Loading Now

Putra Siregar Soroti Sosok Satpam Sumarna yang Dikenal Disiplin, Doakan Pelaku Segera Ditangkap

Jakarta – Pengusaha sekaligus konten kreator Putra Siregar mengungkapkan perkembangan bantuan yang mengalir untuk keluarga almarhum satpam Sumarna, korban pembunuhan yang belakangan menjadi sorotan publik. Menurut Putra, donasi dari berbagai pihak kini telah mencapai miliaran rupiah dan diharapkan dapat dikelola dengan baik demi masa depan keluarga korban.

Putra mengatakan dirinya turut mendatangi langsung lokasi kejadian perkara (TKP) dan melihat bagaimana proses penyelidikan dilakukan aparat kepolisian. Ia memberikan apresiasi atas kerja keras polisi yang hingga kini masih memburu pelaku.

“Polisi itu sudah bekerja dengan sangat baik. Mereka sudah nginep hampir empat hari. Waktu aku di situ mereka sudah berada di tempat kejadian. Memang sampai sekarang pelakunya belum ketemu, jadi semoga segera ditemukan,” ujar Putra.

Selain melihat langsung kondisi di lapangan, Putra juga menyempatkan diri berbincang dengan keluarga korban, tetangga, hingga pengurus lingkungan sekitar untuk mengetahui sosok almarhum semasa hidupnya.

Menurut cerita yang ia dengar, almarhum dikenal sebagai pribadi yang disiplin dan baik di lingkungan tempat tinggalnya. Putra juga menyebut almarhum sebenarnya memiliki kemampuan bela diri, namun menjadi korban karena dikeroyok.

“Banyak cerita dari tetangga, RT dan RW. Katanya beliau orangnya disiplin, bahkan jago fight juga. Cuma memang ini karena dikeroyokan,” ungkapnya.

Putra mengaku yang paling menyentuh hatinya adalah kondisi keluarga yang sangat kehilangan, terutama anak korban yang terbiasa menunggu sang ayah pulang bekerja setiap hari.

“Aku lihat memang merasa kehilangan banget. Anaknya apalagi. Biasanya bapaknya pulang kerja terus main sama anaknya. Rumah sama tempat kerjanya juga dekat,” tuturnya.

Di sisi lain, Putra bersyukur gelombang bantuan dari masyarakat terus berdatangan. Ia menyebut dana yang terkumpul sudah mencapai angka miliaran rupiah dan berharap dapat dimanfaatkan secara bijak untuk kebutuhan keluarga korban.

“Alhamdulillah sekarang bantuan datang terus. Total uang yang sudah dikumpulkan miliaran. Mudah-mudahan nanti bisa dikelola dengan baik,” katanya.

Menanggapi anggapan bahwa banyak figur publik ikut memberikan perhatian hanya karena sedang ramai diperbincangkan atau FOMO, Putra justru melihatnya sebagai sesuatu yang positif selama mampu membantu keluarga korban.

“Kita jadi pintu rezeki buat keluarga almarhum Bapak Sumarna. Kita ini negara yang gotong royong. Enggak apa-apa saling bantu. Dan sebenarnya masih banyak juga orang lain yang perlu kita bantu,” jelasnya.

Putra juga mengimbau masyarakat agar tidak membanding-bandingkan bantuan yang diberikan kepada korban satu dengan lainnya. Menurutnya, setiap kehilangan memiliki cerita dan kesedihan masing-masing.

“Jangan dibeda-bedakan atau dibanding-bandingkan. Namanya kehilangan ya tetap kehilangan. Yang penting kita membantu sesuai kemampuan,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Putra turut menyinggung beberapa kisah lain yang sempat menjadi perhatian publik, termasuk seorang pengemudi ojek online yang juga berprofesi sebagai konten kreator. Menurutnya, berbagai persoalan sosial selalu memiliki solusi jika masyarakat mau saling membantu.

“Kalau memang sudah banyak bantuan, mungkin bisa dipakai untuk baby care atau sewa pengasuh supaya anaknya tidak ditinggal saat bekerja. Jadi semua ada solusinya,” kata Putra.

Menutup pernyataannya, Putra mengaku kondisi fisiknya sempat menurun akibat padatnya aktivitas dan tanggung jawab yang harus diselesaikan dalam beberapa hari terakhir. Meski demikian, ia berharap seluruh pihak tetap diberikan kesehatan dan keluarga korban mendapatkan kekuatan menghadapi cobaan tersebut.

Share this content: