Ibnu Jamil dan Darius Sinathrya Soroti Tren Konten Berbayar, Akui Belum Pede Buka Layanan Subscriber
Jakarta – Tren konten eksklusif berbayar yang kini mulai banyak dimanfaatkan para figur publik mendapat perhatian dari aktor sekaligus presenter Ibnu Jamil dan Darius Sinathrya. Keduanya menilai fitur langganan atau subscriber di media sosial merupakan langkah positif untuk mempererat hubungan antara publik figur dan para penggemarnya.
Menurut mereka, sistem berlangganan memungkinkan penggemar memperoleh akses yang lebih dekat dengan idolanya melalui konten-konten eksklusif yang tidak dibagikan kepada publik secara umum.
“Itu bagus. Kan mungkin interaksi langsung antara fans sama idolanya, dan bisa dapat konten eksklusif yang mungkin beda, yang enggak di-share secara umum,” ujar Ibnu Jamil.
Senada dengan Ibnu, Darius menyebut fitur tersebut bisa menjadi salah satu pilihan bagi para penggemar yang ingin mendapatkan pengalaman lebih dekat dengan figur favorit mereka.
“Itu salah satu pilihan buat fans bisa berinteraksi dengan idolanya,” kata Darius.
Meski melihat banyak sisi positif, keduanya mengaku hingga kini belum terpikir untuk membuka layanan konten berbayar di akun media sosial mereka.
“Jujur saya belum,” ucap Ibnu, yang langsung diamini Darius. “Kita belum sih.”
Saat ditanya alasan belum memanfaatkan fitur tersebut, keduanya justru melontarkan jawaban bernada santai.
“Belum ada yang mau bayar. Kita enggak pede,” kata mereka sambil tertawa.
Di balik candaan itu, Ibnu dan Darius mengakui membuat konten eksklusif bukan perkara mudah. Mereka merasa pelanggan yang membayar tentu memiliki ekspektasi lebih tinggi terhadap kualitas maupun keunikan konten yang disajikan.
“Bikin konten eksklusif itu juga enggak mudah. Belum kepikiran sekarang kalau disuruh bikin apa yang benar-benar eksklusif,” ujar Ibnu.
Darius menambahkan bahwa menghadirkan layanan berbayar juga berarti membutuhkan komitmen waktu dan kreativitas yang lebih besar.
“Kalau berbayar kan harus bikin konten yang memang menarik. Kalau sama saja dengan yang biasa, apa bedanya? Harus bikin supaya orang merasa worth it untuk bayar,” ungkapnya.
Selain itu, mereka juga berseloroh bahwa membuka layanan subscriber justru bisa menambah “pekerjaan rumah” baru karena harus terus memenuhi permintaan pelanggan.
“Ya, nambah masalah juga nanti, dikejar-kejar,” canda mereka.
Meski belum tertarik menerapkannya, Ibnu dan Darius menilai fitur langganan tetap memiliki potensi sebagai sumber pendapatan tambahan bagi kreator konten maupun publik figur yang siap menyediakan konten eksklusif secara konsisten.
“Enggak ada salahnya platform itu dipakai sebagai salah satu penghasilan buat selebgram, content creator, atau public figure. Cuma kan enggak semuanya harus kayak gitu,” pungkas mereka.
Share this content:


