Loading Now

Zoe Levana Main Series ‘Gara-Gara Masa Muda’, Ungkap Karakternya Penuh Trauma dan Banyak Nangis

Jakarta – Zoe Levana kembali terlibat dalam proyek akting terbaru. Kali ini, ia membintangi series Gara-Gara Masa Muda dengan karakter yang disebutnya memiliki sisi antagonis.

Dalam series tersebut, Zoe mengaku mendapatkan karakter yang cukup menantang. Sebab, tokoh yang diperankannya memiliki banyak trauma dan alasan di balik setiap tindakan yang dilakukan.

“Di sini aku perannya sebagai hidupku. Kalau ini orang yang sebenarnya dalam kondisi bergantung dengan dia. Dia itu ada banyak trauma sehingga dia itu melakukan apa yang diharuskan juga,” ujar Zoe.

Zoe mengaku salah satu tantangan terbesar selama menjalani proses syuting adalah banyaknya adegan emosional. Ia bahkan harus cukup sering menangis ketika memerankan karakter tersebut.

“Jujur aku merasa kalau ini banyak banget nangisnya,” tuturnya.

Menurut Zoe, karakter yang dimainkannya bukan sekadar sosok antagonis tanpa alasan. Setelah membaca naskah dan berdiskusi dengan tim produksi, ia memahami bahwa ada latar belakang yang membuat karakter tersebut bersikap demikian.

Zoe pun mencoba menghadirkan sisi yang lebih lembut dari karakter tersebut. Ia mengaku sejak awal tertarik dengan konsep cerita yang ditawarkan.

“Kenapa mau aku menerima series ini adalah karena aku suka dengan ceritanya. Pertama kali waktu aku baca ini, dia itu katanya sih antagonis,” katanya.

Namun, setelah berbicara dengan sutradara dan tim produksi, Zoe mendapat kesempatan untuk mengembangkan karakter tersebut agar tidak hanya terlihat sebagai sosok antagonis.

“Tapi di sini saya berbicara dengan Pak Rudi, saya mau bikin ini lebih soft,” ujarnya.

Menurut Zoe, keputusan tersebut membuat karakter yang diperankannya menjadi lebih berlapis. Ada alasan dan pengalaman masa lalu yang membuat tokoh tersebut melakukan berbagai hal dalam cerita.

Ia juga mengaku semakin memahami karakternya setelah membaca keseluruhan skrip. Bahkan, Zoe mendapat arahan untuk mengeksplorasi sisi emosional tokoh tersebut.

“Pak Rudi pun bilang sama aku, ini sebenarnya partnya kamu nangis, tapi nangisnya terus nangis,” ucap Zoe.

Bagi Zoe, bermain dalam series juga memberikan pengalaman berbeda dibandingkan film. Durasi cerita yang lebih panjang membuat perkembangan karakter bisa dieksplorasi dengan lebih mendalam.

“Seru banget karena ternyata film kan, yang ini series. Dan jujur series itu enaknya karena dia panjang, lebih panjang daripada film,” jelasnya.

Zoe berharap penonton nantinya tidak hanya melihat karakter yang ia mainkan dari sisi luarnya. Ia ingin penonton memahami bahwa setiap tindakan karakter tersebut memiliki latar belakang dan alasan tersendiri.

Selain berbicara soal series, Zoe juga menyinggung musik yang hadir dalam proyek tersebut. Ia menilai lagu-lagu yang digunakan cukup menggambarkan inovasi anak muda, khususnya generasi Z.

“Menurut aku ini lagu yang inovasi anak Gen Z yang baru mulai. Benar-benar oke banget,” kata Zoe.

Selama menjalani syuting, Zoe mengaku cukup sering mendengarkan lagu-lagu tersebut hingga akhirnya ikut menyukainya.

Dengan karakter yang emosional dan penuh trauma, Zoe berharap Gara-Gara Masa Muda bisa memberikan pengalaman berbeda bagi penonton sekaligus menunjukkan sisi lain kemampuan aktingnya.

Share this content: