Keisya Levronka Menikmati Peran Ganda di Dan Bandung, Jadi Aktris Sekaligus Pengisi Soundtrack
Jakarta – Film Dan Bandung tak hanya menjadi ajang kolaborasi perdana bagi Keisya Levronka, Samo Rafael, Theo Supple, dan para pemain muda lainnya, tetapi juga menghadirkan pengalaman baru yang berkesan bagi seluruh pemeran. Keisya mengaku menikmati setiap proses, mulai dari membangun chemistry hingga kembali menyeimbangkan kariernya di dunia musik dan akting.
Keisya mengatakan salah satu hal yang paling berkesan selama syuting adalah kesempatan bekerja bersama rekan-rekan yang seusia. Menurutnya, situasi tersebut membuat suasana di lokasi syuting terasa lebih cair dan menyenangkan.
“Seru karena seumuran. Biasanya aku sendirian sama ibu-bapak, sekarang banyak yang seumuran jadi seru banget,” kata Keisya.
Meski demikian, proses membangun kedekatan tidak terjadi begitu saja. Keisya yang mengaku memiliki sifat introvert mengatakan seluruh pemain lebih dulu menjalani sesi diskusi agar saling mengenal sebelum memulai syuting.
“Awalnya kita di-talk dulu di satu ruangan. Dari situ kita jadi lebih kenal satu sama lain dan lebih nyaman. Aku kan biasanya nunggu orang buat ngajak ngobrol, ternyata dia juga begitu, jadi sama-sama nunggu,” ujarnya sambil tertawa.
Menurut para pemain, chemistry yang akhirnya terlihat di layar merupakan hasil dari proses yang cukup panjang. Selain latihan bersama, mereka juga kerap menghabiskan waktu di luar jadwal syuting, seperti makan bersama hingga jalan-jalan untuk mempererat hubungan.
“Kita saling bantu, saling belajar. Kadang juga jalan-jalan keluar, makan bareng sambil kenal satu sama lain,” ungkap salah satu pemain.
Beberapa pemeran mengaku sudah saling mengenal sebelum proyek dimulai. Namun, ada pula yang baru pertama kali bertemu saat proses produksi Dan Bandung. Perbedaan itu justru membuat dinamika pertemanan di lokasi syuting semakin menarik.
Bagi Keisya, dunia akting menghadirkan tantangan yang berbeda dibandingkan profesinya sebagai penyanyi. Ia mengaku menikmati proses panjang yang harus dijalani dalam produksi film.
“Kalau nyanyi mungkin datang ke satu kota, tampil, lalu pulang. Kalau film prosesnya panjang, berbulan-bulan bareng terus, jadi lebih banyak teamwork dan lebih kenal sama orang-orang,” tuturnya.
Meski begitu, pelantun lagu Tak Ingin Usai tersebut merasa akting dan menyanyi memiliki kesamaan karena sama-sama membutuhkan penghayatan.
“Menurut aku sebenarnya enggak beda jauh, karena sama-sama butuh feeling. Tinggal nge-switch saja ketika lagi nyanyi atau lagi masuk ke karakter,” jelasnya.
Tak hanya menjadi pemeran utama, Keisya juga dipercaya membawakan soundtrack film Dan Bandung. Ia menyanyikan ulang lagu “Dan Bandung” dengan interpretasi yang disesuaikan dengan karakter dan nuansa film.
“Di film ini aku juga ngisi soundtrack. Aku bikin versi aku sendiri, jadi menggambarkan rasa yang ingin disampaikan lewat film ini,” katanya.
Menjelang penayangan film, para pemain berharap kisah yang diangkat mampu terasa dekat dengan kehidupan penonton. Mereka menilai cerita Dan Bandung membawa pengalaman yang akrab bagi banyak orang, terutama tentang cinta dan masa pendekatan.
“Aku merasa film ini hangat karena semua orang pernah jatuh cinta, pernah PDKT. Semoga penonton bisa ikut merasakan, nangis bareng, dan jatuh cinta bareng,” ujar Keisya.
Seluruh pemain juga berharap kerja keras yang mereka curahkan selama proses syuting dapat diterima dengan baik oleh penonton.
“Kita ngerjain film ini pakai hati. Semoga apa yang kita lakukan bisa sampai ke hati penonton dan ada pesan yang bisa dibawa pulang setelah menonton,” tutup mereka.
Film Dan Bandung dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 20 Agustus 2026.
Share this content:


