BRI Pasar Minggu Hadirkan Manfaat TJSL untuk Jamaah Masjid Jami Al-Fajri
JAKARTA — Kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat di sekitar wilayah operasional terus menjadi bagian dari kontribusi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Salah satu bentuk kepedulian tersebut diwujudkan melalui dukungan Program BRI Peduli TJSL untuk pengembangan sarana dan prasarana Masjid Jami Al-Fajri, Kelurahan Pejaten Barat, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Program tersebut memiliki nilai anggaran sebesar Rp414.949.500. Dukungan ini diarahkan untuk meningkatkan berbagai fasilitas Masjid Jami Al-Fajri agar dapat menunjang aktivitas ibadah sekaligus kegiatan sosial dan kemasyarakatan yang berlangsung di lingkungan masjid.
Pemimpin Cabang BRI Pasar Minggu, Yanuar Akademikus Arbifirdaus, menegaskan bahwa sinergi antara BRI dan masyarakat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program TJSL.
Menurutnya, keberadaan program tersebut merupakan salah satu bentuk kontribusi perusahaan untuk ikut mengambil bagian dalam memenuhi kebutuhan sosial masyarakat, khususnya di sekitar wilayah operasional BRI.
“BRI terus bersinergi dengan masyarakat dalam mewujudkan Program BRI Peduli TJSL/CSR untuk pengembangan sarana dan prasarana Masjid Jami Al-Fajri,” ujar Yanuar Akademikus Arbifirdaus, Pemimpin Cabang BRI Pasar Minggu, dalam sambutannya pada Rabu, 26 Agustus 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Yanuar juga menyerahkan hasil program TJSL kepada H. Tatang Hidayat, SH, selaku Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Jami Al-Fajri.
Adapun sejumlah pekerjaan yang menjadi bagian dari pengembangan fasilitas masjid meliputi Pekerjaan Gapura Utama 1, Gapura 2, pagar dan bak bunga, fasilitas multimedia, serta pekerjaan kaca warna dan kaca patri.
Pengembangan tersebut tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga mencakup penataan lingkungan serta penyediaan fasilitas pendukung yang dapat menunjang kenyamanan dan aktivitas jamaah.
Pembangunan gapura, misalnya, diharapkan dapat memperkuat tampilan sekaligus identitas kawasan masjid. Sementara itu, pembangunan pagar dan bak bunga mendukung penataan lingkungan agar kawasan masjid menjadi lebih rapi, tertata, dan nyaman bagi masyarakat.
Fasilitas multimedia juga diharapkan dapat menunjang berbagai kegiatan di lingkungan masjid, mulai dari penyampaian informasi, pengajian, kajian keagamaan, hingga kegiatan kemasyarakatan.
Sementara pekerjaan kaca warna dan kaca patri memberikan sentuhan estetika pada bangunan masjid. Dengan demikian, pengembangan fasilitas tidak hanya mempertimbangkan aspek fungsi, tetapi juga nilai keindahan dan karakter arsitektur bangunan.
Ketua DKM Masjid Jami Al-Fajri, H. Tatang Hidayat, SH, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan BRI melalui program TJSL tersebut. Menurutnya, bantuan tersebut menjadi bagian penting dalam proses pengembangan fasilitas masjid.
“Dengan adanya dukungan TJSL, fasilitas yang dibangun diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh jamaah dan masyarakat sekitar,” ujar Tatang.
Masjid memiliki posisi strategis sebagai ruang ibadah sekaligus ruang interaksi sosial masyarakat. Karena itu, peningkatan fasilitas masjid diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas, terutama ketika fasilitas tersebut dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan keagamaan, pendidikan, sosial, dan kemasyarakatan.
Program BRI Peduli TJSL di Masjid Jami Al-Fajri juga mencerminkan upaya perusahaan dalam membangun hubungan yang semakin dekat dengan masyarakat melalui pelaksanaan tanggung jawab sosial dan lingkungan.
Yanuar berharap dukungan tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan tidak berhenti pada pembangunan sarana fisik semata.
“Melalui sinergi antara BRI, pengurus DKM, dan masyarakat, pengembangan Masjid Jami Al-Fajri diharapkan tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi berlanjut pada pemanfaatan fasilitas secara berkelanjutan untuk kepentingan jamaah dan masyarakat Pejaten Barat,” harap Yanuar.
Share this content:


