DNA Rilis Album Perdana OURORA, Suguhkan 18 Lagu dan Tunjukkan Identitas Musik yang Sebenarnya
Jakarta – Duo DJ dan produser musik Indonesia, DNA yang digawangi JayJax dan Mister Aloy resmi memperkenalkan album perdana mereka bertajuk OURORA. Album berisi 18 lagu ini menjadi proyek terbesar mereka sekaligus penanda arah baru perjalanan musikal yang selama ini hanya sedikit diperlihatkan lewat sejumlah single seperti Love Ya, Cowok Red Flag, dan Second Choice.
Tak sekadar menghadirkan musik untuk lantai dansa, OURORA; menjadi ruang bagi DNA untuk memperlihatkan identitas mereka sebagai musisi. Album ini memadukan berbagai genre mulai dari Indo Bounce, techno, dirty dutch, drum n bass, trap, hingga future house.
Mister Aloy mengungkapkan, keinginan untuk merilis karya orisinal sebenarnya sudah lama mereka miliki. Namun, kesempatan untuk benar-benar menggarap proyek yang terkonsep baru hadir pada 2023.
“Dari dulu memang pengen rilis musik. Akhirnya kita keluarkan single secara bertahap yang nantinya masuk ke OURORA dengan genre yang sebenarnya tidak kita mainkan saat tampil di klub. Kita ingin menunjukkan kepada dunia seperti apa warna musik DNA sekaligus mengajak fanbase mengenal arah musik yang akan kami bawa,” ujarnya.
Tak hanya dari sisi audio, DNA juga menggarap konsep visual album secara serius. Artwork karya Elsha Graciella menggambarkan matahari terbit dengan berbagai elemen simbolis yang merepresentasikan perjalanan karier mereka.
Menurut Mister Aloy, ilustrasi tersebut menyimpan banyak makna, mulai dari kawanan burung yang melambangkan seluruh tim DNA yang tumbuh bersama, tiang listrik dengan kabel semrawut sebagai metafora perjalanan hidup, hingga matahari yang menjadi simbol cita-cita untuk terus berkembang tanpa kehilangan jati diri.
“Album ini bukan hanya tentang saya dan JayJax, tetapi juga seluruh tim yang sudah bekerja bersama sejak awal. OURORA adalah hasil kerja keras kami semua,” katanya.
Sementara itu, JayJax menyebut album penuh merupakan impian hampir seluruh musisi. Ia merasa puas karena OURORA mampu menyeimbangkan lagu-lagu yang mudah diterima pendengar dengan sisi idealisme mereka sebagai DJ dan produser.
“Ini mimpi semua musisi. Saya senang dengan hasil akhirnya karena menurut saya komposisi lagu komersial dan lagu yang mencerminkan idealisme kami terasa seimbang,” ujar JayJax.
Album berdurasi sekitar 1 jam 48 menit itu dibuka dengan Who tf are we, yang menjadi pengantar tentang siapa sebenarnya DNA. Perjalanan kemudian berlanjut melalui Quest of The Sea, Two Heads, hingga kolaborasi bersama PARKZ dalam lagu PAIN.
Sejumlah lagu lain seperti Love Ya, Second Choice, dan Cowok Red Flag kembali hadir sebagai bagian dari alur cerita album. DNA juga menggandeng sejumlah nama seperti SYEQY, INDAHKUS, QG, hingga PARKZ yang tampil dalam beberapa lagu.
Menjelang akhir album, DNA menghadirkan kejutan lewat lagu Don’t Talk To Me, yang menjadi penampilan vokal penuh pertama Mister Aloy sepanjang kariernya. Album kemudian ditutup melalui kolaborasi bersama YB atau Reza Oktavian dalam lagu Anomali, yang memadukan unsur trap dengan sentuhan instrumen tradisional Jawa Timur.
Melalui OURORA DNA berharap para pendengar dapat mengenal sisi mereka yang selama ini belum banyak terekspos.
“Ini album kami. Inilah DNA yang sebenarnya. Kami sadar banyak orang mengenal kami lewat Breakbeat dan Indo Bounce, tetapi perlahan kami ingin mengajak pendengar menikmati warna musik lain yang kami miliki,” tutup Mister Aloy.
Album OURORA resmi dirilis pada 3 Juli 2026. Sebelum peluncuran, DNA menggelar Press Conference & Exclusive Listening Party di Jakarta yang juga dihadiri para penggemar terpilih melalui pendaftaran di Instagram.
Acara tersebut turut menjadi awal rangkaian tur Indonesia mereka dengan menampilkan pertunjukan spesial berdurasi sekitar 20 menit sebagai gambaran konsep konser yang akan dibawa ke berbagai kota.
Sebagai bagian dari peluncuran album, DNA juga memperkenalkan berbagai merchandise eksklusif hasil kolaborasi dengan sejumlah brand. Koleksi tersebut mencakup kaus, bandana, gantungan kunci, hingga berbagai aksesori lain yang dirancang sebagai representasi identitas OURORA dan pengalaman tur mereka.
Share this content:


