Tantri Kotak Akui Rugi Ratusan Juta, Pilih Ikhlas demi Cegah Munculnya Korban Baru
Jakarta – Tantri Kotak akhirnya buka suara mengenai perkembangan kasus dugaan penipuan yang diduga dilakukan oleh seseorang bernama Popi. Meski mengaku telah mengikhlaskan kerugian yang dialaminya, vokalis Kotak itu menegaskan proses hukum tetap harus berjalan agar tidak ada lagi korban berikutnya.
Menurut Tantri, laporan polisi telah dibuat oleh para korban dan hingga kini kasus tersebut masih berproses. Namun, terduga pelaku belum juga menunjukkan diri.
“Kasus tentang Popi itu sudah LP. Yang membuat laporan memang para korban. Sampai detik ini orangnya belum datang. Terakhir kabarnya dia sempat chat beberapa rekan kerjanya, sekarang lagi dideteksi posisinya di mana,” ujar Tantri.
Ia mengatakan banyak orang memberikan dukungan, termasuk membantu mencari informasi mengenai keberadaan terduga pelaku.
“Banyak yang support dan bantu mencari titik lokasi dia. Saya berharap dia segera muncul dan mempertanggungjawabkan semua yang sudah dia lakukan,” katanya.
Dalam kasus tersebut, Tantri mengaku mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah. Uang yang hilang itu merupakan salah satu tabungan yang telah ia siapkan.
“Kalau saya sendiri tiga digit. Itu salah satu tabungan,” ungkapnya.
Meski sempat menangis dan merasa terpukul, Tantri memilih mengambil sisi positif dari cobaan yang dialaminya. Ia percaya setiap musibah membawa hikmah.
“Awalnya saya sempat berpikir, ‘Kenapa saya bisa kena begini?’ Tapi saya mencoba mencari hikmahnya. Mungkin ini salah satu cara Allah membersihkan harta saya. Saya belajar banyak dari kasus ini,” tuturnya.
Tantri menegaskan, alasan utama dirinya terus mengawal kasus tersebut bukan semata-mata karena kerugian materi. Ia mengaku mendapat banyak cerita dari orang-orang yang mengaku telah menjadi korban sejak 2017.
“Mereka bilang sudah jadi korban dari 2017, tapi waktu itu tidak dilanjutkan ke jalur hukum. Mereka minta saya mengangkat lagi kasus ini karena takut nanti ada korban berikutnya. Itu yang paling saya pikirkan,” katanya.
Peristiwa tersebut juga menjadi pelajaran berharga bagi Tantri dan sang suami. Ia mengaku kini lebih selektif dalam mempercayai orang lain.
“Saya sama suami itu orangnya nggak enakan, jadi gampang percaya sama orang. Setelah kejadian ini, kami jadi lebih berhati-hati dan screening orang akan lebih berlapis,” ujarnya.
Meski tengah menghadapi persoalan hukum, Tantri bersyukur aktivitas bermusiknya bersama Kotak tetap berjalan lancar. Bahkan, band yang digawanginya siap kembali menyapa penggemar lewat karya baru.
Tantri mengungkapkan Kotak akan merilis lagu baru pada Agustus mendatang. Lagu tersebut menjadi karya pertama mereka setelah empat tahun tidak merilis single maupun album, sekaligus menjadi rilisan independen pertama Kotak.
“Sudah empat tahun Kotak nggak rilis lagu. Ini lagu pertama kami secara independen. Kami ingin mengembalikan roots Kotak sebagai band rock, sekaligus membawa semangat untuk orang-orang yang sedang berjuang menghadapi kondisi ekonomi yang tidak mudah,” tutup Tantri.
Share this content:


