Loading Now

Sarah Tumiwa Sebut Cedera Jadi Teguran untuk Beristirahat di Tengah Kesibukan

Jakarta – Sarah Tumiwa membagikan cerita di balik keputusannya merambah dunia akting setelah lebih dulu dikenal sebagai model. Kesempatan bekerja sama dengan rumah produksi MD Pictures menjadi salah satu alasan yang membuatnya mantap menerima proyek film.

Sarah mengaku tak berpikir panjang saat mendapat tawaran tersebut. Apalagi, ia mengetahui proyek itu disutradarai oleh Pao Suryani dan diproduksi oleh MD Pictures, rumah produksi yang sejak lama ingin diajaknya bekerja sama.

“Pas ada tawaran aku langsung mau banget. Apalagi pas tahu sutradaranya Mas Pao Suryani dan MD Pictures. Aku memang sudah pengen banget kerja sama sama MD,” ujar Sarah.

Perempuan yang mengawali karier sebagai model itu mengatakan dirinya sengaja keluar dari zona nyaman agar bisa berkembang di industri hiburan.

“Aku mulai sebagai model. Tapi kalau ingin berkembang di industri entertainment, kita nggak bisa hanya bertahan di satu bidang saja. Karena itu aku ingin masuk ke dunia acting,” katanya.

Menurut Sarah, modeling dan akting merupakan dua profesi yang memiliki tantangan berbeda. Ia tertarik mendalami akting karena bisa memerankan karakter yang jauh dari kepribadian aslinya.

“Acting itu sesuatu yang di luar comfort zone aku selama modeling. Menurutku seru karena kita bisa menjadi sosok yang berbeda, dan itu tantangan yang harus aku ambil,” tuturnya.

Untuk mempersiapkan diri, Sarah mengaku mengikuti kelas akting sejak dua tahun lalu. Ia juga rutin menjalani workshop setiap kali mendapatkan proyek film agar lebih mudah membangun karakter yang diperankan.

“Acting aku juga masih belajar. Masih banyak yang harus dipelajari dan dialami supaya bisa berkembang di industri ini. Tapi aku benar-benar menikmati prosesnya,” ungkapnya.

Meski masih tergolong pendatang baru, Sarah sudah memiliki target besar dalam karier aktingnya. Salah satu impiannya adalah melihat wajahnya terpampang di poster film.

“Aku pengen banget ada di poster film. Selama ini aku belum pernah melihat wajah aku ada di poster. Itu salah satu target aku ke depan,” katanya.

Di luar soal karier, Sarah juga menceritakan pengalaman cedera kaki yang sempat membuat seluruh aktivitasnya terhenti. Ia mengalami luka terbuka yang kemudian memicu infeksi sehingga harus menjalani tindakan medis dan tidak bisa berjalan selama beberapa hari.

“Aku sempat jatuh sampai ada open wound. Karena terjadi infeksi, akhirnya harus dibersihkan dan diambil. Aku sampai nggak bisa jalan tiga hari,” ujarnya.

Kondisi tersebut membuat Sarah stres karena terbiasa memiliki aktivitas yang padat sebagai model dan publik figur.

“Aku orang yang nggak bisa diam. Tiba-tiba nggak bisa jalan, semua pekerjaan harus dihentikan. Awalnya benar-benar stres,” kenangnya.

Namun, seiring berjalannya waktu, Sarah mengaku mulai mengambil hikmah dari peristiwa tersebut. Ia merasa Tuhan sedang mengingatkannya untuk beristirahat setelah terlalu memaksakan diri bekerja.

“Aku merasa Tuhan memang menyuruh aku istirahat. Sebelumnya aku benar-benar terus mengejar pekerjaan tanpa berhenti. Dari situ aku belajar kalau nggak semua harus dipaksakan. Mungkin ada rencana yang lebih besar di depan,” tuturnya.

Kini kondisi kakinya berangsur membaik meski masih dalam tahap pemulihan. Sarah pun memilih lebih berhati-hati dan berusaha menjaga kesehatannya agar bisa kembali menjalani aktivitas di dunia modeling maupun akting secara maksimal.

Share this content: