Asila Maisa Ungkap Kedekatan dengan Lesti-Billar, Tak Tinggal Diam Saat Nama Baik Terseret
Jakarta — Asila Maisa mengungkap kedekatannya dengan Lesti Kejora dan Rizky Billar di tengah persoalan yang ramai diperbincangkan di media sosial. Asila menegaskan, hubungannya dengan pasangan tersebut sudah terjalin cukup lama dan sangat dekat.
Asila mengaku telah mengenal Lesti sejak 2014. Kedekatan itu bahkan membuat hubungan mereka terasa seperti keluarga sendiri.
“Aku udah dekat sama Kak Lesti dari 2014. Udah kayak anak Momi dan Abi,” ujar Asila.
Sementara dengan Rizky Billar, Asila mulai mengenalnya sejak 2021, ketika Lesti dan Billar mulai dekat hingga akhirnya menikah.
“Kak Billar pun aku kenal dari 2021 pas mereka mulai dekat dan akhirnya menikah,” katanya.
Menurut Asila, dirinya, Lesti, dan Billar memiliki hubungan yang sangat dekat dengan keluarga. Mereka juga cukup sering bertemu dalam berbagai kesempatan.
“Aku, Kak Lesti, Kak Billar semua adalah anak dari Momi Afi dan Abi Ranzi,” ucapnya.
Kebersamaan Jadi Sorotan di Media Sosial
Asila menduga intensitas pertemuan dan kebersamaan mereka kemudian memunculkan berbagai asumsi dari sejumlah orang di media sosial.
Ia menyebut dirinya bersama keluarga dan pihak-pihak terkait memang cukup sering bertemu. Namun, menurutnya, kebersamaan tersebut tidak seharusnya menjadi dasar bagi munculnya tudingan yang tidak berdasar.
“Aku, Momi Abi, Kak Lesti, Kabila, dan anak-anaknya memang sering ketemu aja. Jadi tiba-tiba ada di pikiran beberapa orang,” tutur Asila.
Asila kemudian mengaku tidak ingin terus diam ketika berbagai tudingan tersebut mulai menyeret nama dirinya.
Tak Terima Nama Baik Diseret
Asila menilai persoalan yang beredar sudah terlalu jauh. Ia menyebut banyak komentar di media sosial yang menurutnya tidak semestinya ditulis maupun diucapkan.
“Dampaknya adalah terlalu banyak fitnah ya, dan omongan-omongan yang tidak selayaknya orang ketik dan ucapkan,” ungkapnya.
Menurut Asila, apabila tudingan tersebut dibiarkan, dampaknya bisa semakin melebar. Bukan hanya mengganggu hubungan personal, tetapi juga berpotensi memengaruhi pekerjaan.
“Kalau dibiarin terus akan terus rugi, rugi, rugi,” katanya.
Ia pun memilih untuk ikut mengambil sikap dalam persoalan tersebut.
“Kalau nama-nama aku difitnah, of course aku bakal step up,” tegas Asila.
Berharap Warganet Lebih Bijak
Asila berharap kejadian tersebut bisa menjadi pelajaran bagi masyarakat agar lebih berhati-hati ketika memberikan komentar di media sosial.
Ia mengingatkan agar seseorang tidak mudah menyampaikan tudingan yang belum terbukti kebenarannya.
“Harapannya orang semakin hati-hati dalam berkomentar. Jangan merusak nama baik orang,” ujarnya.
Menurut Asila, setiap orang seharusnya berpikir terlebih dahulu sebelum menuliskan komentar yang berpotensi merugikan orang lain.
“Coba kalau diganti posisinya, kamu yang berkomentar kita rusak nama baiknya, kan nggak mau juga. Apalagi dengan komentar-komentar fitnahan yang nggak ada bukti, tidak berdasar,” lanjutnya.
Meski menghadapi persoalan tersebut, Asila memastikan hubungannya dengan pihak-pihak yang bersangkutan tetap baik. Ia juga mengaku tidak mengalami trauma akibat kejadian tersebut.
“Alhamdulillah tidak trauma,” kata Asila.
Kini, Asila memilih menyerahkan proses selanjutnya kepada pihak yang menangani persoalan tersebut. Ia enggan mengungkap lebih jauh mengenai langkah berikutnya dan meminta publik menunggu perkembangan dari pihak terkait.
Bagi Asila, yang terpenting saat ini adalah menghentikan berbagai tudingan yang dinilai tidak berdasar serta menjaga hubungan baik yang selama ini telah terjalin.
Share this content:


