Loading Now

Natasha Rizki Luncurkan Buku Puisi Keempat “Madi”, Ungkap Makna Masa Lalu dan Apresiasi Dukungan Desta

Jakarta – Natasha Rizki kembali menghadirkan karya terbarunya melalui buku puisi keempat berjudul Madi. Peluncuran buku tersebut dirayakan dalam sebuah panggung puisi yang dihadiri keluarga, sahabat, serta para pembaca yang selama ini mengikuti perjalanan karya-karyanya.

Dalam kesempatan itu, Natasha mengaku bersyukur melihat antusiasme orang-orang terdekat yang hadir untuk merayakan peluncuran bukunya. Ia juga merasa bahagia karena ketiga anaknya kembali terlibat dalam panggung puisi tersebut.

“Alhamdulillah, senang banget karena ini sudah kedua kalinya mereka ikut panggung puisi. Kebetulan ini juga sudah kedua kalinya aku bikin panggung puisi, jadi senang banget,” ujar Natasha.

Natasha menjelaskan bahwa judul Madi berasal dari bahasa Arab yang berarti “masa lampau”. Menurutnya, setiap orang memiliki perjalanan hidup yang meninggalkan jejak dan pelajaran berharga.

“Pastinya setiap manusia memiliki masa lalunya, punya jejak yang pernah dilalui dan ditinggalkan. Harapannya, yang sudah berlalu bisa menjadi guru. Buku puisi ini berisi kumpulan puisi yang lahir dari peristiwa-peristiwa kehidupan, berdasarkan jejak masa lalu, masa kini, hingga harapan untuk masa depan,” jelasnya.

Dibandingkan tiga buku sebelumnya, Natasha mengatakan Madi hadir dengan gaya bahasa yang lebih sederhana sehingga lebih mudah dipahami pembaca. Ia sengaja mengurangi penggunaan metafora agar makna setiap puisi dapat lebih mudah dicerna.

“Kalau dibandingkan buku sebelumnya, bahasanya lebih sederhana, tidak sebanyak metafora. Kata-katanya lebih simpel sehingga lebih mudah dimaknai,” katanya.

Perubahan juga tampak pada desain sampul buku yang didominasi warna-warna tenang. Natasha menyebut konsep tersebut mencerminkan proses pendewasaan dirinya.

“Cover-nya lebih calm. Harapannya bisa menunjukkan kalau aku sedikit bertumbuh dan lebih dewasa. Lukisannya juga sederhana dengan makna lautan kehidupan yang pernah kita lewati, jalani, dan apa pun yang akan kita hadapi ke depannya,” tuturnya.

Dalam acara tersebut, mantan suaminya, Desta, juga hadir memberikan dukungan. Natasha mengaku tidak pernah meminta secara khusus agar Desta tampil membacakan puisi, namun hal itu dilakukan atas inisiatif sang mantan suami.

“Masya Allah, beliau memang setiap aku bikin acara selalu hadir. Karena kami keluarga dan ada anak-anak juga. Jujur aku nggak minta dia baca, tapi memang dia suka berkarya sendiri. Aku senang dia selalu support apa pun yang aku bikin,” ungkap Natasha.

Natasha juga menegaskan bahwa hubungannya dengan Desta tetap terjalin dengan baik demi menjalankan pola asuh bersama bagi ketiga anak mereka. Menurutnya, komitmen untuk saling mendukung akan terus dijaga meski keduanya telah berpisah.

“Sejauh ini kami menjalani hubungan yang baik. Kami co-parenting dan berkomitmen untuk terus saling support sampai kapan pun. Kami sudah seperti keluarga. Semoga hubungan baik ini terus terjaga,” kata Natasha.

Peluncuran buku Madi menjadi penanda perjalanan kreatif Natasha Rizki yang terus berkembang. Melalui karya terbarunya, ia berharap pembaca dapat menjadikan pengalaman masa lalu sebagai pelajaran sekaligus menemukan makna baru dalam setiap perjalanan kehidupan.

Share this content: