Demi Totalitas Akting, Sintya Marisca Riset Polisi, Roy Sungkono Digembleng Jadi Chef
Jakarta – Sintya Marisca dan Roy Sungkono mengungkap berbagai persiapan yang mereka jalani demi mendalami karakter dalam series terbaru yang mereka bintangi. Keduanya mengikuti workshop intensif, mulai dari pendalaman karakter polisi hingga pelatihan memasak bersama chef profesional agar penampilan mereka di layar terasa meyakinkan.
Sintya mengatakan dirinya mendapat pembekalan khusus terkait karakter polisi. Selain mengikuti workshop, ia juga banyak mengamati langsung kebiasaan aparat kepolisian untuk memperkaya aktingnya.
“Kalau aku ada workshop juga untuk teknik, terus lebih banyak mengamati gerak-gerik mereka. Aku lebih merekam lewat mata saja, terus di rumah riset lagi lewat internet, referensi studio, sampai film-film,” ujar Sintya.
Meski tidak mendapatkan pelatihan menggunakan senjata api, Sintya sempat berinteraksi dengan sejumlah polisi untuk memahami keseharian mereka.
“Kalau diajarin pegang senjata enggak, tapi pegang raket padel,” katanya sambil bercanda.
Aktris tersebut mengaku tantangan terbesar justru datang dari hal-hal sederhana seperti cara berjalan hingga suara. Menurutnya, karakter polisi wanita memiliki pembawaan yang jauh berbeda dari kepribadiannya sehari-hari.
“Aku selalu punya rasa insecure sama suara aku sendiri dan cara jalan. Polisi harus punya attitude yang berbeda. Cara jalannya juga harus lebih tegas,” ungkapnya.
Untuk mendalami karakter, Sintya memilih mengamati langsung bagaimana polisi berinteraksi dengan masyarakat.
“Aku lihat bagaimana cara mereka berkomunikasi dengan masyarakat, gerak-geriknya seperti apa. Itu yang aku pelajari,” lanjutnya.
Sementara itu, Roy Sungkono mendapat tantangan berbeda. Ia memerankan seorang chef sehingga harus mengikuti workshop memasak selama hampir dua pekan.
“Aku dapat workshop sekitar 12 hari bersama Chef Melissa. Diajarin bagaimana bekerja di dapur, teknik slicing daging, slicing ikan, sampai cara memimpin di dapur,” tutur Roy.
Pengalaman tersebut rupanya membawa perubahan dalam kehidupan sehari-hari. Roy yang sebelumnya mengaku tidak memiliki kemampuan memasak kini justru mulai rutin memasak di rumah.
“Dulu aku sama sekali nggak punya basic memasak. Setelah workshop jadi sering masak di rumah untuk mempraktikkan apa yang sudah dipelajari. Akhirnya malah jadi senang masak,” katanya.
Selain belajar teknik memasak, Roy mengaku tantangan terbesarnya adalah menjaga perjalanan emosi karakter yang diperankannya.
“Yang paling berat itu bagaimana menyampaikan cerita dan emosi karakter secara jujur. Perjalanan emosi Rama dari episode pertama sampai terakhir sangat intens,” jelasnya.
Di sisi lain, Sintya juga mengungkap tantangan menjaga konsistensi karakter selama proses syuting. Menurutnya, ia harus mampu berganti suasana hati dengan cepat setiap kali kamera mulai merekam.
“Tantangan terbesarnya menjaga intensitas. Harus bisa switch on dan switch off. Di lokasi syuting, karakter Vita harus seperti ini, itu yang paling aku jaga,” ujarnya.
Soal chemistry dengan Roy Sungkono, Sintya mengaku prosesnya berjalan cukup alami. Keduanya rutin berdiskusi saat sesi reading sehingga hubungan antarkarakter dapat terbangun dengan baik sebelum syuting dimulai.
Roy pun memberikan apresiasi terhadap dedikasi Sintya selama proses produksi. Menurutnya, meski memiliki jadwal yang padat, Sintya tetap meluangkan waktu untuk hadir dalam sesi reading dan aktif berdiskusi mengenai pengembangan karakter.
“Kita selalu diskusi. Mungkin yang bikin gampang karena kita sama-sama terbuka membahas skenario,” kata Roy.
Berbekal workshop intensif dan riset mendalam tersebut, Sintya Marisca dan Roy Sungkono berharap karakter yang mereka tampilkan terasa autentik dan mampu membawa penonton larut dalam cerita series terbaru yang mereka bintangi.
Share this content:


