobaan. Di tengah proses pemulihan sang adik dan upaya mencari keadilan, ia berharap karya tersebut dapat menjadi pengingat bahwa selalu ada harapan di balik masa-masa paling sulit.
Share this content:


