Tak Sekadar Tempat Ibadah, Masjid Al-Akbar Cibubur Dorong Layanan Kesehatan Gratis bagi Warga
JAKARTA — Masjid Al-Akbar Cibubur terus memperluas peran sosialnya di tengah masyarakat. Tak hanya menjadi tempat ibadah, masjid tersebut mulai mengembangkan berbagai kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan warga, salah satunya melalui layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang dipadukan dengan program Jumat Berbagi.
Program tersebut menjadi salah satu upaya Masjid Al-Akbar untuk memaksimalkan keberadaan masjid sebagai ruang yang terbuka bagi masyarakat. Warga tidak hanya datang untuk beribadah, tetapi juga dapat memperoleh akses terhadap kegiatan sosial, pendidikan, pengajian hingga layanan kesehatan.
Ahmad Akbar mengatakan, sejak awal Masjid Al-Akbar memang dirancang agar keberadaannya memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat sekitar maupun masyarakat yang datang dari luar wilayah.
“Masjid ini kita buat supaya bermanfaat buat masyarakat, bukan hanya untuk ibadah, tapi untuk kegiatan lain, misalnya acara kesehatan, Jumat berbagi, pendidikan, pengajian. Kita bebaskan masyarakat sekitar ataupun pendatang untuk memanfaatkan tempat yang kami siapkan ini dengan maksimal,” kata Ahmad Akbar.
Menurut dia, pihak masjid saat ini tidak ingin terburu-buru memperluas pembangunan ke lokasi lain. Fokus utama justru diarahkan untuk mengoptimalkan fungsi Masjid Al-Akbar yang sudah ada sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih banyak masyarakat.
“Kita coba makmurkan yang ada dulu,” ujarnya.
Salah satu bentuk konkret dari upaya tersebut adalah pelaksanaan Jumat Berbagi yang kini memasuki pelaksanaan kedua. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat memperoleh makanan seperti nasi bungkus atau nasi kotak dan kopi.
Pada pelaksanaan kali ini, kegiatan diperluas dengan layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Tenike Marfinosa mengatakan, penambahan layanan kesehatan merupakan bentuk kepedulian masjid terhadap kondisi masyarakat di sekitar Cibubur.
“Untuk kehidupan hari ini, Masjid Al-Akbar melaksanakan salah satu programnya yaitu pemeriksaan kesehatan sambil ada Jumat Berbagi. Kebetulan ini Jumat kita yang kedua, tapi kita tambahkan adanya pemeriksaan kesehatan untuk masyarakat di sekitar Cibubur,” ujar Tenike.
Antusiasme masyarakat terhadap layanan tersebut cukup tinggi. Sekitar 200 warga dari sejumlah wilayah di sekitar Masjid Al-Akbar, di antaranya Radar Auri, Tarunajaya, dan Mualim, telah terdata untuk mengikuti pemeriksaan.
Layanan tersebut tidak mensyaratkan ketentuan khusus. Masyarakat dari luar kawasan sekitar masjid juga tetap diperbolehkan mengikuti pemeriksaan.
“Tidak ada syarat-syaratnya, yang penting masyarakat di sekitar Cibubur. Kalaupun dari luar datang ke sini juga tetap kita terima,” katanya.
Pemeriksaan kesehatan mencakup pemeriksaan tulang dan kepadatan tulang, gula darah, serta pemeriksaan payudara menggunakan breast scanner. Selain pemeriksaan, masyarakat juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan.
Dr. Jusuf Kristianto, MPH, PhD, yang turut memberikan edukasi kesehatan, mengatakan layanan tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih sadar terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala.
“Pemeriksaan kesehatan hari ini meliputi pemeriksaan tulang, kepadatan tulang, pemeriksaan gula darah, dan breast scanner, pemeriksaan payudara. Kita harapkan dengan adanya pemeriksaan kesehatan rutin di Masjid Al-Akbar, ini dapat mengedukasi masyarakat supaya lebih melihat kesehatan, terutama kesehatan pada wanita,” jelasnya.
Layanan pemeriksaan berlangsung pukul 10.00 hingga 14.00 WIB. Sebelum salat Jumat, pemeriksaan lebih difokuskan kepada kaum ibu. Setelah salat Jumat, layanan dibuka bagi masyarakat laki-laki.
Bagi Dr. Jusuf, kegiatan tersebut memperlihatkan bagaimana masjid dapat mengambil peran lebih luas dalam membangun kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, kesehatan masyarakat tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik, tetapi juga aspek rohani dan sosial.
“Sehat itu jasmani, rohani, dan sosial. Kali ini Mas Akbar melengkapi semuanya. Sehat jasmani, sehat rohani dengan Masjid Al-Akbar, dan sosialnya diberi kesehatan yang sejahtera,” tuturnya.
Ke depan, pemeriksaan kesehatan akan diarahkan menjadi agenda rutin di Masjid Al-Akbar. Namun, pelaksanaannya tidak dilakukan setiap Jumat karena pihak masjid juga memiliki sejumlah program sosial lain yang perlu dijalankan.
Tenike menilai keterlibatan masyarakat dan dukungan para donatur menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan program-program tersebut. Semakin besar dukungan yang diberikan, semakin banyak pula kegiatan yang dapat dikembangkan untuk kepentingan warga.
“Pada dasarnya masjid ini kan punya umat. Jadi makin makmur masjidnya, makin baik masjidnya, tentunya nanti yang berdampak adalah masyarakat sekitarnya,” pungkasnya.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, Masjid Al-Akbar Cibubur berupaya membangun konsep masjid yang lebih inklusif. Masjid tidak hanya menjadi ruang untuk menjalankan aktivitas keagamaan, tetapi juga menjadi tempat bertemunya kebutuhan sosial, pendidikan dan kesehatan masyarakat.
Share this content:


