22 Tahun Ngeband, The Changcuters Masih Ketagihan Bikin Album: WOW MA Jadi Buktinya
Jakarta, – Setelah penantian panjang, akhirnya The Changcuters merilis album terbaru bertajuk WOW MA.
Album ini menjadi karya yang spesial lantaran proses pengerjaannya memakan waktu hingga enam tahun, rentang terlama sepanjang perjalanan band yang sudah berdiri lebih dari dua dekade tersebut.
Namun bagi The Changcuters, lamanya proses pengerjaan album bukan semata karena kendala. Ada keputusan besar yang mereka ambil sejak pandemi, yakni menjadi lebih mandiri dalam mengelola band.
“Mulai pandemi itu kita sudah mulai mandiri. Jadi semua dilakukan sendiri. Dari rekaman, mastering, promosi, semuanya kita kerjakan sendiri,” kata Tria.
Menurut pelantun Racun Dunia itu, bekerja tanpa campur tangan label membuat mereka memiliki kebebasan penuh dalam mengambil keputusan. Tak ada lagi target waktu yang harus dipenuhi selain standar yang mereka tentukan sendiri.
“Kalau sekarang nggak ada yang nanya kapan album keluar. Kita yang ngatur semuanya sendiri. Mau sampai sejauh mana, ya kita yang putuskan,” ujarnya.
Meski begitu, kebebasan tersebut bukan berarti membuat pekerjaan menjadi lebih ringan. Tria mengakui, proses independen justru menuntut koordinasi dan komunikasi yang jauh lebih intens antar personel.
Karena itulah, ia lebih suka menyebut perjalanan album WOW MA sebagai tantangan daripada kesulitan.
“Bukan kesulitan sih, lebih ke tantangan. Karena semua dikerjakan sendiri, prosesnya jadi harus lebih matang,” tuturnya.
Di luar proses produksi, album WOW MA juga menjadi bukti bahwa semangat berkarya para personel The Changcuters belum luntur meski usia band telah memasuki tahun ke-22.
Bagi mereka, membuat album bukan sekadar pekerjaan, melainkan sesuatu yang memang mereka nikmati sejak awal berkarier.
“Memang hobi kita bikin band dan bikin karya. Ada kesenangan tersendiri saat mengerjakan album yang beda dengan manggung atau aktivitas lainnya,” kata Tria.
Semangat itu pula yang membuat The Changcuters tetap bertahan hingga sekarang. Saat banyak band seangkatan mengalami pergantian personel atau bahkan bubar, mereka masih tampil dengan formasi yang sama.
Ketika ditanya soal resep kekompakan selama lebih dari 20 tahun, jawaban mereka terbilang sederhana.
“Ya kumpul, komunikasi, saling menghargai. Yang paling penting tetap berkarya,” ujar Tria.
Kini setelah WOW MA resmi dirilis, The Changcuters memilih menikmati proses dan respons dari para pendengar. Soal berhasil atau tidaknya album tersebut, mereka mengaku baru akan melakukan evaluasi saat mulai mengerjakan album berikutnya.
“Kita biasanya baru melihat ke belakang ketika mau memulai proyek baru. Baru dianalisa, apa yang kurang dan apa yang harus diperbaiki untuk karya selanjutnya,” pungkasnya.
Share this content:


