Loading Now

Jirayut dan Saputra Kori Bicara Serunya Main di Film Cek Khodam, Horor Komedi yang Jadi Penyegar

Jakarta – Di tengah maraknya film horor dengan nuansa mencekam dan adegan gore, film Cek Khodam hadir menawarkan warna berbeda. Mengusung genre horor komedi, film ini disebut para pemain sebagai tontonan yang bisa menjadi penyegar bagi penikmat film Indonesia.

Saputra Kori mengaku tertarik bergabung dalam proyek tersebut karena melihat masih sedikit film horor yang berani mengedepankan unsur komedi.

“Kalau lihat sekarang hampir setiap minggu ada film horor. Tapi yang benar-benar mengangkat komedi masih jarang. Menurut saya ini jadi sesuatu yang menyegarkan,” kata Saputra Kori saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

Menurut Kori, suasana selama proses produksi juga terasa berbeda. Para pemain diberi kebebasan untuk mengembangkan adegan komedi melalui diskusi bersama sutradara dan tim kreatif.

“Sejak reading sampai syuting kita banyak diskusi. Misalnya ada ide komedi seperti apa, saya kasih masukan, Jirayut kasih masukan, terus didiskusikan bareng. Jadi syutingnya benar-benar fun,” ujarnya.

Ia mengaku salah satu hal yang membuatnya nyaman adalah keterbukaan sutradara dan tim produksi dalam menerima berbagai ide dari pemain.

“Mas Wawan dan Pak Jerry sangat terbuka. Kita kasih ide apa pun mereka tampung. Jadi kita bebas bereksplorasi dan nggak takut salah,” lanjutnya.

Menariknya, dalam film ini Kori justru memerankan karakter yang lebih dewasa dibanding peran-peran yang biasa ia mainkan.

“Biasanya saya yang paling nggak dewasa. Tapi di sini justru jadi yang paling dewasa. Karakternya punya pasangan, punya tanggung jawab mengurus adiknya. Itu yang jadi tantangan buat saya,” tuturnya.

Sementara itu, Jirayut juga membawa identitas khasnya sebagai pria asal Thailand ke dalam film tersebut. Ia mengatakan unsur Thailand sengaja dipertahankan untuk memperkuat karakter yang dimainkan.

“Ada sekitar 30 persen sisi Thailand yang ditampilkan di film ini. Jadi saya nggak menghilangkan identitas Thailand yang ada di diri saya,” kata Jirayut.

Presenter dan pedangdut itu bahkan beberapa kali menggunakan bahasa Thailand dalam dialognya. Menurut Jirayut, ide tersebut muncul dari hasil diskusi bersama tim kreatif.

“Biasanya Mas Wawan dan Pak Jerry kasih dialognya, lalu saya diminta membalikkan ke bahasa Thailand. Jadi ada beberapa bagian yang memang pakai bahasa Thailand,” jelasnya.

Jirayut menilai sentuhan budaya Thailand tersebut menjadi salah satu keunikan yang ditawarkan film Cek Khodam.

“Menurut saya keren karena ada unsur Thailand juga. Jadi penonton bisa melihat sesuatu yang berbeda,” ungkapnya.

Lewat perpaduan horor dan komedi yang kuat, Cek Khodam diharapkan tak hanya menghadirkan ketegangan, tetapi juga mengundang tawa penonton sepanjang film berlangsung.

Share this content: