Loading Now

Elma Theana Angkat Kisah Nyata Adik dan Ipar di Film Perdana Tiana Pictures

Jakarta – Aktris sekaligus produser Elma Theana mengungkap alasan di balik keputusannya melibatkan sang adik, Sony, serta iparnya, Virnie Ismail, sebagai pemeran utama dalam film perdana rumah produksinya, Tiana Pictures. Menurut Elma, pemilihan tersebut bukan semata karena hubungan keluarga, melainkan karena kisah yang diangkat memang berasal dari pengalaman nyata mereka.

Elma menjelaskan film tersebut terinspirasi dari perjalanan hidup Sony saat mengalami sakit, di mana sang istri, Virnie, menjadi sosok yang mengambil peran lebih besar sebagai pencari nafkah keluarga.

«”Saya mau mengangkat ceritanya Sony sama Virnie, karena itu memang terjadi ketika Sony sakit. Saya ingin menunjukkan keikhlasan seorang istri ketika harus bekerja untuk membantu suaminya. Dalam Islam pun itu tidak masalah, selama dilakukan dengan rasa rida,” ujar Elma.»

Menurut Elma, kisah tersebut memiliki pesan yang kuat sehingga ia merasa tidak perlu mencari pemeran lain.

«”Mau cari siapa lagi kalau bukan cerita adik saya sendiri. Ceritanya memang pas ada di adik saya, jadi kenapa tidak Sony langsung yang main bersama Virnie,” katanya.»

Selain Sony dan Virnie, Elma juga mengajak keponakannya, Ramzi, bergabung dalam proyek tersebut. Ia menilai kehadiran Ramzi dapat memberikan warna baru sekaligus menarik perhatian penonton dari kalangan generasi muda.

Meski demikian, Elma menegaskan proses pemilihan pemain tetap melibatkan tim casting. Ia hanya menitipkan beberapa nama dari keluarganya yang memang sesuai dengan kebutuhan cerita.

Debut Tiana Pictures

Film ini menjadi produksi perdana Tiana Pictures, rumah produksi yang didirikan Elma Theana. Ia mengungkapkan, kehadiran Tiana Pictures berawal dari aktivitas sosial yang telah dijalaninya selama 15 tahun melalui komunitas Sister Soleha.

Selama ini, komunitas tersebut aktif membina dan membantu anak-anak yatim di sejumlah lokasi. Dari situlah muncul keinginan Elma untuk membangun rumah produksi yang hasilnya dapat menjadi sumber pendanaan bagi kegiatan sosial tersebut.

«”Saya berpikir anak-anak yatim ini jangan selalu meminta. Akhirnya saya bikin PH saja supaya bisa menjadi dapurnya anak-anak yatim yang saya bina. Jadi hasil produksi ini insya Allah bisa membantu kebutuhan mereka setiap bulan,” jelasnya.»

Ingin Selalu Hadirkan Film Penuh Pesan

Sebagai produser, Elma mengaku menghadapi tantangan besar karena harus mengawasi seluruh proses produksi, mulai dari persiapan acara hingga urusan teknis lainnya.

Meski begitu, ia memiliki komitmen agar setiap karya Tiana Pictures selalu membawa pesan positif kepada masyarakat.

«”Saya ingin setiap Tiana Pictures produksi ada nilai-nilai kebaikan di dalamnya. Saya insya Allah tidak mau mengambil film horor. Kalau komedi pun tetap harus ada pesan yang bisa disampaikan kepada masyarakat,” ungkapnya.»

Menurut Elma, keuntungan finansial memang penting dalam industri film. Namun, ia lebih mengutamakan nilai manfaat yang bisa diberikan melalui karya-karyanya.

«”Buat saya bukan hanya soal cuan. Kita boleh bekerja untuk mendapatkan keuntungan, tapi saya ingin ada pertanggungjawaban dari film yang saya buat. Kalau ada nilai kebaikan, insya Allah menjadi pahala juga,” tuturnya.»

Janji Bayar Honor Penuh Jika Film Sukses

Elma juga mengakui bahwa anggota keluarganya yang terlibat dalam film ini belum menerima honor sebesar standar industri. Namun, ia telah berjanji akan memenuhi honor sesuai kesepakatan awal apabila film tersebut meraih kesuksesan.

«”Saya bilang ke keluarga, kalau film ini mendapat rida Allah dan sukses, saya akan bayar sesuai honor yang mereka minta sejak awal,” ujarnya.»

Untuk target penonton, Elma memilih memasang angka yang realistis.

Share this content: