Loading Now

Para Pemain Film Dan Bandung Ungkap Keseruan Selama Proses Syuting

Jakarta – Film Dan Bandung menghadirkan cerita tentang kehidupan remaja di Kota Bandung, mulai dari persahabatan, kehidupan perkuliahan, kisah cinta, hingga berbagai persoalan yang dihadapi anak muda. Sejumlah pemain, di antaranya Nugie, Theo Supple, dan Razan, turut membagikan pengalaman mereka selama menjalani proses produksi film tersebut.

Dalam film ini, Nugie dipercaya memerankan karakter Mang Yadi, paman Basil. Mang Yadi dikisahkan sebagai sosok yang dipercaya untuk merawat Basil karena sang kakak sedang berada di Nanjarak.

“Ya, saya jadi Mang Yadi di Dan Bandung, pamannya Basil. Dia dipercayakan untuk merawat Basil,” ujar Nugie.

Dalam cerita, Mang Yadi bersama istrinya, Biri, tidak memiliki anak. Karena itu, keduanya merawat Basil layaknya anak sendiri.

Sementara itu, Razan memerankan salah satu sahabat Basil dan Joko. Ketiganya diceritakan memiliki hubungan pertemanan yang cukup dekat sekaligus menjalani kehidupan sebagai mahasiswa di Bandung.

“Halo, aku Razan. Adalah sahabatnya Basil dan Joko. Kita bertiga seperti saudara,” kata Razan.

Ketiganya juga dikisahkan memiliki sebuah kios yang menjadi bagian dari kehidupan mereka sehari-hari. Selain bekerja bersama, mereka tetap menjalani aktivitas sebagai mahasiswa.

Hal senada disampaikan Theo Supple yang berperan sebagai UU. Ia menyebut hubungan antara karakter yang diperankannya dengan Basil dan Joko sudah terjalin cukup lama.

“Kita bertiga sahabatan dan sudah lumayan lama. Mungkin kita sudah bisa dibilang seperti saudara. Sedekat itu, kita punya kios, kita kerja bareng dan menjalani hidup sebagai mahasiswa di Bandung bareng,” tutur Theo.

Tak Wajib Fasih Bahasa Sunda

Salah satu tantangan yang muncul dalam proses produksi Dan Bandung adalah penggunaan bahasa Sunda. Namun, sutradara Rudi Soedjarwo tidak memaksakan para pemain untuk menggunakan bahasa Sunda apabila memang belum menguasainya.

Menurut para pemain, pendekatan tersebut justru membuat proses syuting terasa lebih nyaman dan natural.

Rudi disebut sejak awal telah mengingatkan para pemain agar tidak memaksakan diri ketika menggunakan bahasa Sunda, terutama bagi mereka yang belum terbiasa.

Selain soal bahasa, para pemain juga mengaku mendapatkan banyak pengalaman baru selama menjalani proses produksi. Para pemain senior menjadi tempat mereka belajar, baik dalam hal akting maupun membangun chemistry antarpemain.

Banyak Pemain Punya Latar Belakang Musik

Menariknya, film Dan Bandung juga mempertemukan sejumlah pemain yang memiliki latar belakang di dunia musik. Hal tersebut membuat komunikasi di antara mereka terasa lebih mudah, terutama ketika membahas unsur musik dalam film.

Nugie mengaku memiliki chemistry tersendiri dengan rekan-rekannya yang sama-sama memahami dunia musik.

“Cast-cast-nya semuanya punya latar belakang pelaku musikal dan perjalanan musikal yang intens. Jadi kita ngomonginnya kesannya jadi lebih gampang,” ujarnya.

Pembicaraan mengenai musik pun tidak hanya berkutat pada penampilan, tetapi juga mencakup penulisan lirik hingga aransemen.

Para pemain bahkan sempat melakukan simulasi bersama, termasuk bernyanyi dan membagi suara seperti dalam sebuah paduan suara.

Syuting di Tengah Keramaian Bandung

Salah satu pengalaman yang cukup menantang bagi para pemain adalah ketika harus melakukan pengambilan gambar di lokasi yang ramai. Mereka harus berhadapan dengan kondisi Bandung yang penuh aktivitas dan masyarakat.

Menurut para pemain, suasana tersebut justru membuat beberapa adegan terasa lebih organik karena keramaian yang ada di sekitar lokasi syuting menjadi bagian dari suasana film.

Mereka bahkan sempat dibuat kagum ketika sebuah lokasi yang biasanya ramai bisa tiba-tiba menjadi lebih sepi saat proses pengambilan gambar berlangsung.

“Situasi dan kondisinya lagi chaos, terlebih Bandung itu ramai banget,” ungkap salah satu pemain.

Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi tim produksi karena harus menyesuaikan pengambilan gambar dengan situasi di lapangan.

Cerita Remaja dengan Persoalan yang Kompleks

Selain mengangkat persahabatan, Dan Bandung juga membawa penonton masuk ke perjalanan emosional para karakter remaja. Kisah cinta menjadi salah satu bagian yang turut memberikan warna dalam cerita.

Nugie yang berperan sebagai sosok dewasa sekaligus memiliki anak remaja mengaku mendapatkan sudut pandang baru dari cerita film tersebut.

Ia melihat bagaimana seorang anak yang terlihat cuek atau lucu ternyata dapat memiliki sisi emosional yang sangat dalam ketika berhadapan dengan persoalan cinta.

Menurutnya, cerita tersebut juga menjadi gambaran bagi orang tua mengenai fase ketika anak mulai mengenal cinta dan menghadapi patah hati.

“Ini film sebenarnya menceritakan perjalanan seorang remaja dengan hatinya. Masing-masing direpresentasikan dengan pertemanan juga,” kata Nugie.

Ia menilai Dan Bandung tidak hanya berbicara tentang kisah cinta remaja, tetapi juga menyentuh persoalan kehidupan yang lebih luas.

“Komplet, cerita remaja, dewasa, punya masalah hidup, punya tujuan hidup, punya beban hidup,” ujarnya.

Dengan perpaduan cerita persahabatan, kehidupan mahasiswa, percintaan, keluarga, dan musik, para pemain berharap Dan Bandung dapat memberikan pengalaman yang dekat dengan kehidupan penonton, khususnya generasi muda.

Mereka pun mengajak masyarakat untuk menyaksikan film tersebut dan mengikuti perjalanan para karakter dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan di Kota Bandung.

Share this content: