Loading Now

Jennifer Coppen Tak Ingin Kamari Rasakan Luka yang Sama, Trauma Kehilangan Ibu di Usia 17 Tahun

Lambesomplak.com, JAKARTA — Di balik kehidupan Jennifer Coppen sebagai seorang aktris dan ibu muda, tersimpan pengalaman kehilangan yang hingga kini masih membekas. Ia harus kehilangan sang ibu ketika berusia 17 tahun. Pengalaman tersebut kemudian menjadi salah satu ketakutan terbesar Jennifer setelah memiliki putri, Kamari Sky Wassink.

Jennifer mengaku ketakutan terbesarnya bukan semata tentang kematian, melainkan kemungkinan dirinya pergi terlalu cepat sebelum Kamari tumbuh dewasa. Ia menyadari usia manusia merupakan ketentuan Tuhan, tetapi berharap masih diberi kesempatan untuk mendampingi putrinya dalam perjalanan hidup.

“Salah satu ketakutan terbesar aku adalah meninggalkan anak aku,” ujar Jennifer saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Minggu (20/9/2026), sebagaimana dikutip sejumlah media.

Bagi Jennifer, kekhawatiran itu berangkat dari pengalaman pribadi. Ia merasakan sendiri bagaimana beratnya menjalani masa remaja setelah kehilangan seorang ibu.

“Jangan sampai Kamari tuh merasakan juga karena rasanya sangat tidak enak. Tumbuh tanpa seorang ibu,” tuturnya.

Belajar Menjadi Ibu Tanpa Sosok Mama

Kehilangan sang ibu ternyata tidak hanya meninggalkan kesedihan, tetapi juga menghadirkan tantangan ketika Jennifer memasuki fase menjadi seorang ibu.

Ia mengaku harus belajar merawat dan membesarkan anak tanpa sosok ibu kandung yang dapat menjadi tempat bertanya. Kondisi tersebut membuat pengalaman menjadi orang tua terasa lebih berat karena sejumlah hal harus dipelajarinya secara mandiri.

“Menjadi seorang ibu tanpa ibu tuh kayak siapa sih yang ngajarin gue? Bingung,” kata Jennifer.

Pengalaman itulah yang membuat Jennifer semakin memahami arti penting kehadiran seorang ibu bagi seorang anak. Ia ingin memastikan Kamari mendapatkan pendampingan dan kasih sayang selama masa pertumbuhannya.

Menjaga Kesehatan demi Kamari

Ketakutan tersebut juga mendorong Jennifer lebih memperhatikan kesehatan. Ia mengaku berusaha menjaga pola makan dan rutin berolahraga agar tetap sehat serta dapat mendampingi Kamari selama mungkin.

Menurut Jennifer, menjaga kesehatan bukan sekadar persoalan penampilan, tetapi bagian dari tanggung jawabnya sebagai seorang ibu.

“Berusaha untuk selalu olahraga, ngejaga tubuh juga supaya umurnya lebih panjang, supaya nggak gampang sakit karena anak butuh kita,” ujarnya.

Jennifer juga mengungkapkan keinginannya untuk tidak hanya bekerja mengejar kehidupan materi, tetapi suatu hari memiliki lebih banyak waktu bersama Kamari.

Di tengah pengalaman kehilangan yang pernah dialaminya, Jennifer kini mencoba membangun kehidupan dengan perspektif berbeda. Luka masa lalu tidak ingin diwariskan kepada putrinya.

Bagi Jennifer, ketakutan kehilangan bukan alasan untuk hidup dalam kecemasan. Sebaliknya, pengalaman tersebut menjadi pengingat untuk menjaga kesehatan, hadir dalam tumbuh kembang anak, serta memberikan kasih sayang selagi kesempatan itu masih ada.

(***)

Share this content: