Ruben Onsu Akui Mediasi dengan Sarwendah Berjalan Positif, Masih Berlanjut
Jakarta – Presenter Ruben Onsu akhirnya buka suara usai menjalani proses mediasi dalam perkara perdata yang melibatkan dirinya dan mantan istrinya, Nathalie? (Catatan: berdasarkan pernyataan yang Anda lampirkan, pihak yang dimaksud adalah Sarwendah, bukan Nathalie.) Ruben menegaskan bahwa proses mediasi berjalan kondusif dan masih akan berlanjut.
Menurut Ruben, komunikasi dalam mediasi tidak dilakukan secara langsung antara dirinya dengan Sarwendah. Seluruh pembicaraan difasilitasi oleh mediator yang ditunjuk pengadilan.
“Jadi memang obrolan yang ditengahkan oleh hakim, tidak langsung kita berdua. Apa yang saya sampaikan, dari pihak Sarwendah juga menyampaikan melalui perantara, tidak secara langsung,” ujar Ruben.
Meski belum menghasilkan kesepakatan final, Ruben mengaku bersyukur proses mediasi masih berlangsung dengan suasana yang baik. Ia berharap seluruh proses dapat membawa hasil terbaik bagi kedua belah pihak.
“Insya Allah semuanya kita pengen yang terbaik. Tidak ada yang ingin semuanya tidak baik. Mudah-mudahan Allah mudahkan semuanya,” katanya.
Ruben juga memastikan bahwa masih akan ada agenda mediasi lanjutan. Ia meminta semua pihak bersabar karena seluruh proses membutuhkan waktu dan tidak bisa diselesaikan secara instan.
“Masih ada lagi mediasi berikutnya. Semuanya berproses, tidak semuanya sekarang langsung selesai dan berubah,” ungkapnya.
Kuasa Hukum: Hanya Ruben, Sarwendah, dan Mediator yang Tahu Isi Pembicaraan
Sementara itu, kuasa hukum Ruben menjelaskan bahwa selama mediasi berlangsung, para pengacara diminta keluar dari ruang mediasi. Dengan demikian, pembahasan hanya diketahui oleh Ruben, Sarwendah, dan mediator.
Menurutnya, mediasi pertama berlangsung sekitar 30 menit. Namun, isi pembicaraan belum disampaikan kepada tim kuasa hukum karena masih bersifat rahasia.
“Yang mengetahui isi pembicaraan hanya para prinsipal dan mediator. Kami hanya diberi tahu bahwa akan ada mediasi kedua pada tanggal 6 Agustus,” jelasnya.
Ia menambahkan, menjelang mediasi berikutnya, masing-masing kuasa hukum akan berdiskusi dengan kliennya untuk mempersiapkan langkah selanjutnya.
Peluang Bertemu di Luar Pengadilan Dinilai Kecil
Kuasa hukum Ruben juga mengungkapkan bahwa untuk sementara peluang mediasi di luar persidangan dinilai sudah tertutup. Hal itu berkaitan dengan batalnya rencana pertemuan pada 11 Juli setelah gugatan terkait hak asuh anak diajukan.
“Untuk sementara ini opsi bertemu di luar persidangan atau di luar proses mediasi sudah tidak memungkinkan. Semua akan difokuskan dalam proses yang berjalan di pengadilan,” ujarnya.
Bantah Isu Kredit Macet dan Debt Collector
Dalam kesempatan yang sama, kuasa hukum Ruben turut menanggapi isu mengenai dugaan kredit bermasalah hingga kedatangan debt collector ke rumah Ruben.
Ia menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan konfirmasi langsung kepada bank terkait dan memperoleh penjelasan bahwa proses kredit masih dalam tahap penyelesaian.
“Kalau memang ada surat peringatan sampai calling lima, mana buktinya? Ruben sendiri tidak pernah menerima surat seperti itu,” katanya.
Kuasa hukum juga membantah adanya penugasan debt collector dari pihak bank. Berdasarkan penjelasan bank, apabila kredit memasuki tahap lelang jaminan, mekanisme yang dilakukan adalah melalui surat resmi, pemberitahuan, dan proses lelang sesuai prosedur, bukan dengan mengirim sejumlah orang ke rumah nasabah.
Karena itu, pihak Ruben meminta semua pihak tidak menggiring opini yang belum didukung fakta.
“Kita boleh berbicara apa saja, tetapi harus berdasarkan fakta. Kami sudah melakukan konfirmasi kepada pihak bank, jadi jangan memperbesar sesuatu yang tidak dilandaskan pada fakta,” tutup kuasa hukum Ruben.
Share this content:


