Hamish Daud Disebut Red Flag, Maxime Bouttier Jadi “Si Berondong” yang Merebut Perhatian
JAKARTA — Hamish Daud, Maxime Bouttier, dan Raihaanun berbagi cerita mengenai karakter yang mereka perankan dalam series terbaru. Ketiganya turut menanggapi dinamika hubungan antarkarakter, termasuk persaingan antara Hamish Daud dan Maxime Bouttier yang dalam cerita digambarkan cukup menarik perhatian.
Dalam sesi wawancara, Hamish Daud menggambarkan kehadiran Maxime sebagai sosok yang datang untuk menyelamatkan keadaan. Ia pun menyebut Maxime sebagai “si berondong” yang ikut terlibat dalam persaingan tersebut.
“Menyebalkan, dan datanglah to the rescue, the hero of the show, jadi it’s fun, I mean seru, seru aja,” ujar Hamish.
Ketika ditanya bagaimana rasanya harus bersaing dengan Maxime Bouttier, Hamish menjawabnya dengan nada bercanda.
“Seru aja. Gimana rasanya direbutin sama si berondong satu ini?” kata Hamish.
Maxime kemudian mendapat kesempatan untuk memberikan tanggapan mengenai pernyataan Hamish. Ia juga ditanya soal karakter Hamish yang dalam series tersebut mendapat label sebagai sosok red flag.
Dengan santai, Hamish justru menerima label tersebut.
“Terima kasih loh aku dilabel sebagai red flag,” ujar Hamish.
Saat ditanya bagaimana rasanya menjadi karakter red flag, Hamish mengakui bahwa karakter yang ia mainkan memang bukan sosok yang bisa dikategorikan sebagai green flag sempurna.
“Ya mungkin karena saya di film ini, di series ini juga not the perfect green flag, that’s for sure,” kata Hamish.
Menurut Hamish, karakter tersebut memiliki banyak penyesalan dan hal yang perlu dievaluasi. Perkembangan karakter itu nantinya akan terlihat secara bertahap dari episode ke episode.
“Tapi gimana rasanya mungkin karena saya di film ini ada banyak penyesalan, banyak yang harus di-reassessment, dan ya step by step setiap episode-nya itu bakal kelihatan juga,” tuturnya.
Sementara itu, Maxime Bouttier memberikan pandangannya mengenai label red flag yang disematkan kepada karakter Hamish. Menurutnya, setiap orang pada dasarnya memiliki sisi red flag masing-masing.
“Saya pikir kalau misalnya soal red flag itu sih, saya pikir semua orang itu adalah sisi-sisi red flag-nya sebenarnya, you know,” ujar Maxime.
Menurut Maxime, seseorang tidak bisa hanya dilihat dari satu sisi. Ada sisi tertentu yang mungkin terlihat sebagai red flag, tetapi ada pula sisi green flag yang menjadi bagian dari karakter tersebut.
Terlepas dari dinamika persaingan karakter, Maxime mengaku menikmati kesempatan bekerja bersama Raihaanun. Ia menilai pengalaman tersebut sebagai sebuah kesempatan istimewa.
“Yang pasti sih seru banget soalnya ya sama Hanun aku ada kesempatan untuk acting bareng bersama Hanun. So that’s like a privilege lah. A privilege. I feel very privileged,” kata Maxime.
Raihaanun Tak Khawatir Citra Sonya Dinilai Negatif
Di sisi lain, Raihaanun turut membahas karakter Sonya yang diperankannya. Ia menjelaskan bahwa sikap Sonya yang mungkin terlihat seperti jual mahal pada awal cerita sebenarnya memiliki alasan tersendiri.
Menurut Raihaanun, penonton baru melihat bagian awal perjalanan Sonya sehingga belum mengetahui keseluruhan latar belakang karakter tersebut.
“Buat saya, karakter Sonya ini dia punya alasannya kenapa dia terlihatnya seperti jual mahal, atau dalam tanda kutip ya. Karena ini kan baru ditonton di episode pertama,” ujar Raihaanun.
Raihaanun menjelaskan bahwa cerita akan berkembang hingga 10 episode. Seiring berjalannya episode, alasan di balik sikap Sonya akan semakin terlihat.
“Di-stretch ke 10 episode itu semakin menarik dan semakin terlihat kenapa alasannya dia seperti itu,” katanya.
Ia juga menilai Sonya memiliki perkembangan karakter yang cukup kuat. Ada sejumlah titik dalam cerita yang nantinya membuat penonton memahami bahwa karakter tersebut memiliki arc atau perjalanan perkembangan tersendiri.
“Dan ada di poin-poin tertentu yang akhirnya membuat Sonya ini karakternya itu sebenarnya ada arc-nya,” ujar Raihaanun.
Karena itu, Raihaanun tidak terlalu khawatir apabila pada awal penayangan Sonya mendapatkan penilaian negatif dari penonton.
“Jadi untuk memikirkan image akan buruk, jelek atau apa itu tergantung perspektif menonton atau menangkap si karakter ini seperti apa,” tuturnya.
Raihaanun justru mengaku menikmati proses memerankan Sonya karena setiap karakter dalam series tersebut memiliki alasan di balik tindakan yang mereka lakukan.
“Semuanya tuh ada rasanya kenapa saya senang sekali menjalani karakter Sonya ini karena setiap karakter yang ada di series ini itu punya alasan. Punya alasan kenapa mereka melakukan hal itu dan itu dikupasnya satu per satu,” jelasnya.
Menurut Raihaanun, informasi yang ditanamkan sejak episode awal juga akan dijelaskan secara perlahan pada episode-episode berikutnya.
“Planting information yang ada di episode awal itu dijelaskan pelan-pelan, by episode,” katanya.
Dengan begitu, Raihaanun merasa penonton sebaiknya mengikuti cerita hingga selesai sebelum memberikan penilaian terhadap karakter Sonya.
“Jadi kalau misalkan dipikir, enggak takut image akan jelek dan segala macam karena jual mahal itu ada alasannya kenapa. Makanya ditonton sampai 10 episode,” pungkas Raihaanun.
Dinamika antara Hamish Daud sebagai karakter yang disebut red flag, Maxime Bouttier sebagai “si berondong”, serta Sonya yang diperankan Raihaanun menjadi salah satu daya tarik dalam series tersebut. Ketiga pemain pun mengisyaratkan bahwa penonton masih akan menemukan banyak lapisan cerita dan perkembangan karakter dalam episode-episode selanjutnya.
Share this content:


