Ciccio Manassero Rela Turun 8 Kilogram demi Rumah Singgah, Sebut Tony Jadi Karakter Impiannya
Jakarta – Aktor Ciccio Manassero menunjukkan totalitasnya dalam membintangi film Rumah Singgah. Demi memerankan karakter Tony, seorang pasien kanker, Ciccio rela menurunkan berat badan hingga delapan kilogram dalam waktu satu bulan dan memangkas habis rambutnya agar tampil sesuai dengan kebutuhan karakter.
Ciccio mengungkapkan bahwa Tony merupakan karakter yang sejak lama ingin ia perankan karena sangat berbeda dengan peran-peran yang selama ini melekat pada dirinya.
“Jujur, karakter Tony di Rumah Singgah ini karakter yang aku pengin mainin banget. Biasanya aku dapat karakter bad boy, keren, atau selingkuh. Kalau Tony ini usil, humoris, dan sedang menjadi pasien kanker. Buat aku, ini karakter yang benar-benar berbeda,” ujar Ciccio.
Tak hanya mengubah penampilan, Ciccio juga berdiskusi dengan sutradara Sunu Prasetya dan produser Calvin Jeremy agar proses perubahan fisik karakter Tony ditampilkan dalam film.
“Aku maunya ada adegan transformasinya. Jangan langsung muncul sudah botak. Menurutku, kalau diperlihatkan prosesnya akan jauh lebih powerful,” katanya.
Untuk mendapatkan bentuk tubuh yang sesuai dengan karakter, Ciccio menghentikan latihan beban dan menjalani pola hidup sehat yang berfokus pada pembakaran lemak.
“Aku turun sekitar delapan kilo dalam sebulan. Aku stop gym total. Selain makan sehat dan mengurangi gula, aku setiap hari jalan di treadmill dengan incline 14 selama setengah jam. Kadang main tenis, sepak bola, atau boxing. Intinya bukan membentuk otot, tapi membakar lemak,” jelasnya.
Transformasi tersebut bahkan membuat keluarganya terkejut.
“Mamaku sampai bilang, ‘Kasihan banget ya kaki kamu kayak ayam’,” kenangnya sambil tertawa.
Meski telah membintangi banyak film dan serial selama sekitar 25 tahun berkarier di industri hiburan, Ciccio mengaku tidak pernah menganggap satu pencapaian sebagai tujuan akhir. Ia selalu fokus pada proyek berikutnya.
“Kalau diibaratkan main bola, habis menang satu trofi, yang aku pikirkan adalah trofi berikutnya. Aku bangga dengan semua proyek yang sudah dikerjakan, tapi fokusku selalu ke proyek selanjutnya,” tuturnya.
Menurut Ciccio, pencapaian terbesarnya adalah kesempatan memerankan berbagai karakter yang berbeda sepanjang kariernya.
“Pencapaianku adalah semua film, series, dan karakter yang sudah aku mainkan sejauh ini,” ucapnya.
Di usianya yang kini memasuki kepala tiga, Ciccio juga bersyukur masih terus dipercaya berkarya di industri perfilman. Ia berharap Rumah Singgah, yang dijadwalkan tayang pada 22 Agustus, mampu memberikan harapan dan semangat baru bagi para penonton.
“Aku bersyukur masih dikasih kesempatan main di banyak film dan series. Semoga Rumah Singgah bisa membuat orang yang keluar dari bioskop mendapatkan harapan dan semangat lagi untuk hidup,” katanya.
Saat ditanya mengenai rahasianya mampu bertahan di dunia hiburan selama seperempat abad, Ciccio mengaku tidak memiliki resep khusus selain selalu menjaga profesionalisme dan menghargai semua orang yang bekerja bersamanya.
“Aku enggak tahu kenapa masih bisa bertahan sampai sekarang. Mungkin karena masih dikasih kesempatan sama teman-teman dan penonton yang masih mengapresiasi karyaku. Tanpa mereka enggak akan ada Ciccio sebagai aktor,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa prinsip yang selalu dipegangnya adalah menjadi pribadi yang baik dan profesional di lokasi syuting.
“Yang paling penting buat aku adalah menjadi orang baik, menjadi lawan main yang profesional, dan membuat kru maupun pemain lain nyaman bekerja sama,” katanya.
Ciccio juga menilai basis penggemarnya terus berubah seiring waktu. Menurutnya, generasi yang lebih tua mengenalnya sebagai penyanyi cilik, sementara penonton yang lebih muda mengenalnya melalui sinetron dan proyek-proyek film yang lebih baru.
“Penontonnya selalu berevolusi. Ada yang kenal aku dari zaman nyanyi, ada yang dari sinetron, dan ada juga yang baru mengenal aku lewat film-film sekarang,” tuturnya.
Di penghujung sesi wawancara, Ciccio sempat mengundang tawa awak media saat menceritakan pengalamannya yang salah menggunakan QRIS. Ia mengaku pernah mencoba memindai kode QR menggunakan kamera ponsel, bukan melalui aplikasi mobile banking, sehingga transaksi yang ingin dilakukannya tidak berhasil.
Kisah tersebut memperlihatkan sisi santai Ciccio di balik keseriusannya menjalani profesi sebagai aktor. Bagi Ciccio, setiap proyek merupakan kesempatan untuk terus belajar, berkembang, dan memberikan karya terbaik bagi para penonton.
Share this content:


