Loading Now

Kimberly Ryder Ungkap Banyak Curhatan soal Rumah Tangga dari Penggemar, Tekankan Pentingnya Memilih Pasangan yang Siap Jadi Pemimpin Keluarga

Jakarta, Minggu, 2 Agustus 2026 – Aktris Kimberly Ryder mengungkapkan bahwa dirinya kerap menerima pesan langsung (direct message/DM) dari banyak perempuan yang berbagi kisah tentang persoalan rumah tangga mereka. Pengalaman tersebut membuat Kimberly semakin menyadari pentingnya memilih pasangan yang memiliki kesiapan mental dan tanggung jawab sebelum menikah.

Menurut Kimberly, isi pesan yang diterimanya sebagian besar berisi keluhan maupun curahan hati mengenai sikap pasangan mereka.

“Banyak banget orang yang sudah menikah terus mereka suka nge-DM aku, suka cerita-cerita tentang, ‘suami aku kayak gini’, ‘pasangan aku begini’, atau apa gitu. Banyak yang cerita-cerita kayak gitu,” ungkap Kimberly.

Berangkat dari pengalaman membaca berbagai curhatan tersebut, Kimberly menilai bahwa seseorang perlu mengenal calon pasangan lebih dalam sebelum memutuskan menikah. Ia menyarankan agar hubungan tidak hanya dilihat dari sisi romantis, tetapi juga bagaimana karakter dan pola pikir pasangan dalam menjalani kehidupan.

Kimberly mengatakan penting untuk melihat perkembangan seseorang dalam kurun waktu satu hingga tiga tahun. Menurutnya, calon pasangan ideal adalah sosok yang mau bekerja keras, memiliki pola pikir sebagai penyedia nafkah (provider mindset), sekaligus siap menjadi imam dan pemimpin dalam keluarga.

“Lihat dulu mereka, setahun, dua tahun, tiga tahun ke depan. Kerja keras untuk mereka, punya mindset provider, ke depannya menjadi imam atau leader di rumah tangga,” ujarnya.

Bersyukur Menikmati Masa Tumbuh Kembang Anak

Selain berbicara soal pernikahan, Kimberly juga membagikan pandangannya sebagai seorang ibu. Ia mengaku saat ini menikmati setiap proses tumbuh kembang kedua anaknya yang kini mulai memasuki jenjang sekolah dasar.

Meski mengakui mengurus anak tidak selalu mudah dan melelahkan, Kimberly memilih untuk menjalani semuanya dengan rasa syukur.

“Capek pasti capek, cuma disyukuri aja. Paling dalam ya, cuma disyukuri aja,” katanya.

Menurut Kimberly, masa kecil anak berlangsung sangat singkat. Ia percaya sekitar 15 hingga 20 tahun ke depan, anak-anak akan memiliki kehidupan, kesibukan, bahkan keluarga mereka sendiri.

“Nanti mereka punya dunia sendiri, keluarga sendiri, kesibukan sendiri. Jadi syukuri aja sedikit waktu yang kita punya sama mereka,” tuturnya.

Ia bahkan menyebut ada anggapan bahwa ketika anak mulai beranjak besar, terutama saat duduk di kelas empat atau lima SD, mereka biasanya mulai lebih memilih menghabiskan waktu bersama teman-temannya dibandingkan orang tua.

Bangun Komunikasi dengan Anak Sejak Dini

Kimberly juga menceritakan bahwa kedua anaknya masih sangat dekat dengannya. Bahkan, meski usia mereka belum genap tujuh tahun, anak-anaknya sudah mulai bercerita mengenai pergaulan dan teman-teman di sekolah.

Hal itu menjadi momen yang membuat Kimberly terkejut sekaligus terharu karena melihat anak-anaknya mulai memahami berbagai persoalan sederhana dalam kehidupan sosial mereka.

“Kemarin mereka sempat curhat tentang teman-temannya. Umurnya belum tujuh tahun, tapi omongannya sudah cukup dalam. Lucu aja, mulai ngerti,” ucapnya.

Dukungan Keluarga Jadi Kunci Parenting

Dalam menjalani peran sebagai orang tua, Kimberly mengaku sangat terbantu oleh kedua orang tuanya serta sang kakak. Menurutnya, dukungan keluarga besar membuat dirinya tetap bisa membagi waktu antara pekerjaan dan mengasuh anak.

Ia juga mempercayai kakaknya untuk menjadi salah satu figur laki-laki yang dapat memberikan teladan positif, khususnya bagi putra laki-lakinya.

“Alhamdulillah aku ada mama dan papa yang sangat membantu. Apalagi yang cowok ya, ada kakak aku juga. Aku respect sama dia dan aku percaya dia bisa membantu mendidik anak-anakku,” ujar Kimberly.

Bagi Kimberly Ryder, membangun keluarga yang sehat bukan hanya soal hubungan suami istri, tetapi juga menghadirkan lingkungan yang penuh kasih sayang dan dukungan bagi tumbuh kembang anak. Pengalaman pribadinya, ditambah banyaknya curahan hati yang ia terima dari para pengikut di media sosial, semakin menguatkan keyakinannya bahwa kesiapan menjadi pasangan dan orang tua merupakan fondasi utama dalam membangun rumah tangga yang harmonis.

Share this content: