Dokter Rudy Wenarta Soroti Berita Viral Denise Chariesta Perihal Bayi Tabung Tanpa Suami
Jakarta – Keputusan Denise Chariesta terkait program bayi tabung kembali menjadi perbincangan publik. Menanggapi hal itu, Dokter Rudy Wenarta menjelaskan bahwa di Indonesia prosedur bayi tabung memiliki aturan hukum yang cukup ketat.
Menurutnya, program bayi tabung di Indonesia hanya diperbolehkan bagi pasangan suami istri yang sah sesuai ketentuan undang-undang dan regulasi kesehatan yang berlaku.
“Kalau di Indonesia memang ada dasar hukumnya. Bayi tabung diperbolehkan, tapi hanya untuk pasangan suami istri yang sah,” ujar dr Rudy Wenarta.
Ia menjelaskan, prosedur bayi tabung sejatinya merupakan langkah terakhir setelah pasangan mengalami kesulitan mendapatkan keturunan secara alami.
“Biasanya itu dilakukan setelah berbagai proses untuk mendapatkan keturunan sudah dilakukan tapi gagal. Jadi bayi tabung memang menjadi opsi terakhir,” katanya.
Bayi Tabung Tanpa Suami Dinilai Tak Diperbolehkan di Indonesia
Dokter Rudy mengatakan perempuan yang belum menikah tidak diperbolehkan menjalani program bayi tabung di Indonesia, terlebih jika menggunakan donor sperma dari pihak lain yang bukan pasangan sah.
“Kalau di Indonesia tidak diperbolehkan karena aturannya donor sperma harus berasal dari suami yang sah,” jelasnya.
Meski demikian, ia mengakui sejumlah negara di luar negeri memiliki aturan yang lebih longgar sehingga prosedur tersebut bisa dilakukan dengan lebih mudah.
“Mungkin kalau di luar negeri prosedurnya lebih bebas, tapi tetap ada screening ketat, termasuk pemeriksaan genetik donor spermanya,” ujarnya.
Soroti Dampak Psikologis Anak
Selain aspek hukum, Dokter Rudy juga menyoroti dampak psikologis yang mungkin dialami anak di masa depan apabila tumbuh tanpa sosok ayah biologis.
“Kalau secara biologis mungkin aman selama screening donor dilakukan dengan baik. Tapi di Indonesia yang lebih berat biasanya faktor psikologis dan stigma sosial,” katanya.
Menurutnya, anak tetap membutuhkan figur ayah dalam proses tumbuh kembangnya.
“Anak biasanya tetap membutuhkan sosok pengganti ayah. Kalau tidak ada, bisa berdampak pada psikologisnya ke depan,” lanjutnya.
Ia menyebut lingkungan keluarga dan dukungan dari orang tua akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan mental anak.
Netizen Diminta Tak Menghakimi
Di akhir pernyataannya, Dokter Rudy meminta masyarakat untuk tidak langsung menghakimi perempuan yang memilih jalur bayi tabung tanpa pasangan. Meski secara hukum di Indonesia tidak diperbolehkan, keputusan tersebut menurutnya tetap menjadi pilihan pribadi yang memiliki konsekuensi tersendiri.
“Kalau secara hukum memang tidak boleh. Tapi kalau secara pribadi itu pilihan masing-masing. Yang penting dia sudah memahami konsekuensi dari keputusan yang diambil,” pungkasnya.
Share this content:


