Loading Now

Ruben Onsu Kenang Momen Berdoa di Depan Ka’bah, Pilih Pasrahkan Segalanya kepada Allah

Jakarta – Presenter Ruben Onsu membagikan kisah di balik perjalanan umrah terbarunya. Menurut Ruben, setiap kali mendapat kesempatan mengunjungi Tanah Suci, selalu ada pengalaman dan pelajaran hidup yang berbeda.

Ruben mengaku tak pernah menyangka kembali dipanggil Allah untuk menunaikan ibadah umrah. Ia pun memilih mensyukuri setiap perjalanan hidup yang telah diberikan kepadanya.

“Jalan cerita Allah kan kita enggak ada yang tahu.

Sampai akhirnya bisa kembali ke Ka’bah. Buat aku semuanya sudah diatur sama Allah. Jadi sekarang lebih banyak bersyukur dan lebih banyak berterima kasih,” kata Ruben.

Ayah tiga anak itu mengatakan, selama berada di depan Ka’bah ia memanfaatkan momen tersebut untuk memanjatkan doa-doa terbaik. Ia berharap seluruh urusannya dipermudah dan diberikan ketenangan hati.

“Di depan Ka’bah ya doanya yang baik-baik. Minta dimudahkan semuanya dan semoga Allah melembutkan hati yang keras,” tuturnya.

Ruben juga menceritakan pengalamannya menghadapi cuaca ekstrem saat menjalankan ibadah. Meski suhu di Arab Saudi mencapai sekitar 50 derajat Celsius, ia mengaku tidak terlalu merasakan panas karena fokus beribadah.

“Saya baru sadar setelah selesai ibadah, handphone sampai panas. Tapi selama ibadah benar-benar enggak terasa karena menikmati semuanya,” ujarnya.

Tak hanya itu, Ruben mengaku kini sudah lebih siap menjalankan ibadah umrah dibanding perjalanan sebelumnya. Ia bahkan mulai terbiasa mengurus berbagai keperluan sendiri berkat pengalaman yang dimiliki.

Selama berada di Tanah Suci, Ruben juga mengaku tidak lagi memikirkan penampilan. Baginya, waktu yang dimiliki lebih baik digunakan untuk memperbanyak ibadah daripada hal-hal lain.

“Saya di sana enggak mikirin penampilan. Fokusnya salat, ibadah, istirahat, lalu kembali lagi ke masjid. Waktunya cepat sekali berlalu,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ruben juga mengisahkan pertemuannya dengan sahabatnya, Ivan Gunawan, yang sama-sama sedang menjalankan ibadah umrah. Meski berangkat dalam waktu yang berdekatan, keduanya justru lebih sering bertemu secara tidak sengaja di sekitar Ka’bah.

“Ketemunya bukan janjian. Kadang saya lewat, Igun ada di Ka’bah, saya mampir. Atau sebaliknya. Yang dirindukan memang suasana ibadahnya,” jelas Ruben.

Bagi Ruben, setiap perjalanan umrah memiliki makna yang berbeda. Karena itu, ia berharap masih diberikan kesehatan dan umur panjang agar bisa kembali menjadi tamu Allah di masa mendatang.

“Setiap perjalanan umrah pasti punya cerita yang berbeda. Mudah-mudahan kalau Allah kasih kesempatan lagi, perjalanan berikutnya juga membawa pelajaran yang baru,” tutup Ruben.

Share this content: