Amanda Manopo Ungkap Dugaan Penggelapan dan Ritual Mistis oleh Eks Karyawan
Jakarta – Aktris Amanda Manopo mengambil langkah hukum terhadap mantan karyawannya yang diduga melakukan penggelapan dana perusahaan. Didampingi kuasa hukumnya, Amanda mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkonsultasi dengan penyidik dan akan melengkapi sejumlah dokumen pendukung sebelum laporan resmi diajukan.
Kuasa hukum Amanda menjelaskan bahwa masih ada beberapa berkas yang harus dilengkapi, di antaranya rekapitulasi transaksi dan rekening koran. Selain itu, pihaknya juga akan menghadirkan saksi-saksi yang diduga mengetahui aliran dana tersebut.
“Kami sudah konsultasi dengan penyidik. Ada beberapa berkas yang harus dilengkapi terkait rekapitulasi, rekening koran, dan saksi-saksi. Laporan resminya akan kami ajukan pekan depan,” ujar kuasa hukum Amanda.
Menurutnya, fokus utama saat ini adalah dugaan penggelapan uang milik Amanda dan perusahaannya. Sementara kemungkinan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) terkait unggahan di media sosial yang dianggap merugikan kliennya masih akan dipelajari lebih lanjut.
Kerugian Diduga Hampir Rp3 Miliar
Kuasa hukum Amanda menyebut kerugian yang dialami kliennya diperkirakan mencapai hampir Rp3 miliar. Nilai tersebut diduga terjadi hanya dalam kurun waktu sekitar delapan bulan saat terlapor masih bekerja.
“Kerugiannya kemungkinan hampir Rp3 miliar selama kurang lebih delapan bulan bekerja. Itu sangat merugikan Amanda dan perusahaannya,” katanya.
Dugaan penyalahgunaan dana disebut dilakukan melalui berbagai transaksi, termasuk pembayaran menggunakan dompet digital seperti GoPay dan OVO, hingga pengeluaran untuk kebutuhan pribadi seperti perjalanan ke luar negeri dan hiburan.
Amanda Ungkap Dugaan Ritual Mistis di Rumah
Tak hanya soal dugaan penggelapan dana, Amanda juga mengungkap alasan dirinya mulai mencurigai mantan karyawannya. Ia mengaku menemukan dugaan tindakan yang menurutnya tidak wajar, termasuk adanya tanah kuburan yang diletakkan di rumahnya.
Amanda mengatakan dugaan tersebut diketahui melalui rekaman CCTV rumah. Ia juga mengaku menemukan sejumlah tindakan lain yang membuatnya tidak nyaman.
“Ketahuannya karena dia melakukan hal-hal yang menurut saya aneh. Ada bukti dari CCTV rumah, termasuk dugaan menaruh tanah kuburan dan melakukan ritual di rumah saya,” ungkap Amanda.
Meski demikian, Amanda menegaskan dirinya tidak percaya dengan hal-hal mistis dan memilih menyerahkan semuanya kepada Tuhan.
“Saya percaya Tuhan. Saya tidak percaya dengan hal-hal seperti itu. Tapi yang membuat saya terganggu adalah dampaknya terhadap keluarga dan lingkungan sekitar,” ujarnya.
Bertindak Demi Keluarga
Amanda mengaku mulai mengambil tindakan tegas setelah mengetahui berbagai dugaan tersebut. Terlebih kini dirinya telah berkeluarga dan memiliki anak.
“Sekarang saya sudah punya anak. Saya akan menjaga keluarga saya. Jadi saya tidak akan diam lagi. Saya ingin memberikan efek jera,” tegasnya.
Ia juga menegaskan tidak lagi membuka ruang damai apabila tidak ada itikad baik dari pihak yang bersangkutan.
Ada Dugaan Ancaman
Selain dugaan penggelapan, Amanda dan timnya mengaku sempat menerima ancaman melalui media sosial maupun pesan suara. Namun, menurut kuasa hukumnya, ancaman tersebut mulai berhenti setelah mereka melaporkan persoalan ini kepada pihak berwajib.
Meski demikian, Amanda memastikan proses hukum akan tetap berjalan. Saat ini, fokus laporan masih mengarah kepada satu orang terlapor, namun tidak menutup kemungkinan akan berkembang apabila ditemukan keterlibatan pihak lain.
“Kami ingin proses ini berjalan sampai tuntas. Kalau nanti dalam penyelidikan ada pihak lain yang terlibat, tentu akan dikembangkan sesuai proses hukum yang berlaku,” tutup Amanda.
Share this content:


