Rian d’Masiv Ungkap Perubahan Riders di Era Baru: Tak Lagi Banyak Camilan, Kini Fokus Buah, Susu hingga Air Hangat
JAKARTA — Vokalis d’Masiv, Rian Ekky Pradipta atau yang dikenal sebagai Rian d’Masiv, mengungkap adanya perubahan dalam riders atau kebutuhan yang disiapkan promotor untuk grupnya di era baru perjalanan musik d’Masiv.
Menurut Rian, d’Masiv kini tidak lagi ingin menerapkan riders yang terlalu kaku. Ia justru berharap kebutuhan selama perjalanan dan pertunjukan dapat dibicarakan secara fleksibel dengan pihak promotor maupun penyelenggara.
“Ini kan sudah era baru. Jadi kita nggak pengen yang terlalu saklek-saklek banget. Kita pengen bisa bernegosiasi, fleksibel, pokoknya yang penting semuanya happy,” ujar Rian.
Rian mengatakan, fleksibilitas tersebut penting karena sebuah pertunjukan musik tidak hanya melibatkan pihak musisi. Ada promotor, penonton, hingga berbagai pihak lain yang sama-sama memiliki kepentingan agar konser berjalan sukses.
“Karena ini juga tidak hanya untuk d’Masiv, tapi juga untuk banyak pihak. Jadi kita pengennya semuanya happy. Maksudnya tiketnya laku, promotor juga happy, dapat keuntungan, kita juga dapat keuntungan,” katanya.
Ia berharap rangkaian kegiatan dan pemberitaan mengenai perjalanan d’Masiv ke sejumlah negara Asia dapat semakin luas diketahui masyarakat, termasuk warga Indonesia yang tinggal di luar negeri.
Rian menyebut d’Masiv akan membawa perjalanan musiknya ke sejumlah negara di Asia, termasuk Malaysia, Singapura, Hong Kong, dan Taiwan. Dalam perjalanan tersebut, d’Masiv juga membuka kemungkinan menggandeng musisi lokal di masing-masing negara.
“Kita berharap dengan adanya press conference hari ini bisa menyebarkan berita ini ke seluruh penjuru Asia. Paling tidak orang-orang Indonesia yang tinggal di Taiwan, Hong Kong, Malaysia, Singapura juga tahu berita ini bahwa kita akan datang ke sana,” ungkapnya.
Tidak hanya tampil sendiri, Rian juga mengungkapkan akan ada sejumlah kejutan dalam rangkaian pertunjukan tersebut. Salah satunya adalah rencana mengajak musisi lokal untuk berkolaborasi.
“Dan akan banyak kejutan juga. Kita akan mengajak beberapa musisi-musisi lokal juga. Seperti di Malaysia, kita akan ajak beberapa musisi juga. Di Singapura juga sama,” ujarnya.
Sementara untuk pertunjukan di Jakarta, Rian memastikan akan ada perlakuan khusus karena Jakarta merupakan negara asal mereka. Ia bahkan membuka kemungkinan setlist yang dibawakan akan lebih panjang dibandingkan pertunjukan di negara lain.
“Di Jakarta sudah pasti, karena kan negara kita sendiri. Pasti setlist-nya juga mungkin akan lebih panjang kalau yang di Jakarta, yang di Tennis Indoor,” kata Rian.
Riders Kini Lebih Sehat
Berbicara mengenai riders, Rian mengungkap perubahan yang cukup signifikan dibandingkan masa-masa awal kariernya.
Jika dahulu riders d’Masiv banyak diisi makanan ringan dan camilan, kini kebutuhan tersebut mulai digeser ke makanan serta minuman yang dinilai lebih mendukung kondisi tubuh.
“Dulu kita kayak banyak banget makanan-makanan ringan. Nah sekarang kita lebih kayak yang sehat-sehat, misalnya buah-buah potong, terus susu, terus minuman seperti Yakult untuk energi dan pencernaan,” jelasnya.
Selain buah dan susu, air putih menjadi salah satu kebutuhan utama. Rian juga menyebut adanya oksigen di belakang panggung sebagai bagian dari persiapan untuk menjaga kondisi tubuh, terutama ketika jadwal pertunjukan sangat padat.
Hal tersebut menjadi semakin penting karena d’Masiv kerap menjalani rangkaian pertunjukan dalam beberapa hari berturut-turut dengan jarak perjalanan yang cukup jauh.
“Kalau kemarin kita manggung empat hari berturut-turut, terus jaraknya jauh-jauh, dari Bekasi, Jakarta, Bali. Jadi memang harus dijaga banget,” tuturnya.
Menurut Rian, menjaga kondisi fisik menjadi hal penting bagi seorang vokalis. Apalagi dalam rangkaian konser di lima negara, jumlah lagu yang dibawakan diperkirakan akan lebih banyak dibandingkan penampilan reguler.
“Kalau nyanyi di event biasanya 10 lagu. Apalagi nanti pas konser, pas lima negara itu nyanyinya nggak 10, tapi 20 lebih lagu. Jadi pastinya harus mempersiapkan badan, harus sehat,” ujarnya.
Kurangi Makanan Manis
Perubahan riders juga sejalan dengan kebiasaan Rian yang kini semakin memperhatikan pola konsumsi. Makanan atau minuman yang terlalu manis, termasuk cokelat, mulai dikurangi.
Untuk menjaga kondisi tenggorokannya, Rian secara khusus meminta air putih hangat, madu, dan jeruk nipis.
“Kalau aku memang khusus minta ada air putih hangat, madu, sama jeruk nipis. Itu buat biar tenggorokanku tetap aman,” katanya.
Kebiasaan tersebut menurut Rian sudah dilakukan sejak lama, bahkan sejak dirinya masih muda. Salah satu kebiasaan yang pernah dilakukan adalah mengonsumsi kencur.
“Dari muda sih. Dulu malah aku makannya kencur. Kencur yang cuma dikepas, terus dimakan langsung, jadi nggak diperas. Itu biasanya Mama yang selalu ingatkan untuk bawa kencur,” ungkapnya.
Kini, Rian juga mengaku hampir tidak pernah lagi mengonsumsi minuman dingin atau es. Ia lebih memilih air hangat untuk menjaga kondisi tubuh dan tenggorokannya.
“Sampai hari ini lumayan jarang juga minum es. Itu hampir nggak pernah. Jadi selalu minum air hangat,” ujarnya.
Kebiasaan minum teh pun mengalami perubahan. Jika sebelumnya Rian terbiasa mengonsumsi teh manis panas, kini ia lebih memilih teh tawar.
Rian mengaku dahulu dirinya masih cukup bandel dalam menjaga pola konsumsi, termasuk sesekali minum minuman dingin. Namun, seiring bertambahnya usia dan tuntutan profesi sebagai penyanyi, ia mulai lebih disiplin menjaga kondisi tubuh.
Ia juga menyebut memiliki masalah pada amandel yang membuat tenggorokannya lebih mudah terasa sakit atau mengalami peradangan.
“Dulu aku agak lumayan bandel, maksudnya minum es dan sebagainya. Aku juga kayaknya ada amandel, jadi itu bikin aku gampang sakit tenggorokan, gampang radang,” katanya.
Kini kebiasaan tersebut mulai ditinggalkan. Rian memilih memperbanyak air hangat serta mengonsumsi jeruk nipis dan madu sebagai bagian dari kebiasaannya menjaga kondisi tenggorokan.
Bagi Rian, menjaga kesehatan bukan lagi sekadar kebutuhan pribadi, tetapi menjadi bagian penting dari profesionalismenya sebagai vokalis. Terlebih dengan rencana d’Masiv menjalani rangkaian pertunjukan lintas negara di Asia yang menuntut stamina dan kondisi suara tetap prima.
Dengan konsep yang lebih fleksibel, riders yang lebih sehat, serta sejumlah kejutan dan potensi kolaborasi dengan musisi lokal, perjalanan d’Masiv ke berbagai negara Asia diharapkan tidak hanya menjadi rangkaian konser, tetapi juga menjadi momentum memperkenalkan musik Indonesia kepada penonton yang lebih luas.
Share this content:


