Sally Giovanny Ingin Batik Trusmi Makin Mendunia, Sri Bahlil Ajak Masyarakat Bangga Pakai Produk Lokal
Jakarta – Batik Trusmi kembali mencuri perhatian lewat peragaan busana dalam ajang Indonesia Fashion Week (IFW). Lewat koleksi terbarunya, Batik Trusmi menghadirkan perpaduan kebaya modern dengan motif batik khas Cirebon yang dikemas lebih segar dan menyasar berbagai kalangan, termasuk generasi muda.
Founder Batik Trusmi, Sally Giovanny, mengungkapkan rasa syukurnya setelah fashion show berlangsung sukses. Ia juga merasa terhormat karena mendapat dukungan langsung dari Sri Bahlil, yang hadir menyaksikan koleksi terbaru Batik Trusmi.
“Alhamdulillah, suatu kehormatan bagi kami karena Ibu Sri Bahlil hadir dan memberikan dukungan. Ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus berinovasi,” ujar Sally.
Sementara itu, Sri Bahlil mengaku terkesan dengan seluruh rangkaian koleksi yang ditampilkan. Menurutnya, Batik Trusmi berhasil menghadirkan warna-warna yang beragam dengan desain yang mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan identitas batik Indonesia.
“Saya sangat mengapresiasi Batik Trusmi yang selalu berinovasi. Koleksi terbarunya luar biasa, warnanya cantik dan sangat bervariasi. Semoga Batik Trusmi semakin sukses dan terus hadir di berbagai event, baik di dalam maupun luar negeri,” kata Sri Bahlil.
Ia juga mengaku menyukai konsep kebaya yang dipadukan dengan batik. Menurutnya, inovasi tersebut membuat batik semakin mudah diterima oleh berbagai kalangan.
Sally menjelaskan, koleksi terbaru memang dirancang agar dapat dikenakan oleh semua usia. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menghadirkan model seperti jaket bomber bermotif batik untuk menarik minat Generasi Z.
“Kami ingin batik bisa dipakai semua kalangan, termasuk Gen Z. Karena itu kami menghadirkan berbagai model yang lebih modern agar anak muda juga bangga mengenakan batik,” jelasnya.
Untuk tren 2026, Sally mengungkapkan Batik Trusmi akan mengusung konsep yang lebih berwarna. Ia ingin menghadirkan nuansa ceria melalui pilihan warna-warna cerah, sekaligus tetap mempertahankan kekayaan motif tradisional.
“Kami ingin lebih colorful supaya tampil lebih hidup dan bergairah. Salah satunya dengan menghadirkan inspirasi bunga teratai khas Cirebon dan berbagai variasi motif batik,” ujarnya.
Tak hanya mengembangkan motif khas Cirebon seperti Mega Mendung, Sally mengatakan Batik Trusmi kini mulai mengeksplorasi motif dari berbagai daerah di Indonesia. Ia mengaku terinspirasi untuk menghadirkan motif Papua, mulai dari cenderawasih hingga unsur budaya lokal lainnya, sebagai bagian dari semangat Nusantara.
“Kami ingin membawa motif dari Sabang sampai Merauke. Jadi bukan hanya batiknya, tetapi juga kebaya dengan sentuhan motif daerah agar kekayaan budaya Indonesia semakin dikenal,” katanya.
Selain itu, Batik Trusmi juga menghadirkan aksesori pendukung seperti tas handmade dengan sentuhan motif batik. Seluruh koleksi yang ditampilkan merupakan batik tulis yang dapat dipesan dalam berbagai pilihan warna sesuai kebutuhan pelanggan.
Di akhir perbincangan, Sally berharap Batik Trusmi dapat terus berkembang dan semakin memberdayakan para perajin batik di berbagai daerah. Ia optimistis inovasi yang terus dilakukan akan membawa Batik Trusmi semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional, sekaligus memperkuat kecintaan masyarakat terhadap produk buatan Indonesia.
Share this content:


