Loading Now

Achmad Megantara dan Indah Permatasari Bangun Chemistry Secara Profesional demi Adegan Emosional di Film Terbaru

Jakarta – Achmad Megantara dan Indah Permatasari berbagi cerita mengenai proses membangun chemistry dalam proyek film terbaru mereka yang menghadirkan kisah penuh emosi. Keduanya mengaku harus menjalani proses yang cukup intens sejak tahap reading hingga syuting di Australia agar mampu menampilkan hubungan antarkarakter secara meyakinkan.

Indah Permatasari mengatakan proyek ini memiliki tantangan besar, bukan hanya dari sisi akting, tetapi juga karena cerita dan lagu tema film yang sama-sama sarat emosi.

“Menurut aku, lagunya berat banget, artinya juga berat, sama seperti jalan cerita filmnya. Challenge di film ini banyak sekali,” ujar Indah.

Meski baru pertama kali dipasangkan dalam satu proyek, Indah dan Achmad memilih membangun chemistry secara profesional. Menurut Indah, keduanya hanya meningkatkan intensitas komunikasi ketika memang dibutuhkan untuk kebutuhan adegan.

“Kita profesional saja. Kalau memang dibutuhkan lebih intens, ya kita coba lebih intens. Pertemanan kita juga baik-baik saja,” katanya.

Achmad Megantara menambahkan setiap adegan memiliki pendekatan yang berbeda. Saat adegan santai, mereka menikmati proses syuting dengan suasana yang ringan. Namun ketika memasuki adegan emosional, ia memahami bahwa Indah membutuhkan ruang untuk mendalami karakter.

“Kalau scene santai ya kita santai. Tapi kalau scene berat, kadang Indah butuh waktu sendiri. Kita kasih dia space supaya bisa memaksimalkan karakternya. Tapi ada juga momen di mana kita harus banyak komunikasi supaya scene itu berhasil,” jelas Megantara.

Keduanya mengungkapkan proses reading berlangsung sangat detail. Bersama sutradara dan acting coach Joko, mereka banyak berdiskusi mengenai motivasi karakter, alur cerita, hingga alasan di balik setiap tindakan tokoh.

“Kita banyak mempertanyakan skenario, kenapa karakternya seperti ini, kenapa mengambil keputusan itu. Dari situ muncul ruang diskusi yang menurut kami penting agar karakter terasa lebih hidup,” kata Indah.

Syuting di Australia Penuh Tantangan

Selain tantangan akting, pengalaman syuting di Melbourne, Australia, menjadi salah satu kenangan yang paling berkesan bagi seluruh pemain.

Indah mengaku menikmati suasana syuting karena hanya empat pemeran utama yang berangkat sehingga hubungan mereka semakin erat.

“Syuting di Australia menyenangkan banget. View-nya luar biasa, teman-temannya seru, jadi benar-benar terasa connecting satu sama lain,” ungkapnya.

Namun, syuting di Negeri Kanguru juga tidak mudah. Para pemain harus beradaptasi dengan aturan kerja yang berbeda dibanding Indonesia, termasuk durasi kerja yang lebih ketat dan sistem produksi yang mengharuskan seluruh kru bekerja sangat efisien.

“Di sana semua harus saling membantu. Kerja sama pemain, kru, dan sutradara benar-benar diuji karena aturan syutingnya berbeda,” tutur Indah.

Achmad juga mengingat bagaimana cuaca musim dingin menjadi tantangan tersendiri, terutama saat menjalani adegan emosional di tepi dermaga.

“Australia lagi winter waktu itu. Anginnya kencang banget. Aku sama Om Jemmy sampai benar-benar nahan supaya enggak menggigil saat adegan emosi. Padahal dinginnya luar biasa,” kenangnya.

Adegan Pingsan yang Dikira Kejadian Sungguhan

Salah satu pengalaman paling unik terjadi ketika mereka merekam adegan Santun yang pingsan di lokasi yang cukup sepi.

Dalam adegan tersebut, Achmad berteriak meminta tolong sesuai kebutuhan skenario. Tak disangka, beberapa warga sekitar mengira kejadian itu benar-benar nyata dan langsung datang memberikan bantuan.

“Aku teriak ‘tolong, tolong’ sesuai adegan. Tiba-tiba benar-benar ada orang datang buat nolong. Mereka enggak tahu kalau itu lagi syuting,” cerita Achmad sambil tertawa.

Menurutnya, momen spontan itu justru membuat adegan terasa semakin natural. Meski begitu, keputusan apakah rekaman tersebut akan digunakan sepenuhnya tetap berada di tangan sutradara.

Film ini menjalani proses syuting di Australia selama sekitar 10 hingga 11 hari pada Agustus tahun lalu. Setelah melalui proses pascaproduksi, film tersebut dijadwalkan tayang pada September mendatang dengan menawarkan drama emosional yang dibalut pemandangan indah Melbourne serta hubungan antarkarakter yang menjadi kekuatan utama cerita.

Share this content: