Dr. Rudy Wenarta Ungkap Kondisi Mental Zeda Salim di Balik Keputusan Mengubah Penampilan
Jakarta – Kondisi kesehatan mental publik figur Zeda Salim menjadi sorotan setelah dirinya memutuskan untuk melepas hijab. Dalam keterangan yang disampaikan oleh Dr. Rudy Wenarta, keputusan tersebut dinilai sebagai bagian dari proses pribadi yang tidak terlepas dari perjalanan kesehatan fisik dan mental yang cukup panjang.
Menurut Dr. Rudy, awal mula penanganan Zeda berfokus pada masalah berat badan berlebih yang dialaminya. Saat itu, kondisi tersebut dipicu oleh pola makan yang tidak terkontrol akibat tekanan emosional.
“Awalnya memang datang dengan kondisi berat badan yang meningkat cukup signifikan. Setelah dilakukan perencanaan, kami menjalankan terapi akupuntur selama kurang lebih dua bulan, dan hasilnya cukup drastis,” jelasnya.
Namun, dari hasil anamnesa lebih lanjut, diketahui bahwa peningkatan berat badan tersebut berkaitan erat dengan masalah internal keluarga yang memicu kecemasan. Dalam situasi tersebut, Zeda cenderung melampiaskan emosi dengan makan berlebihan.
Untuk mengatasi hal tersebut, tim medis kemudian menyarankan hipnoterapi sebagai langkah lanjutan. Terapi ini bertujuan mengubah pola pikir serta membantu mengendalikan kecemasan yang menjadi pemicu utama.
“Hipnoterapi kami lakukan untuk mengurangi anxiety dan mengubah pola pelarian emosinya. Jadi ketika stres, tidak lagi lari ke makanan, tetapi ke aktivitas yang lebih positif,” ujar Dr. Rudy.
Selain itu, Zeda juga sempat mendapatkan penanganan dari psikiater dan diberikan terapi medis guna menstabilkan kondisi mentalnya. Pendekatan ini dilakukan secara bertahap, termasuk pengurangan dosis obat secara perlahan untuk menghindari efek samping.
Hasil dari kombinasi terapi tersebut menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Berat badan Zeda berhasil turun hingga sekitar 10 kilogram, disertai peningkatan rasa percaya diri dan kontrol emosi yang lebih baik.
Dr. Rudy juga menilai bahwa sebagai seorang single parent selama lebih dari 16 tahun, Zeda menghadapi tekanan hidup yang tidak ringan. Hal ini turut memengaruhi kondisi psikologisnya.
Terkait keputusan melepas hijab, Dr. Rudy menegaskan bahwa hal tersebut merupakan keputusan pribadi.
“Dari sisi mental, menurut saya kondisinya sudah lebih stabil. Jadi keputusan tersebut lebih kepada pilihan pribadi, bukan karena kondisi mental yang tidak terkendali,” tegasnya.
Meski demikian, proses pemulihan tetap berlangsung. Zeda masih menjalani pendampingan, baik melalui hipnoterapi maupun kontrol rutin dengan psikiater, untuk memastikan kondisi mentalnya tetap stabil.
Sebagai penutup, Dr. Rudy mengingatkan pentingnya menangani masalah sejak dini agar tidak menumpuk dan memicu gangguan yang lebih besar.
“Kalau ada masalah, jangan dipendam. Cari solusi, bisa dengan keluarga, teman, atau profesional. Masalah kecil yang dibiarkan bisa menjadi besar,” pungkasnya.
Kasus Zeda Salim ini menjadi pengingat bahwa kesehatan mental memiliki peran besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk keputusan pribadi seseorang.
Share this content:


