Loading Now

dr. Rudy Wenarta Jelaskan Depresi: Dipicu Banyak Faktor, Bisa Dibantu Terapi

Jakarta – Depresi menjadi salah satu masalah kesehatan mental yang semakin banyak dialami masyarakat. Dokter umum dan praktisi kesehatan, dr. Rudy Wenarta, menjelaskan bahwa depresi bukan kondisi yang muncul dari satu penyebab saja.

“Depresi itu multifaktor. Bisa dari biologis, psikologis, maupun lingkungan,” ujarnya.

Tak Hanya Soal Pikiran, Tapi Juga Lingkungan

Menurutnya, tekanan hidup, hubungan sosial, hingga kondisi kerja dapat menjadi pemicu munculnya depresi.

“Lingkungan punya peran besar. Masalah kecil yang tidak diselesaikan bisa menumpuk dan jadi lebih besar,” jelasnya.

Selain depresi, kondisi seperti stres berlebihan, kecemasan (anxiety), insomnia, hingga fobia juga termasuk gangguan yang bisa berkaitan.

Kasus Ringan hingga Berat Butuh Penanganan Berbeda

dr. Rudy menyebut penanganan depresi harus disesuaikan dengan tingkat keparahannya.

– Kasus ringan masih bisa dibantu dengan terapi seperti hipnoterapi

– Kasus sedang hingga berat perlu penanganan medis dan konsultasi ke psikiater

“Kalau sudah berat, biasanya dikombinasikan dengan obat-obatan dulu supaya kondisi emosinya stabil,” katanya.

Hipnoterapi Bisa Bantu, Tapi Ada Syarat

Ia menjelaskan, hipnoterapi dapat membantu pasien dengan memberikan sugesti positif hingga menggali akar masalah, termasuk pengalaman masa lalu.

“Pasien harus mau dan setuju untuk dibantu. Itu syarat utama,” ujarnya.

Dalam prosesnya, pasien akan dibawa ke kondisi rileks hingga masuk ke tahap tertentu untuk menerima sugesti yang membantu perubahan pola pikir.

Selain itu, teknik seperti regresi juga bisa digunakan untuk mengidentifikasi pemicu depresi dari masa lalu.

Durasi Terapi Tergantung Kondisi

Satu sesi terapi biasanya berlangsung sekitar 1 hingga 2 jam. Jumlah sesi pun bergantung pada tingkat keparahan kondisi pasien.

“Untuk kasus tertentu bisa beberapa kali sesi, tergantung berat-ringannya masalah,” jelasnya.

Pencegahan: Jangan Pendam Masalah

dr. Rudy menekankan pentingnya pencegahan sejak dini. Salah satunya dengan tidak memendam masalah sendiri.

“Cari orang yang dipercaya untuk bercerita. Jangan dipendam sampai menumpuk,” katanya.

Selain itu, ia menyarankan beberapa langkah sederhana:

– Menjaga kualitas tidur
– Mengelola stres dengan meditasi atau ibadah
– Menjaga pola makan dan gaya hidup sehat
– Tetap aktif secara sosial

Kombinasi Penanganan Lebih Efektif

Ia menilai, penanganan depresi akan lebih efektif jika dilakukan secara kombinasi, baik dari sisi medis maupun terapi psikologis.

“Karena penyebabnya banyak, maka penanganannya juga harus menyeluruh,” pungkasnya.

Share this content: