Loading Now

Abu Vulkanik Anak Krakatau Menyebar, Harga Masker Terancam Naik

Jakarta — Sebaran abu vulkanik akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau turut memicu peningkatan permintaan masker di wilayah Tangerang, Banten. Kondisi tersebut membuat sejumlah toko penjual masker ramai didatangi warga yang ingin melindungi diri dari paparan abu.

Di sejumlah lokasi, warga bahkan harus mengantre untuk mendapatkan masker. Tingginya permintaan juga berdampak terhadap harga jual yang mengalami kenaikan dibandingkan kondisi normal.

Berdasarkan laporan di lapangan, harga satu boks masker yang sebelumnya berada di kisaran Rp15.000 kini dijual sekitar Rp18.000 hingga Rp20.000 per boks. Meski mengalami kenaikan, sejumlah warga menilai harga tersebut masih dalam batas yang dapat diterima mengingat masker tengah banyak dibutuhkan.

Salah seorang warga Tangerang, Kamila (24), mengatakan dirinya harus mendatangi sejumlah toko untuk mendapatkan masker. Kondisi serupa ditemuinya di beberapa lokasi karena banyak warga melakukan pembelian pada waktu yang bersamaan.

“Di mana-mana penjual maskernya ramai. Ini aja saya maksimal cuma boleh beli satu,” ujar Kamila.

Menurutnya, kebutuhan masker meningkat setelah abu vulkanik mulai terlihat di lingkungan tempat tinggal warga. Ia menyebut debu juga ditemukan menempel di sekitar rumah sehingga masyarakat memilih menggunakan masker ketika melakukan aktivitas di luar ruangan.

Tadi pagi teras rumah saya sudah banyak debu, lantai rumah jadi licin. Jadi wajar kalau warga ramai-ramai beli masker,” katanya.

Pembelian Masker Meningkat

Warga lainnya, Rini (40), mengaku juga harus mengantre untuk memperoleh masker. Ia membeli masker untuk kebutuhan keluarga dengan harga sekitar Rp20.000 per boks.

Saya beli Rp20 ribu itu untuk yang orang dewasa,” ungkap Rini.

Meningkatnya permintaan masker terjadi seiring dengan meluasnya sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau ke sejumlah wilayah Tangerang. BPBD Kota Tangerang sebelumnya menyebut abu telah mencapai kawasan Karang Tengah dan berdampak pada sebagian besar wilayah kota.

Kondisi tersebut membuat masker menjadi salah satu kebutuhan yang banyak dicari masyarakat, terutama bagi warga yang tetap harus beraktivitas di luar rumah.

Pemerintah Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama sebaran abu vulkanik masih terjadi.

Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meminta masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Ia mengatakan abu vulkanik bahkan terlihat di sekitar lingkungan tempat tinggalnya.

Abu vulkanik Krakatau ini dengan erupsinya sampai ke Tangerang. Buktinya tadi pagi saya bangun, keluar, ternyata banyak debu-debu yang ada di atas genteng, di atas kap mobil,” kata Maesyal.

Ia meminta masyarakat tetap tenang, tetapi tidak mengabaikan kondisi tersebut. Warga juga diminta mengikuti informasi dan arahan resmi dari instansi terkait mengenai perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan sebaran abu vulkanik.

BPBD Banten turut mengingatkan masyarakat untuk menggunakan masker, melindungi mata, mengurangi aktivitas di luar rumah, serta menutup pintu dan jendela guna mengurangi masuknya abu ke dalam rumah.

Aktivitas Warga dan Transportasi Ikut Terdampak

Dampak erupsi tidak hanya terlihat dari meningkatnya kebutuhan masker. Sebaran abu vulkanik juga mengganggu aktivitas penerbangan di sejumlah wilayah.

Di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, misalnya, tercatat 1.039 penerbangan terdampak pada Minggu (6/9/2026), yang mencakup pembatalan, keterlambatan, maupun pengalihan penerbangan ke bandara alternatif.

Situasi tersebut menunjukkan bahwa dampak sebaran abu vulkanik Anak Krakatau mulai terasa pada berbagai aktivitas masyarakat, termasuk kesehatan, mobilitas, hingga aktivitas ekonomi.

Di tengah meningkatnya kebutuhan masker, masyarakat diimbau tetap melakukan pembelian secara wajar dan tidak melakukan penimbunan. Pemerintah dan pelaku usaha juga diharapkan dapat memastikan ketersediaan masker tetap mencukupi bagi warga selama kondisi abu vulkanik masih berlangsung.

Masyarakat Tangerang kini berharap aktivitas Gunung Anak Krakatau segera menurun sehingga sebaran abu vulkanik tidak semakin meluas dan aktivitas sehari-hari dapat kembali berjalan normal.

Share this content: