Masyarakat hingga Tokoh Adat Dukung Pembangunan K-SIGN Tahap 2 di Rote Ndao
Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) segera melanjutkan pembangunan tahap kedua kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Desa Lakamola, Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur. Program strategis nasional tersebut mendapat dukungan penuh dari masyarakat, tokoh adat, hingga pemerintah desa setempat.
K-SIGN merupakan program yang dirancang untuk memperkuat ketahanan industri garam nasional, mengurangi ketergantungan terhadap impor garam, sekaligus mendorong lahirnya kawasan ekonomi baru berbasis potensi lokal. Kawasan ini dikembangkan secara terintegrasi dari hulu hingga hilir agar mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat.
Dukungan masyarakat terhadap pembangunan tahap kedua K-SIGN ditunjukkan melalui ibadah syukur yang dihadiri pemilik lahan, tokoh masyarakat, ketua suku, Pemerintah Desa Lakamola, perwakilan KKP, serta PT Nindya Karya sebagai pelaksana pembangunan.
Salah seorang warga Desa Lakamola, Madri Baker Lenggu atau yang akrab disapa Papi Lenggu, mengaku bersyukur pembangunan telah memasuki tahap berikutnya. Ia berharap kehadiran kawasan industri garam nasional mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
“Kami bersyukur karena pembangunan sudah memasuki tahap selanjutnya. Lahan yang kami punya bisa digunakan untuk pembangunan K-SIGN. Harapan kami, program ini dapat meningkatkan ekonomi masyarakat Desa Lakamola,” ujarnya.
Dukungan serupa juga disampaikan Ketua Suku Desa Lakamola, Soleman Lotte. Ia menyambut baik masuknya program K-SIGN ke wilayahnya karena dinilai dapat memanfaatkan lahan yang tersedia sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, Kepala Desa Lakamola, Sefnat Daniel Bolla, menegaskan pemerintah desa bersama masyarakat berkomitmen mendukung penuh pembangunan agar berjalan aman, tertib, dan memberikan manfaat jangka panjang.
“Hari ini masyarakat berkumpul dan berdoa atas masuknya program K-SIGN ke desa kami. Ini membuktikan tidak ada hambatan dari masyarakat,” katanya.
Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP, Koswara, mengapresiasi dukungan yang diberikan masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan K-SIGN di Rote Ndao. Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi bukti bahwa program strategis nasional tersebut dibangun melalui semangat gotong royong dan kolaborasi.
“Kami ingin pembangunan ini tidak hanya menghasilkan garam berkualitas, tetapi juga menghadirkan nilai tambah ekonomi, membuka kesempatan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir di Rote Ndao,” ujar Koswara.
KKP menegaskan pembangunan K-SIGN di Rote Ndao akan terus dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, dan mitra pelaksana. Pendekatan kolaboratif tersebut diharapkan mampu memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan lancar sekaligus memberikan dampak sosial dan ekonomi yang nyata bagi masyarakat sekitar.
Share this content:


