Loading Now

Cinta Laura dan Randy Martin Langsung Klik di Series Terbaru, Ungkap Profesionalisme Saat Jalani Adegan Intim

Jakarta – Cinta Laura dan Randy Martin berbagi pengalaman bekerja bersama dalam sebuah series terbaru yang mempertemukan mereka sebagai lawan main. Meski sudah saling mengenal sejak beberapa tahun lalu, keduanya mengaku baru benar-benar dekat dan membangun chemistry saat terlibat dalam proyek tersebut.

Cinta Laura mengungkapkan bahwa dirinya pertama kali bertemu Randy Martin bertahun-tahun lalu di sebuah acara. Namun, interaksi mereka saat itu hanya sebatas berkenalan dan saling menyapa ketika bertemu di berbagai kesempatan.

“Lucunya aku sama Randy sebenarnya sudah ketemu bertahun-tahun yang lalu. Sudah kenalan, tapi nggak pernah ngobrol yang benar-benar ngobrol. Paling kalau ketemu di event cuma say hi,” kata Cinta.

Menurutnya, kedekatan mereka justru terbangun secara alami ketika menjalani proses syuting bersama. Ia mengaku tak menyangka bisa langsung merasa nyaman tanpa adanya kecanggungan.

“Baru pertama kali di series ini kita benar-benar ngobrol. Aku nggak expect bahwa kita bakal langsung klik dan nggak ada awkwardness sama sekali. Randy orangnya easy going, baik, dan seru,” ujarnya.

Pujian serupa juga diberikan Randy Martin kepada Cinta Laura. Aktor tersebut menilai Cinta merupakan sosok yang sangat kolaboratif dan terbuka dalam proses kreatif di lokasi syuting.

“Cinta sangat kolaboratif, suportif, dan komunikatif. Jadi tidak ada rasa takut atau ragu saat bekerja sama. Kalau ada kebutuhan dalam sebuah adegan, kita bisa langsung bicara secara terbuka,” kata Randy.

Randy juga mengakui sempat merasa gugup saat harus beradu akting dengan Cinta. Namun, menurutnya rasa gugup tersebut justru menjadi tanda bahwa dirinya benar-benar peduli terhadap proyek yang sedang dijalani.

“Dalam setiap proyek saya memang selalu punya rasa nervous. Apalagi di proyek ini ada banyak scene baru yang belum pernah saya lakukan sebelumnya. Tapi menurut saya nervous itu hal yang baik, karena berarti saya peduli dan ingin memberikan yang terbaik,” jelasnya.

Keduanya kemudian menjelaskan bagaimana proses persiapan adegan romantis maupun adegan dewasa dilakukan secara profesional dengan pendampingan intimacy coordinator. Menurut mereka, keberadaan tim khusus tersebut membantu menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman bagi seluruh pemain.

Dalam workshop yang dilakukan sebelum syuting, para pemain diajak berdiskusi mengenai batasan-batasan fisik yang diperbolehkan selama proses pengambilan gambar. Setiap bentuk kontak telah disepakati sejak awal sehingga tidak ada kebingungan saat syuting berlangsung.

“Kami workshop dulu bersama intimacy coordinator. Jadi semua batasan sudah dibicarakan dari awal. Saat syuting tinggal menjalankan apa yang sudah disepakati, sehingga semua merasa aman dan nyaman,” ujar Cinta.

Randy menambahkan bahwa sistem tersebut membuat para pemain dapat lebih fokus memberikan penampilan terbaik tanpa harus merasa khawatir.

“Karena semuanya sudah jelas dari awal, lingkungan kerja jadi sangat profesional dan aman. Itu membuat kami bisa total dalam berakting,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, keduanya juga menyinggung dukungan yang diberikan pasangan masing-masing. Randy menyebut sang kekasih, Lesti Kejora, memahami tuntutan profesinya sebagai aktor dan selalu memberikan dukungan penuh.

“Lily sangat suportif. Dia paham bahwa ini pekerjaan dan semua dilakukan secara profesional,” ujar Randy.

Sementara itu, Cinta Laura mengatakan hubungannya dengan sang kekasih, Vasco Riani, dibangun di atas rasa percaya yang kuat. Karena itu, adegan romantis dalam sebuah proyek akting bukanlah persoalan besar bagi keduanya.

“Kami punya trust yang luar biasa. Kami tahu satu sama lain tidak akan melakukan sesuatu yang menyakiti pasangan. Jadi semua kembali ke profesionalisme sebagai aktor,” tutur Cinta.

Selain menjanjikan chemistry yang kuat antara karakter mereka, Cinta mengungkapkan bahwa series tersebut akan menghadirkan adegan-adegan romantis yang dikemas secara elegan dan memiliki fungsi penting dalam cerita.

“Yang membuat aku nyaman, adegan dewasanya diambil dari sudut pandang yang tasteful dan punya alasan dalam cerita. Jadi bukan sekadar untuk sensasi, tapi memang mendukung perkembangan karakter,” pungkasnya.

Share this content: