Betrand Peto Borong Donat Pedagang Dekat Rumah, Teringat Pernah Jualan Sejak Usia 11 Tahun
Jakarta – Betrand Peto kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap pedagang kecil. Baru-baru ini, ia memborong lima dus donat dari seorang pedagang yang ditemuinya secara tidak sengaja saat perjalanan pulang dari kampus.
Betrand mengaku melihat pedagang tersebut berjualan donat di dekat rumahnya. Saat itu, masih terdapat sekitar lima dus donat yang belum terjual.
Melihat kondisi tersebut, Betrand kemudian memutuskan untuk membeli seluruh dagangan sang penjual.
“Terus tiba-tiba aku lihat bapaknya ada jualan kue donat. Ada beberapa yang beli, cuma masih sisa lima dus. Terus aku bilang, udahlah Pak, kebetulan di rumah juga ada pengajian, aku borong aja semuanya,” ujar Betrand.
Keputusan Betrand untuk membeli donat tersebut ternyata bukan tanpa alasan. Ia mengaku memahami bagaimana rasanya ketika seseorang berjualan tetapi dagangannya belum tentu habis terjual.
Betrand pun sempat berbincang dengan pedagang tersebut dan menanyakan kondisi jualannya.
“Aku tanya, gimana hari ini Pak, jualannya lancar nggak? Terus dia bilang belum, ini masih usaha buat habis ini dulu, karena nanti ada pesanan lagi,” tuturnya.
Menurut Betrand, sang pedagang bukanlah pembuat donat tersebut. Ia mengambil kue dari orang lain untuk kemudian dijual kembali.
Hal lain yang membuat Betrand tersentuh adalah sikap pedagang tersebut ketika dagangannya tidak habis. Donat yang tersisa ternyata dibagikan kepada orang yang membutuhkan.
“Yang bikin aku senang lagi ketika kuenya belum habis, dia bagi lagi ke pengemis. Jadi aku bilang, oh ternyata ada manfaatnya kalau kuenya nggak habis, berarti dibagi,” kata Betrand.
Dari lima dus yang dibelinya, Betrand membawa tiga dus ke rumah. Sementara dua dus lainnya ia berikan kembali kepada sang pedagang agar bisa dibagikan kepada orang lain.
Betrand mengatakan dirinya memiliki alasan khusus mengapa begitu tergerak membantu pedagang tersebut. Ia ternyata pernah berada di posisi yang sama ketika masih tinggal di kampung.
Sejak usia 11 tahun, Betrand mengaku sudah terbiasa berjualan untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Berbagai macam barang pernah ia jual, mulai dari kue, ikan hingga kayu bakar.
“Aku dulu waktu cari tambahan buat bisa sekolah, buat bisa jajan. Pas aku jualan kue, aku banyak jualan, bukan cuma kue tapi ikan, kayu, terus juga beberapa kue-kue lain,” ungkapnya.
Betrand bahkan masih mengingat penghasilan yang didapatnya ketika menjual kue di kampung. Ia mengatakan satu kue yang dijualnya saat itu dihargai sekitar Rp1.000.
“Kan itu kuenya bulat, satu kue itu harganya Rp1.000. Jadi aku bawa 100 bulatan, berarti lakunya Rp100 ribu,” ujarnya.
Sementara untuk kayu bakar, Betrand menyebut satu ikat kayu kala itu bisa dijual dengan harga sekitar Rp5.000.
Aktivitas berjualan tersebut ia lakukan hingga berusia sekitar 14 tahun. Betrand kemudian berhenti berjualan setelah namanya mulai dikenal luas dan ia dipanggil ke Jakarta.
Pengalaman tersebut membuat Betrand memahami perjuangan para pedagang kecil yang berusaha memenuhi kebutuhan hidup dari hasil berjualan.
“Menurutku itu juga salah satu cara mereka untuk mencari tambahan. Sama kayak aku dulu waktu cari tambahan buat bisa sekolah, buat bisa jajan,” katanya.
Kini, ketika sudah memiliki penghasilan sendiri dari dunia hiburan, Betrand mengaku berusaha menggunakan uangnya secara bijak. Ia memilih membeli barang yang memang dibutuhkan, seperti perlengkapan bermain sepak bola, pakaian untuk keperluan syuting, hingga perlengkapan kamar.
Di tengah kondisi ekonomi yang menurutnya sedang tidak mudah, Betrand juga berusaha membantu orang-orang yang ditemuinya sesuai dengan kemampuannya.
“Kalau sekarang kita tahu ekonomi lagi kurang baik juga, ketika lihat pedagang kayak gitu, aku berusaha untuk membantu sebisaku,” ucapnya.
Betrand pun mengaku bersyukur dengan kehidupannya saat ini. Ia tidak ingin melupakan masa lalu ketika dirinya harus berjuang mencari penghasilan tambahan.
“Setiap saat aku selalu mengucapkan terima kasih kepada Tuhan. Karena memang bisa sekarang, puji Tuhan bisa menghasilkan penghasilan sendiri dan juga nggak lupa untuk berbagi sama orang-orang yang membutuhkan,” tuturnya.
Tak hanya ingin membantu pedagang yang ditemuinya, Betrand juga memiliki keinginan untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak berbakat dari kampung halamannya.
Ia mengaku sudah melihat beberapa anak yang memiliki bakat dan berharap suatu saat bisa mengajak mereka datang ke Jakarta untuk berkolaborasi, terutama dalam bidang musik.
“Aku pengen kalau mereka ada waktu nanti kapan-kapan, aku ngajak mereka main ke Jakarta untuk collab, kalau nyanyi,” katanya.
Namun, rencana tersebut belum bisa segera diwujudkan lantaran Betrand kini tengah disibukkan dengan aktivitas syuting sinetron.
Di tengah kesibukannya, Betrand juga masih menyempatkan diri bermain sepak bola. Ia mengatakan hari itu sedang mendapat waktu libur dari kegiatan syuting sebelum kembali menjalani aktivitasnya.
Selain sepak bola, Betrand kini juga tengah beradaptasi dengan tuntutan akting. Ia mengaku harus lebih banyak berinteraksi dengan lawan main dan tidak segan bertanya kepada rekan-rekannya mengenai karakter yang sedang diperankannya.
“Aku tanya-tanya juga sama mereka, ini gimana ya? Nanti karakter aku harus kayak gimana, aktingnya harus kayak gimana,” ujarnya.
Pengalaman hidup sejak kecil, termasuk pernah berjualan demi mendapatkan uang tambahan, membuat Betrand kini memiliki sudut pandang tersendiri terhadap perjuangan masyarakat kecil. Baginya, membantu orang lain tidak harus selalu dalam jumlah besar, tetapi bisa dimulai dari hal sederhana yang dilakukan sesuai kemampuan.
Share this content:


