Zikri Daulay Soroti Makna Kemerdekaan RI ke-81, Dorong Masyarakat Tak Takut Kritik Pemerintah
JAKARTA — Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Zikri Daulay menyampaikan pandangannya mengenai makna kemerdekaan bagi masyarakat Indonesia.
Menurut Zikri, kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai perayaan setiap 17 Agustus, tetapi juga berkaitan dengan kebebasan berpendapat, demokrasi, serta terpenuhinya hak-hak masyarakat sebagai warga negara.
“Memaknai kemerdekaan dengan pastinya bebas berpendapat, kemerdekaan demokrasi, terus juga pastinya hak-hak kita sebagai rakyat Indonesia terpenuhi,” ujar Zikri Daulay.
Memasuki usia ke-81 tahun, Zikri menilai Indonesia masih memiliki banyak hal yang perlu diperbaiki. Ia pun mengingatkan masyarakat untuk ikut berperan dalam mengawal berbagai kebijakan pemerintah.
Menurutnya, kritik terhadap pemerintah merupakan bagian dari kehidupan demokrasi. Ia berharap masyarakat tidak takut menyampaikan kritik selama hal tersebut berdasarkan fakta dan ditujukan untuk perbaikan.
“Kita sebagai warga negara juga harus kritik terhadap pemerintahnya dikencangin lagi,” tuturnya.
Zikri juga berharap masyarakat tidak perlu merasa takut untuk mengkritik berbagai persoalan yang memang benar terjadi.
“Jangan takut lagi untuk mengkritik hal-hal yang kalau memang benar adanya,” kata Zikri.
Ia berharap momentum HUT ke-81 RI dapat menjadi pengingat bahwa kemerdekaan harus bisa dirasakan secara nyata oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Berharap kemerdekaan yang ke-81 tahun ini bisa menjadi kemerdekaan yang benar-benar dirasakan oleh banyak rakyat kita,” ujarnya.
Kenang Lomba 17 Agustus
Selain membahas makna kemerdekaan, Zikri Daulay juga mengenang berbagai kegiatan yang identik dengan perayaan 17 Agustus ketika dirinya masih kecil.
Ia mengaku pernah mengikuti sejumlah perlombaan khas Hari Kemerdekaan, seperti balap karung hingga lomba membawa kelereng menggunakan sendok.
“Balap karung, bawa kelereng di sendok di mulut. Ya itu aja sih yang gue ingat,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Zikri juga mengikuti tantangan menebak gambar sejumlah tokoh pahlawan nasional. Ia berhasil mengenali beberapa tokoh, di antaranya Mohammad Hatta, Raden Ajeng Kartini, dan Ki Hadjar Dewantara.
Kemampuannya menjawab tantangan tersebut ternyata tidak terlepas dari ketertarikannya terhadap sejarah.
“Kalau sejarah lumayan. Suka belajar, ngulik-ngulik. Kalau soal sejarah, itu aku suka baca, suka nonton juga,” kata Zikri.
Zikri mengaku salah satu bagian sejarah Indonesia yang menarik perhatiannya adalah kisah perjuangan menuju kemerdekaan, termasuk peristiwa menjelang Proklamasi.
“Yang menarik bagi aku mungkin soal Proklamasi. Bagaimana dulu kemerdekaan, perjuangan para pahlawan kita,” ujarnya.
Menurut Zikri, mempelajari sejarah perjuangan bangsa menjadi hal penting agar generasi muda memahami perjalanan panjang Indonesia hingga akhirnya meraih kemerdekaan.
Ia pun berharap semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui perayaan dan perlombaan, tetapi juga melalui keberanian masyarakat dalam menyampaikan pendapat serta ikut menjaga kehidupan demokrasi di Indonesia.
Share this content:


