Loading Now

Indah Permatasari Ingin Jadi Orang Tua yang Tak Dominan: Anak Juga Perlu Didengarkan

Jakarta – Aktris Indah Permatasari membocorkan sedikit gambaran mengenai film terbarunya. Menurutnya, penonton tak hanya akan disuguhkan kisah yang sudah terlihat di trailer, tetapi juga berbagai konflik dan dinamika hubungan antarkarakter yang menjadi daya tarik utama.

Indah mengatakan masih banyak kejutan yang sengaja disimpan untuk dinikmati penonton saat film resmi tayang.

“Masih ada cerita lebih lanjut, mungkin ada keseruan yang belum sempat tampil di trailer. Sebenarnya lebih banyak intrik-intrik antara keluarga, antara pasangan, sampai antara teman-teman,” ujar Indah.

Ia juga mengungkap perjalanan hubungan dua karakter utama, Santun dan Riko, akan menjadi salah satu benang merah yang membuat cerita semakin menarik.

“Bagaimana Santun dan Riko nanti, apakah dia bisa bersama atau tidak, itu akan menjadi bumbu-bumbu dalam film,” katanya.

Di balik proses syuting, Indah mengaku bersyukur karena mendapat dukungan penuh dari tim produksi. Mengingat lokasi syuting berada jauh dari Indonesia, ia sempat meminta izin agar sang anak bisa ikut menemaninya.

“Alhamdulillah produsernya baik banget. Aku sempat request kalau bisa anakku ikut, didampingi Mbak Ari. Jadi kami bisa tetap bersama selama proses syuting,” tuturnya.

Pengalaman syuting di Melbourne juga menjadi momen yang berkesan bagi keluarga kecilnya. Indah menyebut putranya menikmati suasana lokasi syuting yang beragam, mulai dari hutan hingga kawasan perkotaan.

“Dia senang banget karena set syutingnya menarik-menarik. Ada di hutan, di kota, sekalian eksplor Melbourne. Itu jadi pengalaman yang menyenangkan. Mudah-mudahan suatu hari nanti bisa ke sana lagi,” ungkapnya.

Tak hanya berbicara soal film, Indah juga menceritakan perkembangan sang putra yang kini berusia tiga tahun. Ia mengaku sering dibuat takjub karena anaknya memiliki ucapan dan sikap yang dinilai jauh lebih dewasa dibanding usianya.

“Kadang aku ketawa geli. Dia benar-benar ngomongnya dewasa banget, padahal usianya baru tiga tahun. Itu tidak diajarin, termasuk kata-kata yang sempat viral itu memang keluar begitu saja,” ujarnya.

Menurut Indah, kebiasaan baik yang dimiliki putranya merupakan hasil dari lingkungan keluarga yang selalu berusaha memberikan contoh positif.

“Kalau di rumah kami memang berusaha memberikan contoh yang baik. Dia juga selalu mengucapkan terima kasih. Bahkan kadang aku melihat dia benar-benar seperti duplikat bapaknya, dari ekspresi, cara berdiri, sampai cara bicaranya,” kata Indah sambil tersenyum.

Meski bangga dengan perkembangan sang buah hati, Indah menyadari tantangan sebagai orang tua akan semakin besar. Ia berharap dapat menjadi ibu yang tidak hanya membimbing, tetapi juga menjadi teman bagi anak-anaknya.

“Aku pengennya jadi ibu yang baik dan bisa berteman sama anak-anak. Jangan sampai terlalu dominan sebagai orang tua, karena anak juga manusia yang perlu didengarkan. Harapannya semoga mereka tumbuh menjadi anak yang baik, saleh, pintar, dan jenius,” pungkasnya.

Share this content: