Loading Now

Ruth Garcia Rilis “Tak Ingin Salahkan Cinta”, Angkat Kisah Orang Ketiga dari Sudut Pandang Tak Biasa

Jakarta – Penyanyi muda Ruth Garcia kembali melanjutkan perjalanan musikalnya dengan merilis single terbaru bertajuk “Tak Ingin Salahkan Cinta”.

Berbeda dari dua lagu sebelumnya, “Oh Cinta” dan “Belah Hati”, lagu anyar ini menawarkan sudut pandang yang lebih kompleks tentang sebuah hubungan yang dihantam perselingkuhan.

Lewat “Tak Ingin Salahkan Cinta”, Ruth menghadirkan cerita dari perspektif seorang perempuan yang memilih memahami perempuan lain yang menjadi orang ketiga dalam hubungannya. Alih-alih dipenuhi kemarahan, lagu ini justru menjadi surat terbuka yang sarat empati, meski tetap menyimpan luka yang mendalam.

“Lagu ini layaknya plot twist dalam sebuah kejadian.

Kadang cinta nggak mulus jalannya. Banyak konflik dan twist,” ujar Ruth Garcia mengenai karya terbarunya yang menjadi bagian dari rangkaian EP yang tengah dipersiapkan.

Ide tersebut lahir dari berbagai kisah yang didengar Ruth, pengalaman menonton film, hingga pengalaman pribadinya di masa lalu. Semua itu kemudian dirangkai menjadi sebuah cerita yang lebih universal.

“Aku banyak dengar cerita ini dari orang lain, aku nonton film dengan kisah sama, bahkan dulu juga ada masanya aku di posisi itu. Semuanya aku rangkum jadi sebuah cerita general dengan sudut pandang yang jarang diangkat, yaitu memaafkan dan memahami wanita yang jadi orang ketiga,” ungkapnya.

Meski mengedepankan sikap memahami, Ruth menegaskan bahwa tokoh dalam lagu tersebut tetap merasakan sakit hati. Baginya, memahami seseorang bukan berarti menghapus luka yang ada.

“Di lagu ini aku nggak sedang marah atau menyalahkan siapa-siapa, tapi bukan berarti aku nggak terluka. Aku ingin menunjukkan bahwa seseorang bisa memilih menjadi the bigger person dengan mencoba memahami sudut pandang orang lain, meski dirinya sendiri sedang tersakiti,” katanya.

Konsep tersebut juga diterjemahkan dalam teknik vokal yang berbeda dari lagu-lagu bertema perselingkuhan pada umumnya. Ruth memilih menyampaikan emosi secara lebih tenang, tanpa ledakan kemarahan.

“Saat rekaman, aku nggak ingin terdengar terlalu marah atau terlalu emosional. Aku ingin terdengar seperti seseorang yang sedang berbicara dari hati ke hati, bukan sedang meluapkan amarah,” jelasnya.

Proses rekaman lagu ini pun menjadi pengalaman emosional bagi Ruth. Ia mengaku membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk menenangkan diri sebelum mulai merekam vokalnya karena terlalu larut dalam suasana lagu.

“Selama recording aku butuh satu jam untuk menenangkan tangisan dulu karena kebawa suasana dan sedihnya saat masuk ke lagu ini,” kenangnya.

Dari sisi musikalitas, “Tak Ingin Salahkan Cinta” tetap mempertahankan warna pop retro yang telah menjadi ciri khas Ruth sejak debut. Nuansa musik era 1990-an hingga awal 2000-an masih menjadi benang merah yang ingin ia hadirkan dalam setiap karyanya.

“Aku ingin mengangkat tema nostalgia untuk lagu-laguku agar pendengar bisa ditarik lagi ke era 90-2000-an,” tutur Ruth.

Single ini ditulis bersama Kaleb J dan Belanegara Abe yang juga kembali dipercaya sebagai produser. Menurut Ruth, keduanya banyak membantu mengarahkan penghayatan emosional selama proses rekaman sehingga pesan lagu dapat tersampaikan secara lebih mendalam.

Pada akhirnya, “Tak Ingin Salahkan Cinta” menjadi refleksi kedewasaan Ruth dalam memandang sebuah hubungan. Ia percaya kehidupan tidak selalu berjalan dalam hitam dan putih, sehingga tidak semua rasa sakit harus berakhir dengan mencari pihak yang patut disalahkan.

“Mungkin karena semakin bertambah usia, aku semakin sadar kalau hidup nggak selalu hitam dan putih. Nggak semua orang yang menyakiti kita adalah orang jahat, dan nggak semua keadaan sesederhana siapa yang benar dan siapa yang salah. Aku belajar bahwa kadang kita nggak akan menemukan ketenangan kalau terus mencari siapa yang harus disalahkan. Lagu ini lahir dari pemikiran itu,” tutup Ruth.

Share this content: