Loading Now

Atta Halilintar Ajarkan Anak Setoran Hafalan Sejak Dini, Pilih Berikan Uang untuk Marbot daripada Umrah?

Jakarta – Atta Halilintar membagikan cerita soal pola asuh yang ia terapkan kepada anak-anaknya, khususnya dalam mengenalkan nilai agama sejak usia dini. Atta menyebut, anak keduanya, Azura, sudah mulai mengikuti setoran hafalan surat pendek meski usianya masih sangat kecil, mengikuti sang kakak, Ameena.

“Menurutku itu positif buat anak-anak aku. Mereka tiap minggu harus ada setoran,” kata Atta.

Ia menjelaskan, metode belajar yang digunakan cukup sederhana. Anak-anaknya juga kerap menonton video yang membantu mereka menghafal. Dari situ, muncul kebiasaan saling meniru antar saudara.

“Kalau adiknya nonton kakaknya, dia jadi hafal juga. Jadi sebentar-sebentar langsung nyebut,” ujarnya.

Atta melihat hal ini sebagai sesuatu yang baik karena memicu semangat belajar. Menurutnya, anak-anak jadi seperti berlomba secara positif.

“Bagus, jadi anak-anak itu suka saling berlomba. Kakaknya bisa, adiknya juga pengen,” lanjutnya.

Meski begitu, Atta tidak memberikan target khusus terkait jumlah hafalan. Ia menekankan bahwa yang terpenting adalah anak-anak terbiasa dengan hal-hal positif, seperti doa dan sholawat.

“Gak harus hafalan surat aja, bisa sholawat, doa, atau apapun yang positif buat mereka ke depan,” jelasnya.

Suami dari Aurel Hermansyah itu mengaku sudah mulai mengenalkan pendidikan agama sejak anak berusia satu hingga dua tahun. Ia pun tak menyangka Azura bisa lebih cepat belajar karena memiliki panutan dari kakaknya.

“Kalau yang kedua ini karena ada kakaknya, jadi lebih cepat,” katanya.

Atta juga menyadari dirinya bukan sosok yang ahli di bidang agama. Namun, ia tetap berusaha memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anaknya.

“Aku bukan ustaz, bukan yang jago ngaji, tapi ini usaha biar anak-anak dekat sama ilmu Islam,” tuturnya.

Di tengah kesibukannya, Atta tetap berupaya meluangkan waktu untuk keluarga, mulai dari mengantar jemput, mendampingi belajar, hingga membacakan cerita sebelum tidur.

Untuk menambah semangat, Atta menerapkan sistem reward berupa poin yang bisa ditukar dengan hadiah tertentu, seperti mainan atau buku, namun tetap dengan batasan.

“Biar mereka semangat, ada poin yang bisa ditukar, tapi tetap dibatasi,” ujarnya.

Di sisi lain, Atta juga menanggapi rencananya untuk memberangkatkan seorang marbot masjid umrah. Ia mengaku lebih memilih memberikan bantuan dalam bentuk uang tunai agar tidak terjadi kesalahan di kemudian hari, termasuk terkait pemilihan travel.

“Kalau aku mending dikasih uang aja. Takutnya nanti salah pilih travel atau gimana,” ungkapnya.

Atta mengatakan saat ini rencana tersebut masih dalam tahap komunikasi lebih lanjut. Ia ingin memastikan bantuan yang diberikan benar-benar sesuai kebutuhan.

“Lagi nunggu konfirmasi juga, biar enaknya seperti apa,” pungkasnya.

Share this content: