Bernadya Naik Kelas, Showcase Album Kedua di Tennis Indoor Senayan Jadi Lompatan Besar Karier
Jakarta – Penyanyi Bernadya siap menghadirkan pengalaman berbeda lewat showcase album keduanya yang digelar di Tennis Indoor Senayan, Jakarta. Pemilihan venue berkapasitas lebih besar ini disebut menjadi langkah penting dalam perjalanan karier sang musisi.
Perwakilan manajemen, Boim, mengungkapkan bahwa keputusan menggelar showcase di Tennis Indoor bukan sekadar perpindahan lokasi, melainkan sebuah tantangan baru yang memang dibutuhkan Bernadya.
“Menurut saya ini lompatan yang diperlukan. Setelah sebelumnya kita bikin penutup di Graha Bhakti Budaya, menurut saya pindah ke Tennis Indoor adalah salah satu lompatan yang diperlukan Bernadya. Ini tantangan baru, menaklukkan panggung yang lebih besar dengan penonton di indoor stadium,” ujarnya.
Ia menilai langkah tersebut bukan hanya penting bagi Bernadya dan tim, tetapi juga menjadi pengalaman baru bagi para penikmat musiknya.
Sementara itu, Bernadya mengaku justru mengetahui kepastian venue showcase dari orang lain lebih dulu, bukan langsung dari manajemennya. Hal itu membuat reaksinya cukup unik.
“Aku tuh taunya bukan dari Mas Boim pertama kali. Misalnya aku main ke rumah teman, terus mereka bilang nanti kerja di showcase aku di Tennis Indoor. Aku sampai bilang, ‘Hah, makasih infonya’,” kata Bernadya sambil tertawa.
Pelantun lagu-lagu bernuansa melankolis itu menjelaskan dirinya memang sering menyampaikan berbagai ide untuk konser atau showcase. Namun, ia menyerahkan keputusan akhir soal lokasi kepada tim.
“Aku selalu punya ide kalau suatu saat bikin konser atau sesuatu yang berhubungan dengan album ini. Tapi aku nggak pernah tahu venue mana yang akhirnya dipilih sama bapak bos. Ternyata akhirnya di sini,” ungkapnya.
Meski album keduanya baru dirilis sekitar dua pekan, Bernadya merasa waktu berjalan begitu cepat. Rasa gugup membuat setiap hari terasa penuh tekanan menjelang showcase.
“Cepat, jujur cepat. Karena aku nervous. Jadi setiap harinya terasa kayak, ‘Ah, 10 hari lagi, ah tiga hari lagi.’ Isinya mulas dan panik terus,” tuturnya.
Untuk pertunjukan kali ini, Bernadya memastikan persiapannya jauh lebih matang dibanding showcase sebelumnya. Ia bahkan menggandeng Edy Kemot sebagai creative director demi menghadirkan konsep pertunjukan yang lebih kuat.
“Karena ini sebuah lompatan, tentu yang kita tampilkan juga jauh lebih niat dan jauh lebih dipersiapkan. Kali ini aku juga menggandeng Mas Edy Kemot. Ada alurnya, treatment setiap lagu lebih dipikirkan,” jelas Bernadya.
Menurut Edy Kemot, konsep showcase berangkat dari tema mimpi yang diterjemahkan ke dalam nuansa era 2000-an. Penonton nantinya akan diajak mengikuti perjalanan tersebut melalui alur pertunjukan yang telah dirancang secara khusus.
“Nadia ingin membawa penonton mengikuti mimpinya dengan tema 2000-an. Ada beberapa treatment pertunjukan yang menurut kami menarik karena temanya memang soal mimpi,” ujar Edy.
Bernadya menambahkan alasan memilih Edy Kemot karena merasa membutuhkan sosok yang benar-benar memahami atmosfer industri musik pada era tersebut.
“Aku bilang ke Mas Boim, kayaknya kita butuh seseorang yang benar-benar sudah berkarya di era itu. Kami merasa kami nggak cukup untuk menerjemahkannya sendiri,” katanya.
Showcase nantinya akan dibagi ke dalam dua bagian. Satu sesi akan menampilkan album terbaru secara penuh, sementara sesi lainnya difokuskan untuk mengajak penonton bernyanyi bersama lewat sejumlah lagu yang telah diaransemen ulang.
Selain membahas showcase, Boim juga membocorkan bahwa Bernadya sudah mulai mengerjakan proyek musik berikutnya.
“Yang pasti sudah mulai rekaman lagi. Kita lagi finalisasi, mungkin akan ada rilisan menjelang Pestapora,” ungkapnya.
Dengan konsep yang lebih matang, venue yang lebih besar, hingga bocoran karya baru yang tengah dipersiapkan, showcase album kedua ini menjadi penanda bahwa Bernadya tengah memasuki babak baru dalam perjalanan kariernya.
Share this content:


