D’Masiv Siap Gelar Tur 5 Negara Asia Bersama The Dudas Minus One, Tandai Era Baru sebagai Band Independen
JAKARTA — D’Masiv bersiap membuka babak baru dalam perjalanan karier mereka. Setelah lebih dari dua dekade berkarya dan melewati berbagai fase industri musik Indonesia, band yang digawangi Rian Ekky Pradipta, Dwiki Aditya Marsall, Rayyi Kurniawan Iskandar Dinata, Wahyu Piadji, dan Nurul Damar Ramadhan tersebut akan membawa musik mereka keluar dari Indonesia melalui tur Asia bersama The Dudas Minus One.
Tur yang direncanakan berlangsung di lima negara Asia ini menjadi momen penting bagi D’Masiv. Bukan hanya karena mereka akan tampil di sejumlah venue bergengsi di luar negeri, tetapi juga karena perjalanan tersebut menjadi bagian dari fase baru D’Masiv setelah memutuskan berdiri sebagai band independen.
Rian d’Masiv mengungkapkan bahwa tahun ini memiliki arti khusus bagi perjalanan grup yang telah bertahan selama 23 tahun tersebut.
“Senang sekali, di tahun ini kita bisa merencanakan untuk membuat tour lima negara. Buat kami di tahun ini cukup penting karena akhirnya kita bisa menjadi band independen setelah hampir 20 tahun bersama label sebelumnya,” ujar Rian.
Menurut Rian, keputusan tersebut membuat tur Asia kali ini memiliki makna yang jauh lebih besar dibandingkan tur biasa.
“Buat kita, tour di negara ini bukan tour yang biasa. Ini tour yang sangat penting buat karier kami juga,” katanya.
Selama 23 tahun berkarier, D’Masiv telah menghasilkan delapan album penuh dan tiga album live. Dengan perjalanan panjang tersebut, Rian merasa sudah waktunya bagi D’Masiv membuka lembaran baru.
“Kita sudah 23 tahun bersama-sama, sudah punya delapan album penuh dan juga tiga album live. Jadi rasanya sudah saatnya juga kita untuk membuat sebuah perjalanan baru,” ungkapnya.
Tidak Ingin Hanya Berjaya di Indonesia
Keinginan untuk memperluas perjalanan musik ke luar negeri menjadi salah satu alasan D’Masiv menjalankan tur Asia.
Rian menegaskan bahwa D’Masiv tidak ingin perjalanan musik mereka berhenti di Indonesia. Karena itu, rangkaian tur akan dimulai dari sejumlah negara Asia dan nantinya berakhir di Jakarta.
“Pastinya kita nggak pengen cuma ada di Indonesia aja. Makanya kita memulai di negara orang dan berakhir di Jakarta nanti di Desember,” ujar Rian.
Bagi D’Masiv, perjalanan tersebut menjadi sesuatu yang sudah lama dinantikan. Apalagi mereka juga akan membawa materi musik terbaru yang menjadi bagian dari evolusi musikal band.
Rian mengungkapkan bahwa D’Masiv saat ini tengah mempersiapkan album dengan materi berbahasa Inggris. Beberapa lagu bahkan telah direkam di Los Angeles dan London.
“Kita akan membawakan lagu-lagu terbaru D’Masiv yang kita rekam kemarin di Los Angeles dan juga di London. Kita sekarang sudah mempersiapkan album yang full berbahasa Inggris,” jelasnya.
D’Masiv Siapkan Warna Baru
Langkah D’Masiv membuat karya berbahasa Inggris bukan semata-mata untuk mengejar pasar internasional. Rian melihat musik sebagai sebuah perjalanan yang harus terus dijalani tanpa terlalu terpaku pada ekspektasi masa lalu.
Menurutnya, banyak pendengar yang berharap D’Masiv terus membuat lagu dengan karakter seperti karya-karya awal mereka. Namun, bagi Rian dan personel D’Masiv, perkembangan musik adalah bagian penting untuk menjaga perjalanan band tetap panjang.
“Musik adalah perjalanan yang harus kita lewati. Jadi seperti ritual sebenarnya kalau musik itu. Kita jalankan saja lagu yang keluar, lagu yang memang kita rasakan di hari ini atau memang sedang ada di pikiran kita,” tuturnya.
Rian berharap karya-karya terbaru D’Masiv nantinya dapat memberikan warna baru bagi pendengar lama sekaligus membuka kesempatan untuk mendapatkan penggemar baru dari berbagai negara.
“Semoga nanti lagu-lagu yang sedang kita persiapkan untuk album terbaru D’Masiv bisa ngasih warna lagi untuk pendengar D’Masiv biar lama, atau mungkin kita juga bisa mendapatkan pendengar yang baru,” katanya.
Menanti Respons Penggemar D’Masiv di Asia
Tur Asia ini juga menjadi pengalaman baru bagi D’Masiv karena untuk pertama kalinya mereka akan membawa karya-karya terbaru, termasuk single internasional, langsung ke sejumlah negara.
Rian mengaku penasaran dengan respons pendengar D’Masiv yang berada di Taiwan, Hong Kong, Singapura, dan Malaysia.
“Ini menjadi spesial karena ini tour pertama D’Masiv keluar dengan single internasional. Kita juga sebenarnya penasaran kira-kira respons Masivers yang ada di Taiwan, Hong Kong, Singapura seperti apa saat mendengarkan lagu-lagu baru kita,” ujarnya.
Rasa penasaran tersebut justru menjadi energi tambahan bagi D’Masiv. Mereka ingin mengetahui bagaimana musik yang selama ini dikenal di Indonesia diterima oleh pendengar di negara lain.
Tidak berhenti di satu lagu, D’Masiv juga menyiapkan materi baru lainnya. Salah satu lagu terbaru direncanakan dirilis pada September.
Dengan demikian, para penonton di rangkaian tur Asia nantinya berkesempatan mendengarkan materi baru D’Masiv sekaligus karya-karya yang sudah dikenal selama ini.
Membawa Energi Baru Pulang ke Indonesia
Bagi D’Masiv, perjalanan lima negara tersebut bukan hanya tentang tampil di luar negeri. Pengalaman bertemu dengan pendengar dari berbagai negara diharapkan dapat memberikan perspektif dan energi baru bagi band ketika kembali ke Indonesia.
Perjalanan tersebut dipandang sebagai kesempatan untuk melihat bagaimana musik D’Masiv diterima di luar negeri sekaligus menyerap pengalaman baru yang nantinya dapat memengaruhi proses kreatif mereka.
Dengan karya yang semakin berorientasi global, D’Masiv berharap tur ini menjadi langkah awal menuju perjalanan musik yang lebih luas.
The Dudas Minus One Turut Menemani
Tur Asia ini akan semakin menarik karena D’Masiv tidak melakukan perjalanan tersebut sendirian. Mereka akan ditemani The Dudas Minus One, yang turut menjadi bagian penting dalam rangkaian pertunjukan.
Kehadiran The Dudas Minus One diharapkan dapat memberikan warna berbeda dalam setiap pertunjukan dan memperkaya pengalaman penonton di lima negara.
Dari sisi promotor, penyelenggaraan tur ini juga menjadi tantangan sekaligus kebanggaan tersendiri. Pihak promotor mengungkapkan bahwa proyek tersebut merupakan salah satu pengalaman penting karena menjadi kesempatan pertama mereka menangani band sebesar D’Masiv.
Menurut pihak promotor, keberhasilan membawa D’Masiv ke berbagai negara Asia tidak lepas dari kepercayaan dan kerja sama seluruh pihak yang terlibat.
Tampil di Venue Bergengsi Asia
Rangkaian tur D’Masiv dan The Dudas Minus One akan menyambangi sejumlah venue yang dikenal sebagai lokasi pertunjukan penting di masing-masing negara.
Di Kuala Lumpur, Malaysia, mereka dijadwalkan tampil di Megastar Arena. Selanjutnya, Singapura akan menjadi salah satu tujuan melalui Capitol Theatre.
Tur kemudian berlanjut ke Taipei dan Hong Kong dengan venue yang juga telah dipersiapkan untuk menyambut penampilan mereka.
Pemilihan venue tersebut menjadi bagian dari upaya promotor menghadirkan pengalaman konser yang tidak jauh berbeda dengan standar pertunjukan yang biasa dinikmati penonton di Indonesia.
“Dengan semangatnya teman-teman D’Masiv yang ingin membawa experience tidak cuma di Indonesia, tapi di mancanegara, di negara-negara Asia. Kita ingin bawa experience, nyanyi bareng, seru-seruan bareng, nyanyi lagu lama dan pastinya lagu-lagu baru,” ujar pihak promotor.
Berakhir di Jakarta
Setelah menjelajahi sejumlah negara Asia, rangkaian perjalanan D’Masiv dan The Dudas Minus One akan ditutup di Jakarta pada Desember.
Jakarta dipilih sebagai titik akhir perjalanan sekaligus menjadi momentum bagi D’Masiv untuk membawa pulang berbagai pengalaman yang mereka dapatkan selama tur.
Bagi band yang telah bertahan selama 23 tahun tersebut, tur lima negara ini bukan sekadar perjalanan manggung. Ini menjadi simbol fase baru D’Masiv: dari perjalanan panjang bersama label, kemudian memasuki era independen, hingga mulai membawa musik mereka ke pasar yang lebih luas.
Dengan album berbahasa Inggris yang sedang dipersiapkan, sejumlah lagu baru, single internasional, serta rangkaian konser di lima negara, D’Masiv kini mencoba membuktikan bahwa perjalanan 23 tahun bukanlah akhir, melainkan awal dari babak baru yang lebih luas.
Bersama The Dudas Minus One, D’Masiv siap membawa energi baru tersebut ke panggung Asia sebelum akhirnya kembali ke Jakarta pada Desember.
Share this content:


