Loading Now

Ivan Gunawan Persembahkan Pameran Fashion Gratis sebagai Bentuk Cinta pada Indonesia

Jakarta — Desainer sekaligus pekerja seni Ivan Gunawan kembali menunjukkan kecintaannya terhadap dunia fashion melalui sebuah pameran yang diberi nama Nusyanova Tukwanyo Sekarjakan. Pameran tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat dan berhasil menarik sekitar 2.600 pengunjung selama tujuh hari.

Menariknya, pameran tersebut dibuka secara gratis untuk masyarakat. Ivan mengaku sengaja memberikan akses secara cuma-cuma agar edukasi mengenai fashion dapat dinikmati lebih luas, terutama oleh generasi muda.

“Alhamdulillah ada 2.600 pengunjung yang hadir selama tujuh hari. Pameran tersebut kemarin gratis, siapapun boleh masuk,” ujar Ivan Gunawan.

Ivan mengaku senang karena sebagian besar pengunjung yang datang merupakan pelajar SMK dan mahasiswa, khususnya mereka yang mengambil jurusan fashion.

“Yang banyak hadir adalah anak-anak SMK, anak-anak kuliahan, khususnya mereka yang ada di jurusan fashion. Jadi saya senang banget memberikan edukasi yang ringan buat teman-teman pecinta fashion supaya ke depannya mereka punya banyak literasi,” tuturnya.

Menurut Ivan, edukasi dan pengetahuan mengenai fashion masih belum terlalu banyak ditemui dalam bentuk pameran yang dapat diakses masyarakat secara luas.

“Setahu aku di Indonesia jarang banget ada museum fashion atau pengetahuan fashion. Jadi ya itu yang aku lakukan,” katanya.

Tak Menyangka Dapat Rekor

Di tengah kesuksesan pameran tersebut, Ivan juga mendapatkan kejutan. Ia ternyata didaftarkan oleh salah seorang sahabatnya untuk mendapatkan sebuah rekor.

Ivan mengaku tidak mengetahui bahwa dirinya didaftarkan untuk memperoleh penghargaan tersebut. Karena itu, ketika penghargaan diberikan, ia merasa sangat terkejut.

“Surprise banget pas dikasih. Nggak nyangka karena saya nggak merasa ngedaftarin dan nggak merasa melakukan itu. Jadi pas dapat ya surprise,” ungkapnya.

Persiapan Pameran Tidak Mudah

Ivan juga menceritakan proses panjang di balik penyelenggaraan pameran dan pagelaran fashion tersebut. Menurutnya, mempersiapkan sebuah koleksi hingga siap ditampilkan bukan perkara mudah.

Ia harus berkoordinasi dengan para pengrajin, memikirkan konsep, hingga memastikan setiap koleksi dapat diwujudkan sesuai dengan rancangan.

“Persiapkan pagelaran itu kan nggak mudah. Aku harus ketemu pengrajin, produksi, harus rajin mikirin-mikirin, sampai akhirnya koleksi itu jadi,” jelas Ivan.

Persiapan tersebut sempat diwarnai kekhawatiran lantaran sebelum acara berlangsung muncul kabar hoaks mengenai kerusuhan.

Ivan mengaku sempat panik karena khawatir kondisi tersebut dapat mengganggu pelaksanaan acara. Namun, ia bersyukur seluruh rangkaian kegiatan akhirnya berjalan lancar.

“Sebelum event kemarin ada berita-berita hoaks tentang kerusuhan. Panik juga kalau misalnya takut nggak kejadian. Tapi Alhamdulillah semuanya berjalan dengan lancar, sampai hari ini juga semuanya sangat kondusif,” katanya.

Hadirkan 35 Look dari Batik Madura

Tak berhenti di pameran, Ivan juga menghadirkan fashion show sebagai puncak dari rangkaian koleksi yang ditampilkan. Dalam fashion show tersebut, sekitar 35 look diperkenalkan.

Koleksi tersebut memiliki keistimewaan karena menggunakan Batik Madura yang diperoleh langsung dari para perajin di Madura.

“Jadi Batik Madura, aku ambil dari perajin yang ada di Madura. Jadi batik ini spesial, semuanya dari Batik Madura,” ungkapnya.

Bagi Ivan, koleksi tersebut juga menjadi salah satu bentuk kecintaannya terhadap dunia fashion sekaligus cara untuk terus menghasilkan karya.

“Sebagai seorang pekerja seni, sebagai seorang desainer kan kita harus selalu mengeluarkan karya,” ujarnya.

Ia pun berusaha menghasilkan karya secara berkelanjutan. Di sisi lain, Ivan menyadari bahwa sebagai pelaku usaha, kreativitas juga harus berjalan beriringan dengan keberlangsungan bisnis.

“Saya berusaha untuk mengeluarkan karya yang tidak berkesudahan karena balik lagi, usaha kan tetap harus menjalankan usaha, harus selalu ada income. Jadi harus dipikirkan sesuatu yang bisa membuat orang suka,” tuturnya.

Koleksi Hanya Hadir Tiga Bulan

Ivan juga mengungkapkan bahwa koleksi tersebut hanya akan tersedia di tokonya dalam periode tertentu, yakni selama tiga bulan dalam setahun.

“Koleksi yang ada di store hanya tiga bulan dalam setahun, Agustus, September,” katanya.

Bagi Ivan, menghadirkan karya baru merupakan bagian dari tanggung jawabnya sebagai seorang desainer.

Bentuk Apresiasi untuk Pekerja

Selain berkarya, Ivan juga dikenal memiliki perhatian terhadap orang-orang yang telah bekerja dan berjasa dalam perjalanan bisnisnya. Salah satunya adalah Pak Selamat, tukang pola yang telah bekerja dengannya selama sekitar 15 tahun.

Ivan menyebut pemberian apresiasi tersebut merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi Pak Selamat selama bertahun-tahun.

“Pak Selamat, tukang pola saya yang sudah kerja 15 tahun. Jadi ini adalah bentuk apresiasi saya, Pak Selamat, karena sudah 15 tahun bekerja,” ungkapnya.

Ivan bahkan menyebut dirinya memiliki kebiasaan untuk memberikan apresiasi kepada orang-orang yang telah berjasa. Salah satu bentuk apresiasi yang diberikan adalah membantu mewujudkan impian mereka, termasuk perjalanan ibadah umrah.

“Itu memang salah satu kebiasaan saya. Karena buat saya, kalau kita berbuat baik, bukan hanya kepada manusia, tapi kepada orang lain, kepada hewan, kepada lingkungan, kepada alam, ya insyaallah ke depannya alam juga akan ikut membawa kebaikan,” katanya.

Komitmen Terhadap Lingkungan dan CSR

Kepedulian Ivan terhadap lingkungan juga menjadi bagian dari nilai yang ia pegang sejak kecil. Ia mengaku sejak kecil telah diajarkan keluarganya untuk menjaga dan merawat lingkungan di sekitarnya.

“Saya dari kecil terbiasa di rumah itu ada pohon, ada binatang peliharaan. Jadi memang diajarkan sama keluarga saya untuk merawat yang ada,” ujarnya.

Selain itu, brand miliknya juga memiliki komitmen untuk menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.

Ivan menyebut bentuk kontribusi yang diberikan tidak selalu berupa bantuan langsung, tetapi juga dapat berupa dukungan agar para penerima manfaat bisa berkembang secara mandiri.

Ia juga menyinggung program yang berkaitan dengan para perajin di Jawa Timur. Dengan keberadaan tokonya di Surabaya, tim Ivan di kota tersebut turut membantu menangani program yang dijalankan.

“Alhamdulillah sudah 60 lebih,” ujarnya terkait jumlah penerima manfaat atau pihak yang telah dibantu melalui program tersebut.

Bagi Ivan, seluruh rangkaian kegiatan tersebut bukan hanya tentang fashion. Baginya, berkarya juga menjadi cara untuk berbagi, memberikan edukasi, mengapresiasi orang-orang yang telah berjasa, sekaligus memberikan kontribusi kepada masyarakat.

Share this content: