Loading Now

Kiki TBA Akui Jadi Lebih Peduli pada Sahabat Usai Bintangi Film Senyum Raya Tuhan

Jakarta – Aktor Kiki TBA mengungkapkan pengalaman membintangi film Senyum Raya Tuhan membawa perubahan dalam kehidupan pribadinya. Bukan hanya mendalami karakter di depan kamera, Kiki mengaku film tersebut membuatnya lebih peduli terhadap teman-teman di sekitarnya.

Menurut Kiki, sebelum terlibat dalam proyek ini ia bukan sosok yang terbiasa menghubungi teman hanya untuk sekadar menanyakan kabar. Namun setelah proses syuting selesai, kebiasaannya berubah.

“Sebenarnya saya bukan tipe orang yang sering mengecek kabar teman-teman. Tapi setelah syuting film ini selesai, saya jadi lebih sering menghubungi mereka, sekadar bertanya kabar atau menelepon tiga sampai lima menit sebelum tidur untuk memastikan mereka baik-baik saja,” ujarnya.

Ia mengatakan, pesan sederhana seperti memastikan kondisi seseorang ternyata memiliki makna yang besar. Dari film tersebut, Kiki belajar bahwa kehadiran seorang sahabat bisa menjadi penopang saat seseorang sedang menghadapi masa sulit.

“Bukan berarti setiap saat harus menjaga atau mengawasi teman. Tapi setidaknya kita punya satu orang yang tetap ada, yang memahami kita apa adanya, baik kelebihan maupun kekurangan kita,” katanya.

Tantangan Mengadaptasi Esai Habib Jafar

Dalam kesempatan itu, Kiki juga berbagi cerita mengenai tantangan menghidupkan kisah yang diangkat dari buku karya Habib Jafar. Berbeda dengan novel yang memiliki alur cerita utuh, buku tersebut berupa kumpulan esai sehingga proses adaptasinya membutuhkan pendekatan yang berbeda.

Menurutnya, tantangan terbesar adalah menerjemahkan gagasan dalam buku menjadi sebuah film yang tetap mampu menyentuh emosi penonton.

“Yang paling menantang adalah bagaimana orang yang sudah membaca bukunya kemudian bisa menerima ketika ceritanya hadir dalam bentuk film, dengan konflik seorang ibu yang meninggalkan anak dan perjuangan seorang anak menghadapi persoalan hubungan beda agama,” jelasnya.

Kiki mengungkapkan, selama proses pengembangan karakter ia bersama para pemain dan sutradara banyak berdiskusi untuk menemukan bentuk penyampaian cerita yang paling tepat.

“Kami sering berdiskusi soal karakter, dialog, sampai bagaimana adegan tertentu akan dimainkan. Semua dilakukan supaya pesan filmnya benar-benar sampai.”

Terkesan dengan Kerendahan Hati Habib Jafar

Kiki juga memuji sosok Habib Jafar yang dinilainya sangat terbuka selama proses produksi. Meski menjadi sosok di balik karya yang diadaptasi ke layar lebar, Habib Jafar tetap rendah hati dan membuka ruang diskusi dengan para pemain.

“Beliau sangat humble. Bahkan sempat bilang ini film pertamanya, jadi minta dibantu. Buat saya, kerendahan hati itu membuat kami semua jadi semangat untuk ikut memberikan yang terbaik.”

Menurut Kiki, banyak percakapan dengan Habib Jafar yang justru membantunya memahami nilai-nilai yang ingin disampaikan film, meski tidak semuanya tertuang secara langsung di dalam naskah.

“Dari diskusi itu saya menangkap DNA dari karakter dan pesan yang ingin disampaikan. Film ini bukan untuk menggurui siapa pun, tapi menjadi bahan refleksi dan ruang diskusi.”

Sudah Syuting Sejak 2025

Kiki juga meluruskan anggapan bahwa dirinya baru kembali aktif bermain film tahun ini. Ia menjelaskan, proses syuting Senyum Raya Tuhan sebenarnya sudah dilakukan sejak 2025 dan baru dirilis setelah melalui proses pascaproduksi yang cukup panjang.

“Bukan karena saya sengaja comeback. Memang kebetulan tawaran film datang lagi, dan film ini sendiri syutingnya sudah sejak 2025. Jadi sekarang baru waktunya bertemu penonton.”

Dibuat Penasaran Reaksi Ari Irham

Meski belum sempat menonton versi final film tersebut, Kiki mengaku semakin penasaran setelah mendengar reaksi lawan mainnya, Ari Irham.

Ia menceritakan Ari sempat menghubunginya setelah menyaksikan film tersebut dan mengaku sangat tersentuh.

“Ari bilang dia sampai nangis dan speechless setelah nonton. Katanya materinya bagus banget. Biasanya dia bukan orang yang mudah menangis saat menonton film, tapi kali ini berbeda.”

Mendengar cerita itu, Kiki berharap Senyum Raya Tuhan dapat memberikan pengalaman emosional yang sama kepada penonton.

“Kalau sebuah film masih terus dipikirkan setelah selesai ditonton, berarti ada sesuatu yang berhasil disampaikan. Semoga film ini bisa menjadi bahan renungan dan membawa pesan yang baik untuk banyak orang,” tutupnya.

Share this content: