Cinta Laura hingga Anthony Xie Ungkap Tantangan Bangun Chemistry di Series Sleeping With The Enemy
Jakarta – Para pemain series Sleeping With The Enemy yang dibintangi Cinta Laura, Randy Martin, Anthony Xie, dan Ersya Aurelia membagikan pengalaman mereka selama proses persiapan produksi. Mulai dari membangun chemistry, menjalani adegan romantis, hingga melakukan adegan aksi tanpa pemeran pengganti menjadi tantangan tersendiri dalam proyek terbaru tersebut.
Dalam sesi wawancara, Randy Martin mengungkapkan kekagumannya terhadap dedikasi Cinta Laura selama menjalani proses syuting Sleeping With The Enemy.
Menurutnya, Cinta merupakan sosok yang selalu ingin memberikan hasil terbaik di setiap adegan.
“Cinta itu orang yang sangat total. Dia perfeksionis, suka mengeksplorasi karakter, dan nggak gampang puas.
Kalau ada adegan yang dirasa belum maksimal, dia masih semangat bilang, ‘ayo lagi, ayo lagi’,” ujar Randy.
Menurut Randy, semangat dan profesionalisme Cinta membuat proses syuting menjadi lebih dinamis sekaligus memotivasi pemain lain untuk memberikan performa terbaik.
Sementara itu, Anthony Xie mengungkapkan bahwa Sleeping With The Enemy menghadirkan tantangan berbeda dibanding proyek-proyek yang pernah dibintanginya sebelumnya. Jika pada karya terdahulu ia lebih banyak memainkan karakter antagonis atau suami yang penuh konflik, kali ini ia harus membangun hubungan emosional yang lebih dalam.
“Kalau di series sebelumnya saya berperan sebagai suami yang menindas. Di Sleeping With The Enemy ada sisi cinta yang lebih kuat. Jadi chemistry dengan lawan main harus dibangun lebih dalam lagi,” kata Anthony.
Anthony mengakui proses membangun kedekatan antarpemain tidak berlangsung instan. Dengan waktu workshop yang terbatas, para pemain dituntut untuk cepat beradaptasi satu sama lain.
“Kami harus belajar cepat. Dari yang sebelumnya mungkin belum terlalu dekat, tiba-tiba harus nyaman menjalani adegan yang membutuhkan kedekatan emosional. Itu pengalaman baru buat saya,” ujarnya.
Selain adegan emosional, para pemain juga dihadapkan pada sejumlah adegan aksi yang cukup menguras tenaga. Beberapa adegan bahkan dilakukan tanpa bantuan stunt double.
“Ada adegan fighting yang cukup ekstrem dan kami lakukan sendiri. Bukan sekadar adegan laga biasa, tapi ada banyak gerakan fisik yang menantang,” ungkap salah satu pemain.
Di sisi lain, Ersya Aurelia membocorkan dinamika karakter kakak-adik yang menjadi salah satu konflik utama dalam Sleeping With The Enemy. Meski sama-sama bersaing untuk mendapatkan pengakuan dan kepercayaan sang ayah dalam meneruskan bisnis keluarga, hubungan keduanya tidak melulu dipenuhi pertentangan.
“Kami memang berkompetisi karena dituntut menjadi yang terbaik untuk mewarisi dinasti keluarga. Tapi ada banyak momen ketika kami harus bekerja sama dan tetap menjadi keluarga yang kompak,” jelas Ersya.
Cinta Laura juga sempat berbicara mengenai penampilannya yang kembali tampil dengan rambut pendek dalam series tersebut. Menurutnya, keputusan itu merupakan pilihan pribadi dan bukan tuntutan dari karakter yang diperankannya.
“Aku memang lebih suka rambut pendek karena terasa lebih fresh. Bahkan sebenarnya Pak Rocky lebih suka karakter perempuan berambut panjang. Tapi menurutku perempuan berambut pendek juga bisa terlihat menarik dan percaya diri,” ujar Cinta.
Series Sleeping With The Enemy dijadwalkan mulai menjalani proses syuting dalam waktu dekat. Dengan kombinasi drama keluarga, romansa, intrik, dan adegan aksi yang intens, para pemain berharap series ini dapat menghadirkan pengalaman menonton yang berbeda sekaligus menjadi salah satu tontonan yang dinantikan penonton.
Share this content:


