Denada Bicara Hidup sebagai Single Mom, Pilih Kebahagiaan daripada Terburu-buru Cari Pasangan
Jakarta — Denada tengah menikmati fase kehidupannya sebagai perempuan mandiri dan ibu tunggal. Di tengah kesibukannya sebagai pekerja seni, penyanyi tersebut kini memilih untuk memprioritaskan kebahagiaan diri sendiri ketimbang terburu-buru memikirkan soal pasangan.
Menjalani kehidupan sebagai seorang single mom bukan perkara mudah bagi Denada. Ia harus membagi waktunya antara pekerjaan, karier, dan tanggung jawab sebagai seorang ibu.
Namun, Denada bersyukur masih bisa menjalani profesi yang dicintainya. Baginya, pekerjaan bukan hanya menjadi sumber penghasilan, tetapi juga menjadi bagian dari proses healing dalam kehidupannya.
“Alhamdulillah, karena aku punya pekerjaan dengan bidang yang aku cintai. Dan aku bekerja juga dengan sahabat-sahabat,” ujar Denada.
Denada mengakui bahwa dirinya masih menjadi seorang pekerja yang harus berjuang sendiri. Terlebih, dunia hiburan yang digelutinya memiliki persaingan dan tantangan yang tidak mudah.
“Aku pekerja dan aku masih seorang ibu tunggal. Jadi aku bekerja sendiri dan aku bicara atas nama sendiri. Aku di dunia entertainment yang kehidupannya begitu keras, dunia yang bisnisnya sangat amat tidak mudah,” ungkapnya.
Media Sosial Jadi Bagian dari Perjuangan Cari Rezeki
Di tengah perubahan industri hiburan, Denada juga menyadari bahwa media sosial kini memiliki peran besar bagi para pekerja seni.
Menurutnya, siapa pun bisa memanfaatkan media sosial sebagai sarana untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mencari penghasilan.
“Social media menjadi salah satu tempat untuk dicari nama. Aku rasa semua orang sekarang ini boleh dan bisa menjadikan social media itu sebagai tempat kita cari nama,” katanya.
Karena itu, Denada berusaha memanfaatkan berbagai platform digital untuk memperlihatkan kemampuan yang dimilikinya kepada masyarakat.
Ia tak segan membagikan berbagai aktivitasnya, mulai dari bernyanyi hingga kegiatan sehari-hari yang sedang dicobanya.
“Semua yang aku bisa, semua yang aku mampu akan aku tunjukkan di situ. Aku bisa nyanyi, aku tunjukkan di situ. Aku nggak bisa masak, ya sudah. Apa pun yang aku bisa, aku akan tunjukkan. Karena itu aku mencari rezeki,” ujar Denada.
Bagi Denada, menunjukkan kemampuan di media sosial merupakan bagian dari perjuangan seorang pekerja di era digital.
Memasuki Usia 40 Tahun, Kebahagiaan Jadi Prioritas
Memasuki usia 40 tahun, Denada mengaku memiliki cara pandang yang berbeda terhadap kehidupan.
Jika dahulu seseorang mungkin lebih banyak memikirkan pencapaian atau pandangan orang lain, kini Denada merasa kebahagiaan menjadi hal yang jauh lebih penting.
“Kalau kita sudah usia 40 tahun ke atas, yang penting itu kan pasti semuanya setuju, kebahagiaan,” katanya.
Denada menilai setiap orang perlu memahami apa yang bisa membuat dirinya bahagia. Terlebih bagi perempuan yang menjalani banyak peran dalam kehidupan.
“Jadi kita mikir apa yang bisa membuat kita sendiri bahagia. Karena jadi seorang perempuan, single mom, kerja, karier juga, semuanya sendiri,” ungkapnya.
Menurut Denada, perempuan perlu memiliki ruang untuk menikmati hidup dan melakukan hal-hal yang membuat dirinya merasa senang.
Hal tersebut juga menjadi alasan Denada tidak terlalu mempedulikan anggapan orang ketika dirinya memilih berdandan atau merawat penampilan.
“Emang nggak boleh dandan dan cantik buat diri sendiri? Kenapa sih kita nggak boleh senang buat diri sendiri?” ucapnya.
Ia menegaskan bahwa merawat diri bukan berarti harus dilakukan untuk mendapatkan perhatian dari orang lain.
“Aku pengin buat diri sendiri karena aku senang. Karena ini yang membuat aku merasa senang, aku buat diri sendiri,” lanjutnya.
Belum Menutup Hati untuk Jodoh
Meski kini memilih fokus pada kebahagiaan dan kehidupannya sendiri, Denada mengaku tidak sepenuhnya menutup pintu untuk kehadiran pasangan baru.
Namun, ia juga tidak ingin terburu-buru menjadikan urusan asmara sebagai prioritas.
Bagi Denada, jika suatu hari Tuhan mempertemukannya dengan jodoh yang tepat, ia berharap hubungan tersebut bisa memberikan kebahagiaan bagi kedua belah pihak.
“Kalau ternyata nanti Allah mengirimkan jodoh, laki-laki dengan kehadiran aku, dia bisa merasa bahagia bersama aku dan aku pun merasa bahagia dengan kehadiran dia,” ujarnya.
Meski begitu, untuk saat ini Denada merasa kebahagiaan dirinya sendiri menjadi hal yang lebih utama.
“Tapi buat sekarang, yang penting untuk aku adalah kebahagiaan,” katanya.
Ketika ditanya apakah sudah membuka hati untuk pasangan baru, Denada memberikan jawaban yang cukup santai.
“Belum buka hati, belum buka lebar-lebarnya,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Denada tidak sepenuhnya menutup kemungkinan untuk kembali memiliki pasangan. Hanya saja, ia memilih untuk menjalani semuanya tanpa terburu-buru.
Lebih Suka Me-Time di Rumah
Di tengah jadwal pekerjaan yang padat, Denada juga memiliki caranya sendiri untuk menikmati waktu.
Berbeda dengan sebagian orang yang memilih pergi keluar ketika ingin me-time, Denada justru lebih senang menghabiskan waktu di rumah.
“Aku suka me-time. Karena menurut aku kalau aku punya waktu lebih, aku akan di rumah,” katanya.
Bagi Denada, berada di rumah menjadi kesempatan untuk beristirahat sekaligus memikirkan banyak hal dalam kehidupannya.
Ia juga mulai menikmati aktivitas sederhana, termasuk mencoba memasak makanan sehat.
Meski kemampuan memasaknya masih jauh dari sempurna, Denada tidak mempermasalahkan hasilnya.
“Yang penting hasilnya enak. Walaupun kadang keasinan, kadang kepedesan, kadang apa. Tapi enggak apa-apa, aku nikmatin aja. Itu caraku juga menikmati waktu,” ujarnya.
Kini, Denada tampaknya tengah menikmati fase kehidupan yang lebih santai. Di tengah berbagai peran dan tanggung jawab yang dijalaninya, ia memilih untuk tidak lagi terlalu membebani diri dengan berbagai ekspektasi.
Baginya, usia 40-an menjadi waktu untuk lebih mengenal diri sendiri, menikmati pekerjaan, merawat diri, serta mencari kebahagiaan dengan cara yang sederhana.
Sementara soal jodoh, Denada memilih untuk menyerahkan semuanya kepada Tuhan. Jika memang waktunya tiba dan orang yang tepat datang, ia siap mempertimbangkannya. Namun untuk sekarang, Denada ingin fokus menikmati hidupnya sebagai seorang perempuan, ibu, dan pekerja yang masih terus berjuang di dunia hiburan.
Share this content:


