Tak hanya menyajikan ketegangan, film ini juga membangun misteri secara perlahan dari awal hingga akhir cerita. Elemen horor khas Korea yang mencekam dipadukan dengan kepercayaan tentang dunia gaib, menciptakan atmosfer dingin dan penuh ancaman. Sementara itu, drama romantis cinta segitiga menjadi lapisan emosi yang memperkuat perjalanan batin para karakter.

Proses produksi film ini dilakukan langsung di Korea Selatan, dengan memanfaatkan berbagai lokasi ikonik yang menghadirkan visual memukau sekaligus nuansa misterius. Penampilan para aktor Korea Selatan turut memberikan sentuhan autentik yang memperkaya pengalaman sinematik film ini.

Produser Eksekutif Heart Pictures, Herty Purba, menyebut keterlibatan para talenta muda menjadi kekuatan utama film ini. Ia berharap kehadiran “Tolong Saya! (Dowajuseyo)” dapat memberi warna baru bagi perfilman horor Tanah Air.

“Kami menyajikan film horor yang berbeda dari film-film horor yang sudah ada,” ujar Herty Purba, pada press screening di XX1 Epicentrum, Jakarta, Rabu (21/1/2026).

Sementara itu, Saskia Chadwick mengaku perannya sebagai Tania menjadi pengalaman penting dalam perjalanan karier aktingnya. Ia menyebut banyak pelajaran berharga yang didapat selama proses persiapan hingga syuting film tersebut selama di Korea.

Hal senada disampaikan Kim Geba, yang merasa bersyukur dapat terlibat dalam proyek layar lebar pertamanya melalui film ini. Menurutnya, pengalaman bermain dalam “Tolong Saya! (Dowajuseyo)” semakin menumbuhkan kecintaannya pada dunia seni peran.

Dengan perpaduan horor, romansa, dan drama emosional yang kuat, “Tolong Saya! (Dowajuseyo)” diharapkan mampu menghadirkan pengalaman menonton yang berbeda bagi penikmat film Indonesia.

Film ini akan mulai tayang serentak di bioskop Tanah Air pada 29 Januari 2026.