Lisa Mariana Buka Suara soal Sengketa dengan Brand, Pilih Serahkan Proses Hukum ke Kuasa Hukum
Jakarta – Selebgram Lisa Mariana akhirnya angkat bicara mengenai polemik yang melibatkan dirinya dengan sebuah brand. Dalam keterangannya kepada awak media, Lisa memilih untuk tidak banyak berkomentar mengenai berbagai isu yang tengah ramai diperbincangkan dan menyerahkan penjelasan lebih lanjut kepada kuasa hukumnya.
Saat ditanya mengenai dukungannya terhadap figur bernama Koruben. Lisa mengaku hanya memberikan dukungan secara pribadi karena pernah menerima bantuan dari yang bersangkutan di dunia hiburan.
“Aku nggak tahu deh perihal itu. Yang jelas menurut aku nggak bisa dibenarkan ngatain atau menghina orang. Aku ngepro ke Koruben karena dia baik aja dan pernah support aku di bidang entertain. Udah itu aja, nggak lebih, nggak kurang,” ujar Lisa.
Ketika disinggung soal sejumlah artis yang disebut mendukung langkah hukum Koruben terhadap anak-anaknya, Lisa memilih irit bicara.
“No comment. Saat ini aku belum mereset semuanya, belum tahu beritanya seperti apa. Aku takut salah ngomong dan nanti dipelintir,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Lisa juga menanggapi pertanyaan mengenai hubungannya dengan sebuah brand yang disebut pernah bekerja sama dengannya untuk endorsement. Ia mengaku memang sempat menjalin kerja sama, namun kemudian meminta pengembalian dana atau refund karena menganggap barang yang diterimanya tidak sesuai.
Lisa mengklaim persoalan tersebut sebenarnya telah diselesaikan secara baik-baik. Bahkan, ia mengaku sempat mengembalikan sebagian dana refund.
“Memang waktu itu aku mengajukan refund. Dari Rp10 juta aku mengembalikan Rp2 juta. Tapi besoknya dia langsung melaporkan dan menggelar konferensi pers. Jadi aku nggak tahu maunya apa,” tuturnya.
Menurut Lisa, perkara tersebut telah berlangsung selama sekitar satu tahun. Karena itu, ia memilih menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada kuasa hukumnya, Bang John Boy Nababan, serta aparat penegak hukum.
“Sudah satu tahun lamanya. Aku sudah nggak bisa sabar. Jadi nanti biar Bang John Boy Nababan dan pihak yang berwajib yang melanjutkan hal ini. Aku nggak bisa bicara banyak,” ucapnya.
Lisa juga membantah tudingan yang menyebut dirinya berpura-pura hidup mewah. Ia menegaskan memiliki aset yang dibeli secara tunai.
“Aku punya BPKB, aku beli mobil cash, rumah aku juga nggak nyewa,” tegasnya.
Menanggapi kabar mengenai surat pemanggilan kepolisian, Lisa mengatakan dirinya bersikap kooperatif dengan mendatangi Polres Jakarta Timur sebagai bentuk penghormatan terhadap institusi kepolisian.
“Kita datang bukan karena takut sama dia, tapi karena menghormati institusi kepolisian. Memang ada dua laporan, dan satu laporan itu tidak memenuhi unsur sehingga tidak diterima. Yang diterima nilainya sekitar Rp2,7 juta,” jelasnya.
Lisa menilai nominal kerugian dalam laporan tersebut seharusnya masih dapat diselesaikan secara baik-baik. Ia juga menyebut kemungkinan adanya human error dalam pengelolaan toko online.
“Namanya buka online shop, human error pasti bisa terjadi ketika lagi ramai-ramainya. Lisa masih bisa tanggung jawab,” ujarnya.
Tak hanya itu, Lisa juga melontarkan klaim bahwa pihak yang melaporkannya diduga memiliki persoalan lain, termasuk dugaan arisan bermasalah yang menurutnya menimbulkan kerugian hingga ratusan juta rupiah. Namun, ia memilih belum mengungkap seluruh informasi tersebut ke publik.
“Nanti ada saatnya aku buka semuanya,” katanya.
Terkait perkembangan perkara hukum yang berjalan, Lisa kembali menegaskan bahwa seluruh penjelasan akan disampaikan oleh kuasa hukumnya.
“Kalau masalah hukum aku tidak bisa menjelaskan secara rinci. Biar nanti lawyer aku, Bang John Boy Nababan, yang menjelaskan cerita-ceritanya,” tutup Lisa.
Hingga berita ini ditulis, pihak brand yang disebut dalam pernyataan Lisa belum memberikan tanggapan atas berbagai klaim tersebut.
Share this content:


