Loading Now

Yenny Wahid dan Raffi Ahmad Bicara Makna Doa dan Solidaritas Kemanusiaan di Tengah Bencana

JAKARTA — Tokoh nasional Yenny Wahid dan presenter sekaligus pengusaha Raffi Ahmad menyampaikan pesan tentang pentingnya doa, kepedulian, serta gotong royong dalam menghadapi berbagai musibah yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.

Dalam sebuah kesempatan, Yenny Wahid menekankan bahwa doa menjadi salah satu bentuk ikhtiar yang tidak boleh ditinggalkan. Ia juga menyampaikan doa untuk Rizky dan sang istri tercinta agar selalu mendapatkan keberkahan dan kebaikan.

“Yang penting kita doanya,” ujar Yenny, seraya mengajak untuk terus mendoakan mereka yang sedang menghadapi persoalan dan musibah.

Yenny juga mengapresiasi kehadiran Raffi Ahmad yang tetap berusaha datang di tengah kesibukannya. Raffi diketahui sempat mengalami perubahan agenda karena harus meninjau langsung lokasi yang terdampak kebakaran.

Raffi kemudian menceritakan pengalamannya ketika berada di lokasi bersama sejumlah rekannya. Ia mengatakan, dirinya sempat berada di sana bersama Arlo, Desta, Gading, dan Nadika. Pada malam harinya, mereka mendapat informasi mengenai kebakaran yang melanda salah satu lokasi yang disebut memiliki nilai budaya bagi masyarakat setempat.

Menurut Raffi, kebakaran tersebut menghanguskan sejumlah bangunan dan rumah tradisional yang menjadi bagian penting dari kawasan tersebut. Peristiwa itu membuatnya memutuskan untuk datang langsung ke lokasi dan melihat kondisi masyarakat terdampak.

“Kalau memang kata Allah disuruh datang ke sana, saya datang ke sana dulu. Setelah itu baru saya datang ke sini,” kata Raffi.

Ia pun menyampaikan permintaan maaf karena tidak dapat hadir lebih awal dalam agenda yang sebelumnya telah direncanakan. Menurut Raffi, kondisi darurat yang terjadi di lapangan membuatnya harus mendahulukan kunjungan kemanusiaan tersebut.

Raffi mengatakan, pengalaman tersebut sekaligus mengingatkannya pada pesan yang selama ini ia dapatkan dari Yenny Wahid, yakni pentingnya turun langsung ke lapangan dan melihat kondisi masyarakat secara nyata.

“Harus banyak-banyak bersyukur,” ujar Raffi, menyinggung pelajaran yang diperolehnya dari situasi tersebut.

Turun Langsung ke Lapangan

Yenny kemudian menilai langkah Raffi untuk melihat langsung kondisi masyarakat di lokasi bencana merupakan hal penting. Menurutnya, informasi yang diperoleh dari lapangan dapat menjadi bahan untuk disampaikan kepada pemerintah agar dapat ditindaklanjuti.

“Mas Raffi melihat langsung apa yang terjadi di lapangan sehingga kemudian bisa dibawa kembali, disampaikan kepada jajaran pemerintah untuk kemudian ke depan bisa ada tindak lanjutnya,” kata Yenny.

Ia menilai kehadiran langsung di tengah masyarakat membuat kebutuhan para korban dapat dipahami dengan lebih baik.

Raffi juga menyampaikan bahwa kondisi masyarakat terdampak telah menjadi perhatian berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan tokoh masyarakat setempat. Ia mengatakan informasi mengenai kondisi di lapangan juga telah disampaikan kepada pemerintah pusat agar dapat memperoleh penanganan lebih lanjut.

Menurut Raffi, penanganan bencana membutuhkan kerja sama banyak pihak. Pemerintah, pihak swasta, komunitas, maupun masyarakat umum dapat mengambil peran sesuai kemampuan masing-masing.

“Dalam hal ini semuanya bersatu. Atas nama kemanusiaan, semuanya bersatu. Pemerintah, swasta, apa pun itu, besar, kecil, yang penting bersatu,” tuturnya.

Ajak Masyarakat Bersatu Hadapi Bencana

Raffi juga menyinggung berbagai bencana yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Ia mengajak masyarakat untuk tidak saling menyalahkan ketika musibah terjadi, melainkan bersama-sama mencari solusi dan membantu masyarakat yang terdampak.

“Kita ini lagi banyak musibah, ada di NTB, NTT, Kalimantan, Sumatera, dan ini doa dari kita semua. Ayolah kita bersatu untuk semuanya. Jangan saling menyalahkan. Sudah, hari ini kita bersatu,” ujar Raffi.

Ia menilai situasi bencana harus menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas kemanusiaan. Menurutnya, perbedaan latar belakang maupun kepentingan seharusnya tidak menjadi penghalang untuk memberikan bantuan.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan adanya korban jiwa, Raffi mengatakan informasi yang diterimanya saat itu masih dalam proses pendataan. Karena itu, ia memilih menunggu laporan resmi dari pihak berwenang.

Ia juga menegaskan bahwa dalam situasi darurat, langkah pertama yang harus dilakukan adalah memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi.

“Kalau tanggap darurat, biasanya makanan dulu, kebutuhan pokok dan lain sebagainya,” jelas Raffi.

Setelah kebutuhan mendesak terpenuhi, penanganan berikutnya dapat diarahkan pada tahap rehabilitasi dan pemulihan. Namun, menurut Raffi, kebutuhan tersebut harus ditentukan berdasarkan asesmen di lapangan.

“Ke depan nanti baru untuk rehabilitasi. Dilihat dulu, melakukan asesmen dulu apa kebutuhan paling pertama,” katanya.

Pentingnya Kolaborasi

Yenny Wahid pun mengapresiasi peran Raffi yang berusaha menjadi penghubung antara kondisi masyarakat di lapangan dengan pihak-pihak yang memiliki kewenangan dan sumber daya untuk membantu.

Bagi keduanya, penanganan bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Solidaritas masyarakat, dunia usaha, komunitas, dan tokoh publik juga diperlukan agar bantuan dapat bergerak lebih cepat dan tepat sasaran.

Pesan tersebut menjadi penting di tengah berbagai bencana yang terjadi di sejumlah daerah. Selain bantuan material, doa dan dukungan moral dinilai menjadi bagian penting dalam menguatkan masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit.

Pada akhirnya, Yenny dan Raffi sama-sama menekankan satu hal: ketika bencana terjadi, yang paling dibutuhkan adalah kepedulian dan persatuan.

Doa menjadi awal dari ikhtiar, sementara aksi nyata di lapangan menjadi bentuk kepedulian yang dapat langsung dirasakan oleh masyarakat terdampak.

Share this content: