Di Tengah Polemik Raffi Ahmad, Putra Siregar Tekankan Pentingnya Menempatkan Orang Sesuai Keahlian
Jakarta – Pengusaha sekaligus sahabat dekat Raffi Ahmad, Putra Siregar, memberikan dukungan penuh kepada Raffi yang belakangan menjadi sorotan publik.
Menurut Putra, kritik yang diterima Raffi merupakan konsekuensi sebagai figur publik yang kini juga berkecimpung di dunia politik.
Putra mengaku prihatin karena nama Raffi Ahmad terus menjadi perbincangan dan kerap dikaitkan dengan berbagai isu yang berkembang di masyarakat. Meski begitu, ia memastikan akan terus memberikan dukungan dan doa terbaik untuk sahabatnya tersebut.
“Raffi sekarang lagi berjuang juga buat negara. Dia juga banyak membawa program-program dari pemerintah.
Saya sebagai sahabat Raffi selalu support dan mendoakan yang terbaik buat Raffi,” ujar Putra.
Ia menilai, posisi Raffi sebagai publik figur sekaligus sosok yang terjun ke dunia politik membuatnya harus siap menerima berbagai kritik.
“Namanya public figure, apalagi public figure yang sudah terjun ke politik, memang harus siap atas risiko semuanya,” katanya.
Putra juga optimistis Raffi mampu melewati berbagai persoalan yang tengah dihadapi. Menurutnya, suami Nagita Slavina itu bukan sosok baru di dunia hiburan dan sudah terbiasa menghadapi berbagai tantangan.
“Raffi ini bukan baru di dunia entertainment, memang baru di dunia politik. Setahu saya, pengalaman sejauh ini Raffi selalu bisa melewati semuanya. Jadi doa terbaik agar Raffi bisa selalu melewati semuanya dengan baik,” tuturnya.
Menanggapi kritik masyarakat terkait isu rekrutmen pekerjaan, Putra memahami keresahan publik yang merasa mencari pekerjaan masih sulit. Namun, ia berharap pemerintah terus memperluas program penciptaan lapangan kerja.
Ia mencontohkan program pelatihan kerja yang menurutnya dapat menjadi solusi karena memberikan pembinaan, pendidikan hingga penyaluran kerja bagi peserta.
“Harapannya tentu semakin banyak peluang pekerjaan seperti ini,” ucapnya.
Tak hanya itu, Putra juga menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya menempatkan orang sesuai kompetensinya dalam menjalankan pemerintahan maupun mengelola perusahaan negara.
“Segala sesuatu harus diserahkan kepada ahlinya. Kalau bisnis, ya orang yang biasa bisnis. Sepak bola juga harus yang memang ahli di sepak bola. Kalau tidak ahlinya, bisa terjadi kehancuran,” katanya.
Menurut Putra, pengelolaan lembaga maupun perusahaan milik negara akan lebih baik apabila dipimpin oleh orang-orang yang memiliki kemampuan di bidangnya sehingga tidak terus mengalami kerugian.
Ia juga menyinggung pentingnya penggunaan uang negara yang berasal dari pajak masyarakat secara efisien.
“Semua itu kan dari pajak rakyat. Saya sebagai pengusaha juga bayar pajak besar, PPN, PPh dan lainnya. Jadi kalau menggunakan uang rakyat, harus benar-benar efisien,” ujarnya.
Sebagai penutup, Putra menyampaikan pesan kepada masyarakat, khususnya generasi muda, agar tidak malu memulai usaha meski dalam skala kecil.
“Kalau tidak punya kerjaan, dagang. Apa saja yang bisa dijual, jual saja. Jangan malu, jangan gengsi. Sungai itu tidak membelah batu karena kekuatan, tapi karena konsistensi dan ketekunan. Kalau kita tekun, kita bisa mengubah ekonomi keluarga dan kehidupan menjadi lebih baik,” pungkasnya.
Share this content:


